Ledakan Lebanon, Penyebabnya dan Respon Penanganan Korban

Ledakan Lebanon, Penyebabnya dan Respon Penanganan Korban

Puji Astuti Official Writer
409

Peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon mengejutkan dunia karena masuk dalam kategori ledakan besar, bahkan digambarkan seperti ledakan bom atom. Tidak hanya itu, korbannya pun cukup besar, hingga saat ini dikabarkan sekitar 100 orang tewas dan 4000an orang terluka karena ledakan pada Selasa sore (4/8/2020) waktu setempat.

Pemerintah Lebanon Akan Mengejar Orang Yang Bertanggung Jawab Atas Ledakan Ini

Meresponi ledakan yang meluluhlantakkan kota Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menyatakan pemerintahannya akan mengejar orang yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. 

"Saya tidak akan puas sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab (atas ledakan ini) dan menjatuhkan hukuman yang paling berat kepadanya, karena tidak dapat diterima bahwa amonium nitrat yang diperkirakan seberat 2.750 ton telah ada di gudang selama enam tahun tanpa ada langkah-langkah pencegahan sehingga membahayakan keselamatan warga," demikian tegas Hassan. 

Amonium nitrat sendiri adalah bahan untuk pupuk dan juga bahan peledak. 

Perdana Menteri Hassan akan membentuk komite investigasi yang akan merilis hasil temuannya dalam 48 jam ke depan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi. 

Tindakan Tanggap Bencana

Pemerintah Lebanon di bawah instruksi langsung Presiden Michel Aoun merespon cepat dan segera melakukan berbagai tindakan tanggap bencana. Tentara keamanan diturunkan untuk berpatroli di wilayah yang terdampak, dan juga Kementerian Kesehatan diminta fokus untuk melakukan pencarian dan penanganan korban terluka sehingga dapat segera mendapatkan pertolongan pertama. 

Saat ini berbagai organisasi kemanusiaan seperti UNICEF dan Palang Merah Internasional telah mengirimkan tim untuk membantu pemerintah dalam penanganan korban. Bahkan ada seruan dari pemerintah agar masyarakat segera menyumbangkan darah karena banyaknya korban yang membutuhkan. 

Pemerintah menindaklanjuti rekomendasi Dewan Pertahanan Tertinggi

Selain itu, pada Rabu (5/8/2020) siang, Presiden Michel juga mengadakan sidang luar biasa Dewan Menteri untuk membahas rekomendasi Dewan Pertahanan Tertinggi dan menindaklanjuti dampak dari ledakan tersebut. 

  Adapun rekomendasi dari Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon adalah :

- Menugaskan komite investigasi untuk mencari tahu sebab terjadinya bencana ini, dengan ketentuan bahwa hasil investigasi diserahkan kepada otoritas kehakiman yang kompeten dalam jangka waktu maksimal 5 hari dari tanggal kejadian;

- Mengalokasikan dana untuk rumah sakit agar yang terluka bisa mendapat perawatan, dana juga disiapkan untuk keluarga yang anggotanya menjadi korban tewas ledakan; 

- Menyiapkan pelabuhan Tripoli untuk kegatan impor dan ekspor; 

- Mengamanatkan Komisi Bantuan Tinggi untuk menangani kerusakan berkoordinasi dengan tentara Lebanon, berkomunikasi dengan semua negara untuk mengamankan bantuan yang diperlukan dan membangun pendanaan khusus untuk tujuan ini; 

- Menginstruksikan Komisi Pertolongan Tinggi untuk menyediakan tempat berlindung bagi keluarga yang rumahnya tidak lagi layak ditinggali akibat ledakan yang terjadi, dan mengendalikan harga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk perbaikan kerusakan; 

- Berkomunikasi dengan Departemen Pendidikan untuk membuka sekolah yang bisa menerima keluarga-keluarga terdampak; 

- Presiden menyatakan kondisi luar biasa dan darurat sebagaimana diatur dalam Pasal 85 Konstitusi sehingga anggaran sebesar 100 miliar pound Lebanon dari dana pos darurat di anggaran tahun 2020 digelontorkan; 

- Presiden menyatakan hari berkabung nasional dan melakukan kuncian selama 3 hari; - Mendeklarasikan Beirut sebagai kota bencana, mendeklarasikan keadaan darurat selama jangka waktu dua minggu, dan memberi kewenangan pada Otoritas Militer Tertinggi  untuk menjaga keamanan dan mengerahkan semua pasukan bersenjata.

Respon Negara Sahabat

Berbagai pemimpin negara menghubungi Pemerintah Lebanon untuk menyatakan rasa duka dan juga bantuan jika diperlukan. Beberapa diantaranya adalah Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Australia Morrison, Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Irak dan Kuwait. 

Dari Vatikan Paus Fransiskus juga menyatakan rasa dukanya atas ledakan di Lebanon tersebut, ia mengajak umat untuk berdoa bagi Lebanon.

"Mari kita berdoa untuk para korban, keluarga mereka; dan mari kita berdoa untuk Lebanon agar, melalui dedikasi dari seluruh elemen sosial, politik dan keagamaan, bisa melalui momen yang sangat tragis dan menyakitkan dan, dengan bantuan dari komunitas internasional, mengatasi krisis serius yang mereka alami ini," demikian ungkap Paus Fransiskus. 

Mari luangkan waktu sejenak berdoa untuk Lebanon, bagi para korban, aparat dan setiap elemen yang bekerja keras untuk mengatasi bencana yang terjadi tersebut. 

Baca juga : 

Ledakan di Lebanon Sebabkan Gas Nitrous Oxide, Apa sih Itu?

Saling Serang, Begini Konflik Memanas Antara Israel dan Lebanon

Sumber : CNN

Ikuti Kami