Natalia Silvi : Dalam Kondisi Terpuruk Tuhan Meninggalkanku Seorang Diri

Natalia Silvi : Dalam Kondisi Terpuruk Tuhan Meninggalkanku Seorang Diri

Lori Official Writer
1245

Natalia Silvi gak pernah membayangkan akan ikut bekerja memenuhi kebutuhan keluarga beserta kedua anaknya. Keputusan itu harus dia ambil sejak usaha sang suami harus ditutup.

Sejak bekerja, Natalia tidak menyadari kalau seluruh waktunya terkuras untuk pekerjaan. Sehingga anak-anaknya merasa kurang diperhatikan.

"Anak saya dua. Satu Vanessa, perempuan. Yang satu laki-laki Vandi. Vanessa dapat beasiswa di Singapura. Vandi ini yang justru menghadapi tantangan. Sebagai ibu, saya kurang perhatian sama Vandi. Sehingga hubungan kami retak dan akhirnya dia kabur dari rumah," ungkap Natalia.

Sebagai seorang ibu, jelas kaburnya sang anak bungsu membuatnya merasa bersalah. Dia begitu takut dan kuatir jika sesuatu terjadi kepada Vandi. “Saya tahu, anak saya bisa begitu akibat perbuatan saya juga,” terangnya.

Sementara sang suami, bukannya merasa panik tapi malah membiarkan sang anak melakukan keinginannya sendiri. Sikap inilah yang membuat Natalia semakin cemas dan kuatir karena dia menyadari bahwa merekalah penyebab dari perubahan sikap sang anak.

Merasa Sendiri dan Ditinggalkan Tuhan

Naluri sebagai ibu membuat Natalia tidak bisa tinggal diam dan membiarkan anaknya di luar sana. Tapi persoalannya, dia merasa berjuang sendiri dan ditinggalkan oleh orang terdekatnya maupun Tuhan. Rasa kalut pun menyelimuti hati Natalia.

Namun di saat dia memutuskan untuk menyerahkan masalahnya kepada Tuhan, saat itulah dia menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dia.

“Sampai satu titik, Tuhan kasih saya kesadaran. Saya pikir Tuhan tinggalin saya, ternyata Tuhan tuh gak tinggalin saya loh. Tuhan itu kirim penolong sebenarnya yang gak pernah tinggalin saya,” ungkap Natalia.

Saat dia mulai mengungkapkan isi hatinya, Tuhan seolah mengingatkan dia tentang sebuah kepahitan. “Ternyata saya itu menyimpan kepahitan dan kepahitan itu sebenarnya tidak membuat menjadi lebih baik dan sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengampuni suami saya. Untuk bisa menerima kondisi rumah tangga saya dan kemudian Roh Kudus nyadarin saya bahwa sebenarnya yang harus berubah ya saya sendiri,” jelasnya.

Natalia pun terus belajar untuk memperbaiki diri dan memperbaiki hubungannya dengan sang suami. Dia dan suaminya pun mulai masuk dalam komunitas-komunitas rohani. Di tengah proses inilah sang suami sepenuhnya menerima Tuhan dan dibaptis.

Natalia Diusir Oleh Sang Anak

Penantian Natalia pun berakhir setelah Vandi kembali ke rumah.

Meski di satu sisi dia sangat bahagia. Tapi di sisi lain, dia cukup terkejut menyaksikan perubahan yang tak biasa dari Vandi.

“Jadi waktu Vandi udah pulang ke rumah sebenarnya saya masih dikuasai dengan rasa takut dan kuatir. Karena melihat bagaimana dia pulang pakai anting, terus dia pulang juga kelihatan sekali body languagenya juga keras, seperti bukan Vandi yang saya kenal,” ungkap Natalia.

Sebagai seorang anak yang terluka, Vandi pun menunjukkan penolakan terhadap kedua orangtuanya. Setiap kali Natalia mencoba untuk mendekatinya, dia justru ditolak.

“Dia sepertinya gak mau bicara dengan saya. Setiap kali saya masuk ke kamar, saya selalu diusir keluar,” terang Natalia.

Perlakuan yang diterimanya jelas membuatnya sedih. Tapi dia tetap bersabar menunggu momennya Tuhan untuk menjamah hati putra bungsunya itu.


Baca Juga: Kisah Yayuk Retnowati, Istri Bos Gangster yang Alami Sakit Aneh dan Kehilangan Segalanya


Pandemi Membawa Berkat

Kebencian dan rasa terluka yang dialami Vandi berlangsung sampai masa pandemi muncul. Dan satu hari yang indah pun mulai terjadi ketika pandemi memaksa keluarga Natalia harus tetap tinggal di rumah.

Tepat di suatu malam, Natalia diminta menemani Vandi di kamarnya. Saat itulah keduanya mulai saling berbagi satu sama lain.

“Waktu zaman Covid stay at home di rumah ini, Vandi panggil saya ke kamarnya. Dia bilang dia gak bisa tidur, terus dia ajak saya ngomong dan dia nangis. Dia bilang, ‘Mi, kenapa yak ok Vandi gak bisa deket sama papi sama mami.’ Terus saya bilang, Vandi mungkin masih ada pahit di hati Vandi. Gakpapa, Papi Mami gak ada masalah sama Vandi. Vandi berdoa aja biar Tuhan yang nanti pulihkan hati Vandi.’” Ungkapnya.

Sebagai seorang ibu yang menyadari anaknya sedang terluka, Natalia memilih untuk mendukung Vandi berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan.

Pada suatu kali, Vandi pun sepenuhnya mengampuni Natalia dan sang ayah. Momen itulah yang membuat keluarga ini terus menyaksikan pekerjaan-pekerjaan besar Tuhan melalui hidup mereka.

Melalui apa yang dia sudah alami sendiri, Natalia percaya bahwa Tuhan akan bekerja dan memberikan pertolongan ketika kita dengan rendah hati mengakui kesalahan di hadapan-Nya.

 

Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http//bit.ly/InginDidoakan. Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com

Ikuti Kami