It's Okay To Not Be Okay

It's Okay To Not Be Okay

Claudia Jessica Official Writer
680

Apakah kamu pernah berusaha menutupi perasaanmu  atau emosi di depan orang lain atau mungkin di depan orang yang kamu kasihi? Atau justru kamu adalah tipe orang yang tidak bisa menutupi perasaanmu?

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi kesedihannya. Sebagian orang memilih diam, sebagian memilih menyembunyikannya, sebagian memilih mengekspresikannya, dan sebagian lagi memilih untuk menutupinya.

Ada berbagai alasan mengapa seseorang sulit mengekspresikan emosinya dan cenderung memilih untuk menutupi perasaannya.

Pertama, kamu sangat sensitif. Tidak menunjukkan emosimu bukan berarti kamu tidak memilikinya. Terkadang kamu merasa lelah untuk terlibat dengan emosi sepanjang hari sehinga kamu memilih untuk dia. Terlebih lagi, kamu juga mungkin merasa takut ditolak jika membuka diri tentang emosimu.

Kedua, kamu takut menimbulkan kekacauan. Terkadang ketika seseorang mengekspresikan emosinya dan mengakibat sebuah kekacauan, orang tersebut cenderung memilih untuk tidak ekspresif.

Ketiga, menjadi rentan. Upaya untuk menghindari kerentanan emosional sering dikaitkan dengan kesulitan mengekspresikan emosi. Rasa takut akan kerentanan ini akhirnya menjadi rasa takut akan penolakan atau pengabaian.

Apa akibatnya jika kita memendam emosi?

Ketika emosi tidak dikeluarkan, energi negatif hasil dari emosi tidak pergi dari tubuh dan akan tertahan dalam tubuh. Energi negatif yang seharusnya dikeluarkan menjadi tersimpan dalam tubuh dan dapat mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk otak.

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami