Yakin Kamu Gak Alami Trust Issue? Coba Cek Disini

Yakin Kamu Gak Alami Trust Issue? Coba Cek Disini

Claudia Jessica Official Writer
347

Pernah gak sih, kamu merasa susah banget percaya sama orang lain atau mungkin merasa curiga dan mungkin juga trauma karena pengalaman masa lalu yang menyakitkan?

Hal ini berlaku kepada siapa saja, baik itu kepada keluarga, teman, bahkan pasangan sendiri. Ini adalah beberapa ciri dari orang yang memiliki trust issue. Terkadang, kamu sendiri tidak menyadari bahwa kamu memiliki trust issue itu sendiri.

Trust issue kerap kali membuat orang kesulitan dalam menjalani hubungan. Tak sampai disana, kamu juga bisa saja melewatkan banyak kesempatan untuk memberikan ruang bagi orang lain yang hendak masuk ke dalam hidupmu. Apa aja sih tanda-tanda trust issue?

Memprediksi orang akan mengkhianatimu tanpa bukti

Mencurigai orang yang pernah mengkhianati kepercayaan kita sebelumnya bisa dikategorikan dalam standar normal. Tapi bagimana jika mencurigai orang tidak pernah berbuat kesalahan ataupun tidak menunjukkan tanda-tanda pengkhianatan?

Sepertinya orang-orang dalam kategori ini dapat dikatakan memiliki trust issue. Mungkin, pengalaman yang pernah kamu alami merupakan faktor yang membuat kamu jadi menerka-nerka sendiri tanpa bukti nyata yang jelas. Berhati-hatilah karena ini bisa mengganggu hubungan yang kamu jalani saat ini.

Tidak memiliki hubungan yang mendalam

Hubungan yang tidak didasari dengan kepercayaan tidak akan mendalam. Kamu akan berusaha untuk melindungi dirimu sendiri dengan tidak membiarkan orang lain mengenal diri kamu yang sesungguhnya.

Pengalaman buruk di masa lalu mungkin adalah pemicunya. Kamu melakukan ini karena kamu tidak ingin merasakan terluka lagi.

Orang dengan trust issue juga terlalu banyak memikirkan resiko buruk untuk menghindari adanya kemungkinan untuk ‘disakiti’ sehinga membuatnya sulit untuk berkomitmen.

Kamu merasa kesepian, terisolasi dan terasingkan

Seseorang yang memiliki trust issue tidak bisa memperlihatkan jati dirinya sehingga orang lain pun tidak bisa mengenalnya dengan baik. Lambat laun, hal ini membuat orang tersebut merasa kesepian dan terisolasi.

Dia akan merasa asing ketika berada bersama orang yang tidak benar-benar dipercayainya. Buruknya lagi, orang-orang dengan trust issue dapat mengalami depresi karena mereka tidak bisa mempercayai orang lain.

Sering berpikir negative

Proses berfikir seseorang akan sangat berpengaruh pada bagaimana dia menilai orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Orang-orang dengan trust issue sering kali terjebak dalam pikiran-pikiran negatif yang membuatnya menilai orang lain hanya dari sisi negatifnya saja.

Lantas, jika kita memiliki trust issue, apa yang harus kita lakukan?

Pertama dan terpenting, kamu harus menyadari dan mengakui bahwa kamu mengalami trust issue. Terkadang trust issue menjadi alasan bagi beberapa orang tidak mau lagi terluka akibat hubungan yang dijalinnya.

Namun, Tuhan membuat manusia sebagai mahluk sosial. Dia ingin kita berada dalam suatu komunitas bersama dengan orang-orang percaya yang lain. Bahkan Tuhan berkata ketika di Taman Eden, “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja.”

Tuhan sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang Esa dalam Bapa, Putera dan Roh Kudus, ini menggambarkan bahwa Dia sendiri ada dalam komunitas.

Dengan berada dalam kelompok sel, dapat memberikan kita begitu banyak manfaat. Seperti, digembalakan dengan lebih baik, memiliki teman untuk saling mendukung, memperluas wawasan, dan lain sebagainya.

Masih mau diam seorang diri saja?

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami