Sebagai Berkat Dari Tuhan, Orangtua Patut Perlakukan Anak Dengan 3 Tindakan Ini

Sebagai Berkat Dari Tuhan, Orangtua Patut Perlakukan Anak Dengan 3 Tindakan Ini

Lori Official Writer
881

Tuhan memberikan peran bagi orangtua untuk membesarkan anak-anak mereka dan mengarahkannya sesuai dengan rancangan Tuhan. Karena anak adalah hadiah dari Tuhan.

Dalam Mazmur 127: 3-5, anak digambarkan sebagai ‘anak panah’ dan orangtua adalah ‘busur’ yang berkuasa mempergunakan anak panah sesuai dengan fungsinya. Supaya anak memenuhi tujuan mulia yang sudah Tuhan tetapkan inilah, orangtua pun diharapkan bisa memperlakukan anak dengan cara yang tepat.

"Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang." (Mazmur 127: 3-5)

Sebagai pemilik anak panah, Tuhan mau orangtua melakukan 3 tindakan ini untuk anak-anaknya.

1. Selalu Membangun Anak Dengan Perkataan Berkat

Harvard Business School baru-baru ini meneliti tentang hubungan antara kerja sama tim dan banyaknya pujian dan kritik yang diberikan kepada tim. Hasilnya ditemukan bahwa tim yang mendapat banyak komentar positif akan menghasilkan hasil yang sangat baik dibanding dengan tim yang mendapatkan komentar negatif.

Hal ini membuktikan besarnya kuasa perkataan terhadap kehidupan seseorang. Memperkatakan berkat merupakan kesempatan untuk membuka mata rohani kita dan menyatakan kebenaran kepada seseorang. Kata-kata berkat yang diucapkan oleh orangtua kepada anaknya juga sangat menentukan nilai anak tersebut.

Sebagai hadiah atau berkat dari Tuhan, orangtua sudah sepantasnya memperlakukan anak dengan mengucapkan perkataan yang mengandung berkat, perlindungan dan sukacita atas hidupnya.

2. Mendisiplin Anak Dengan Kasih dan Kesabaran

 Memarahi anak setelah melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan orangtua. Dan cara ini jelas-jelas sangat relevan dengan apa yang Tuhan lakukan terhadap umat-Nya.

Tapi akan salah kalau orangtua mendisiplin anak dengan cara yang berlebihan bahkan sampai membuatnya harus menderita (Amsal 19: 18).

Disiplin yang salah dalam hal ini bisa dilakukan sebagai bentuk luapan emosi atau kemarahan yang tidak terkontrol atau ketidaksabaran berlebihan yang membuat nyawa anak terancam.

Jadi, adalah lebih baik mengoreksi kesalahan anak dengan penuh kasih dan kesabaran daripada menyaksikannya menangis menahan rasa sakit fisik.


Baca Juga:

Begini Dampak Baik dan Buruk Anak Harus Dengar Perkataan Orangtua

 

Sulit Ajar Anak Dengarkan Suara Tuhan? Yuk Parents Pasti Bisa Lewat Cara Ini…


3. Mengasihi Anak Apa Adanya

Banyak orangtua yang tega membuang anak-anak mereka karena gak menginginkannya atau merasa malu dengan kekurangan fisiknya.

Semua anak bagaimanapun kondisinya dilahirkan adalah berkat dari Tuhan. Jadi gak ada alasan bagi orangtua untuk menolak berkat yang Tuhan sudah percayakan atas hidup mereka. Karena sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan punya rencana besar atas setiap anak yang diizinkan untuk lahir dalam sebuah keluarga. Karena itulah sangat penting bagi orangtua untuk menerima dan memperlakukan anak sebagai hadiah berharga yang dititipkan Tuhan.

Ingatlah bahwa hal paling berharga yang Tuhan berikan atas hidup kita adalah kehadiran seorang anak. Mereka adalah generasi yang dipersiapkan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya atas dunia yang semakin rusak ini. Karena itulah, Tuhan menitipkan kita anak-anak-Nya supaya kita bisa mempersiapkan mereka menjadi anak panah-Nya, menjadi pemimpin iman yang siap bertempur dan menyatakan kebenaran Tuhan atas generasinya. Jadi, maukah kamu bermitra dengan Tuhan hari ini untuk membesarkan, mendidik dan melatih anak-anak-Nya dengan penuh kasih dan kesabaran?

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” - 1 Tesalonika 5: 23-24

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami