Perjanjian Damai Uni Emirat Arab dan Israel, Apakah Ini Penggenapan Nubuatan?

Perjanjian Damai Uni Emirat Arab dan Israel, Apakah Ini Penggenapan Nubuatan?

Puji Astuti Official Writer
1160

Perjanjian damai antara Uni Emirat Arab dan Israel menjadi sebuah tonggak bersejarah dan disambut baik oleh pemimpin berbagai negara. Bahkan perjanjian damai ini membuka pintu bagi negara-negara lain untuk menjajaki langkah yang sama dengan Israel. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya melihat hanya hasil yang baik dari kesepakatan bersejarah tersebut. 

“Perdamaian adalah hal yang baik dan perdamaian menyatukan dua (bangsa) moderat, dua (bangsa) yang paling maju dalam hal ekonomi di dunia - Israel dan Uni Emirat Arab - dan dua (bangsa ) yang paling moderat,” demikian pernyataan Netanyahu yang dikutip oleh Fox News pada wawanca Minggu (16/8/2020) lalu. 

“Kami memerangi Iran dan kelompok radikal yang mencoba menumbangkan pemerintahan kami di daerah Timur Tengah, menaklukan orang, dan menyebarkan terorisme. Jadi, ini adalah perdamaian yang bagus, bagus untuk kedamaian, bagus untuk kemakmuran. Saya pikir ini bagus untuk Amerika Serikat dan bagus untuk Israel,” demikian tambahnya. 

Salah satu negara yang menyambut baik perdamaian ini dan juga menjajaki untuk menandatangi pakta perdamaian juga adalah Sudan. VOANews.com memberitakan bahwa pada Selasa lalu, Israel dan Sudan sangat dekat untuk menyepakati perjanjian damai. Menteri Luar Negeri Sudan menyatakan bahwa pemerintahannya “menantikan untuk memutuskan kesepakatan damai dengan Israel.”

“Tidak ada alasan untuk terus bermusuhan antara Sudan dan Israel,” demikian ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan Haidar Badawi Sadiq. 

“Kami tidak menampik bahwa ada komunikasi,” antara kedua negara tersebut, demikian tambahnya. 

Menanggapi pernyataan Sudan tersebut, Benjamin Netanyahu menyatakan melalui Twitter bahwa dia melakukan “segala yang diperlukan” untuk mencapai kesepakatan.

Namun ada beberapa negara juga yang mengecam kesepakatan damai tersebut, seperti Iran, Palestina dan juga Turki. Iran mengecam Uni Emirat Arab dan menyebut mereka pengkhianat. Sedangkan pihak Palestina menarik utusan untuk UEA dan melakukan protes setelah sholat Jumat di Temple Mount. Palestina juga berencana akan memboikot Dubai Expo 2020 yang diundur pada Oktober 2021 nanti karena COVID-19. Sedangkan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan UEA. 

Dalam wawancara dengan CBN News, penulis buku best seller dan ahli mengenai Timur Tengah, Joel Rosenberg respon Turki sangat menarik karena pada faktanya Turki dan Israel memiliki hubungan yang normal, jadi penolakan Turki bisa dikatakan aneh dan munafik. 

Walau demikian sikap Turki tersebut menjadi sebuah pernyataan penting, yaitu Turki cenderung mendukung Iran dan kelompok Islam radikal yang bisa menjadi masalah serius di wilayah Timur Tengah. 

Joel Rosenberg mengutip Yehezkiel pasal 38 dan 39 mengenai nubuatan perang akhir zaman Gog dan Magog, dimana Israel akan dikepung oleh negara-negara sekitarnya yang bersekutu menyerang dalam perang tersebut. 

Baca juga :

Disambut Gembira, Pemerintah Israel Umumkan Penemuan Gereja Berusia 1300 Tahun Ini

Dituduh Sebarkan Injil, Stasiun TV Kristen Israel Ini Terancam Diboikot
Rosenberg tidak menyatakan bahwa dirinya tidak memprediksi perang Gog dan Magog ini dalam waktu dekat, “Saya hanya berkata bahwa inilah garis tren damai di Timur Tengah, dengan poros Rusia-Iran-Turki - kesanalah kita akan mengarah. Ini adalah lintasannya, dan ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan semua orang Kristen dengan cermat dan terus berdoa untuk perdamaian Yerusalem."

Yerusalem, kota Daud ini telah ribuan tahun menjadi pusat konflik dan diperebutkan oleh berbagai negara. Nubuatan tentang akhir zaman sering dihubungkan dengan apa yang terjadi di Yerusalem dan Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mari terus berjaga-jaga dengan memperhatikan bagaimana kita hidup dan juga memperhatikan tanda-tanda zaman, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. 

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami