Keluarga Berpenghasilan Rendah China Diminta Untuk Tinggalkan Iman Demi Bantuan Keuangan

Keluarga Berpenghasilan Rendah China Diminta Untuk Tinggalkan Iman Demi Bantuan Keuangan

Claudia Jessica Official Writer
729

Penganiayaan masih terus dialami oleh orang-orang Kristen di China. Kali ini, keluarga berpenghasilan diperintahkan untuk meninggalkan imannya atau kehilangan tunjangan kesejahteraan. Bitter Winter melaporkan bahwa selama pandemi corona, ekonomi China telah sangat terpengaruh.

Sekarang pejabat pemerintah memerintahkan orang Kristen yang menerima pembayaran kesejahteraan untuk mengganti salib, simbol agama, dan gambar di dalam rumah mereka dengan potret pemimpin komunis China.

"Semua rumah tangga miskin di kota itu diperintahkan untuk memajang gambar Mao Zedong," kata seorang pendeta setempat kepada Bitter Winter. "Pemerintah berusaha menghilangkan kepercayaan kami dan ingin menjadi Tuhan alih-alih Yesus."

Salah seorang anggota gereja mengingat bagaimana ketika pihak berwenang memasuki rumahnya dan menghancurkan sebuah kalender dengan gambar Yesus di atasnya, kemudian menggantikannya dengan gambar Mao.

“Rumah tangga yang beriman yang miskin tidak bisa menerima uang bantuan negara. Mereka hrus mematuhi Partai Komunis untuk dapat menerima uang,” jelasnya.

Peraturan baru ini telah ditegakkan sejal beberapa bulan lalu di Tiongkok.

Pada bulan April lalu, pemerintah kota Xinyu di provinsi tenggara Jiangxi menahan dana orang Kristen yang disabilitas (sekitar $ 14) jika orang itu terus menghadiri kebaktian.

Dan di daerah Poyang, Jiangxi, seorang wanita tua Kristen dikeluarkan dari daftar bantuan pemerintah karena dia berkata "Terima kasih Tuhan" setelah menerima cek bulanannya (sekitar $ 28).

Pada bulan Mei, seorang pejabat pemerintah di provinsi timur Shandong menerobos masuk ke rumah seorang Kristen dan memposting potret Mao dan Presiden Xi Jinping, lalu berkata, "Ini adalah dewa-dewa terbesar. Jika kamu0 ingin menyembah seseorang, mereka adalah orang-orangnya.”

Wanita tua lainnya dari kota Shangqiu, Henan, kehilangan tunjangan kesejahteraannya pada April setelah para pejabat menemukan sebuah salib dipajang di pintu rumahnya.

"Mereka segera merobohkannya," kata orang itu. "Setelah itu, tunjangan hidup minimum saya dan subsidi pengentasan kemiskinan dibatalkan. Saya didorong ke jalan buntu. Saya menderita diabetes dan perlu suntikan secara teratur."


Baca juga:

Pihak Berwenang di Cina Hancurkan Gereja dan Menyeret Jemaat Keluar Paksa. Kenapa Ya?

Menjadi Kristen Di Cina, Gereja Tak Lagi Tawarkan Rasa Aman. Ini Perjuangannya!

Cina Deportasi 13 Keluarga Kristen Asal Korea Selatan Dalam Perjalanan Misi Mereka


Awal tahun ini, rezim komunis mulai menghapus salib dari gereja - gereja di seluruh China dan sekarang potret Mao dan Xi telah menggantikan gambar Roh Kudus.

Diskriminasi terhadap orang Kristen semakin membuat resah. Namun bagaimanapun, iman bukanlah sesuatu yang dapat kita jual. Kita percaya bahwa Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong kita.

Mari kita doakan orang-orang Kristen di China supaya mereka tetap kuat dan Tuhan terus menopang mereka. Semangat! 

Sumber : CBN

Ikuti Kami