Bagaimana Seseorang Dapat Dikategorikan Mengidap Autisme?

Bagaimana Seseorang Dapat Dikategorikan Mengidap Autisme?

Claudia Jessica Official Writer
236

Gangguan spektrum autisme adalah label diagnostik yang diberikan untuk kategori gangguan perkembangan saraf yang luas.

Jenis-jenis ini biasanya didiagnosis secara individual berdasarkan perbedaan dan intensitas gejala:

    - gangguan autistik

    - Sindrom Asperger

    - gangguan perkembangan pervasif tidak ditentukan lain (PDD-NOS)

    - gangguan disintegrasi masa kanak-kanak

Namun pada 2013, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) merevisi klarifikasi ini. Semua jenis autisme sekarang digabungkan menjadi diagnosis tunggal gangguan spektrum autisme (ASD).

Mari kita lihat lebih dekat beberapa istilah yang mungkin kamu dengar terkait dengan autisme dan bagaimana istilah tersebut cocok dengan lanskap yang terus berubah:

Gejala autisme

Gejala autisme yang paling jelas melibatkan komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Kemampuan belajar, berpikir, dan pemecahan masalah mungkin terpengaruh. Secara intelektual, orang autis bisa sangat berbakat.

Setiap orang berbeda. Beberapa orang akan memiliki banyak gejala dan beberapa hanya memiliki sedikit. Tanda-tanda autisme pada usia 3 atau 4 tahun mungkin terlihat berbeda dengan remaja atau orang dewasa.

Tanda-tanda umum autisme meliputi:

    - anak yang tidak menanggapi namanya.

    - menghindari kontak mata atau tidak ada kesadaran saat orang lain berbicara.

    - tidak memahami berbagi atau bergiliran.

    - tidak suka kontak fisik kecuali mereka memulai.

    - tidak melihat objek yang ditunjukkan kepada mereka.

    - tidak menunjuk atau menanggapi menunjuk.

    - tidak ada ekspresi wajah atau ekspresi wajah yang tidak biasa.

    - mengulangi kata atau frasa.

    - melakukan gerakan berulang (stimming).

    - kesulitan mengungkapkan kebutuhan.

    - kesulitan beradaptasi dengan perubahan, atau mengalami kehancuran emosional.

    - hipersensitivitas terhadap suara, bau, rasa, penglihatan, atau sentuhan.

    - kebutuhan untuk mengatur atau perilaku yang kaku.

    - kemampuan bicara dan bahasa yang tertunda, atau kurangnya gerak tubuh.

    - kehilangan keterampilan yang dipelajari sebelumnya.

Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, kamu mungkin juga memperhatikan:

    - kesulitan membaca bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan isyarat sosial lainnya.

    - tidak mendapatkan sarkasme, ejekan, atau kiasan.

    - berbicara dengan nada monoton.

    - kesulitan membentuk hubungan.

Diagnosis autisme

Jika kamu merasa anakmu mungkin memiliki gejala autisme, bicarakan dengan dokter anak. Mereka dapat merujuk ke spesialis yang sesuai, seperti:

    - dokter anak perkembangan.

    - ahli saraf anak.

    - psikiater atau psikolog.

Tidak ada tes medis untuk mendiagnosis gangguan spektrum autisme. Seorang dokter dapat membuat diagnosis dengan evaluasi perilaku yang komprehensif dan pemeriksaan perkembangan.

Beberapa orang di spektrum akan membutuhkan layanan dukungan minimal. Bagaimanapun, intervensi dini dikaitkan dengan efek positif jangka panjang pada orang dengan autisme. Spektrumnya mencakup berbagai gejala dan tingkat keparahan.

Sumber : healthline

Ikuti Kami