Turki, Hagia Sofia dan Sejarah Kelam Genosida Kristen Armenia

Turki, Hagia Sofia dan Sejarah Kelam Genosida Kristen Armenia

Puji Astuti Official Writer
1176

Pada 10 Juli 2020 lalu pengadilan Turki membatalkan keputusan tahun 1943 yang mengubah status bangunan Gereja Hagia Sofia menjadi museum, dan pada tanggal yang sama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat dekrit yang menyatakan bahwa bangunan itu difungsikan kembali menjadi masjid dimulai pada 24 Juli 2020 lalu. Walau demikian, Turki menyatakan bahwa bangunan itu terbuka untuk umum. 

Beberapa negara mayoritas muslim mendukung keputusan Turki tersebut, namun negara-negara eropa dan barat mengecamnya, salah satunya dari pemimpin gereja Katolik, Paus Fransiskus yang menyatakan kesedihannya atas perubahan status bangunan gereja yang berusia 1500 tahun itu. 

Perjalanan Hagia Sofia, Dibangun Sebagai Gereja Hingga Difungsikan Sebagai Masjid

Hagia Sofia atau Aya Sofya yang artinya adalah Kebijaksanaan Suci adalah warisan dari Gereja Ortodoks yang dibangun di era Bizantium, di masa kekristenan bertumbuh subur dan menjadi agama negara saat itu. Dibangun pertama kali oleh Kaisar Konstantius II  yang diresmikan pada 360 SM dan  rumornya pondasi gereja ini adalah sebuah kuil pagan. Saat itu bangunan gereja sangat sederhana, sebuah basilika hanya dengan atap kayu. Namun setelah terbakar pada tahun 404, gereja ini dibangun kembali oleh Kekaisaran Theodosius II, namun terbakar kembali pada kerusuhan Nika di tahun 532. 

Hingga pada Kaisar Yustinuanus I, gereja ini dibangun dengan megah dan luas lebih dari sebelumnya. Gereja ini kemudian diresmikan pada tahun 537, namun baru selesai pada pemerintahan Kaisar Yustinus II. Gereja Hagia Sofia ini kemudian menjadi pusat Patriark Ortodoks Konstantinopel, dimana berbagai acara penting Kekaisaran Romawi Timur dilakukan seperti penobatan kaisar dan lainnya. 

Hingga tiba masa jatuhnya Konstantinopel di bawah kesultanan Ottoman pada tahun 1453, Gereja Hagia Sofia diubah menjadi masjid walau namanya tidak diubah. Di masa pemerintahan Sultan Mehmed II, banyak mozaik dan lukisan bernuansa Kristen di bangunan gereja tersebut ditutupi dan diplester. Mereka juga menambahkan kaligrafi dan hiasan bercorak Islam. Di masa Kesultanan Ottoman ini Hagia Sofia digunakan sebagai masjid selama 482 tahun. 

Hingga pada tahun 1935, presiden pertama Turki dan pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk yang memiliki visi negaranya menjadi negara sekuler memutuskan untuk menjadikan Hagia Sofia menjadi museum. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami