Claudia Jessica

Official Writer
582


Pandemi COVID-19 serta penerapan new normal mempengaruhi begitu banyak aspek kehidupan, termasuk cara beribadah. Selama masa pandemi ini, umat Kristen tidak bisa beribadah di gereja. Karena hal ini lah, gereja-gereja menyelenggarakan ibadah online agar para jemaatnya tetap bisa melakukan kebaktian sekalipun dari rumah.

Dengan perubahan gaya hidup seperti ini, lantas bagaimanakah gereja yang relevan dengan masa new normal, apakah cukup dengan ibadah online? Bersama Dr.Bambang Budijanto,Ph.D (Penasihat Bilangan Research Center), Pdt.Dr.Merry L.Y Kolimon (Ketua Sinode GMIT), Pdt.Dr.Rubin Adi Abraham (Ketua Sinode GBI) dan Mark McClendon (Ketua Yayasan CBN Indonesia),   Jawaban.com mengadakan webinar tentang tema "Gereja Yang Relevan di Masa New Normal."

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bilangan Risearch Center mengenai respon gereja mengenai covid-19 sebulan yang lalu, melibatkan 600 pendeta atau gembala sidang yang berasal dari 87 denominasi dan tersebar di 8 provinsi ternyata ada beberapa hal utama yang menjadi pergumulan para gembala ini. 

1. Berkurangnya pemasukan keuangan

Karena tidak adanya ibadah secara tatap muka, ada gereja-gereja yang mengalami penurunan jumlah pemasukan sehingga mempengaruhi operasional gereja dan juga penunjang kehidupan pendeta.

Namun disisi lain, survey menyatakan ada 94.78% gereja yang melakukan kegiatan sosial untuk membantu jemaatnya, maupun masyarakat di luar gereja. 72.6% gereja melakukan aksi sosial kepada masyarakat di luar gereja.

Aksi sosial ini juga  tidak dilakukan hanya sekali loh, karena 41% gereja melakukannya sebanyak 3-5 kali sehingga membuat pengeluaran gereja bertambah besar. 

2. Bagaimana memelihara iman jemaat

Sebanyak 46.9% gereja mengaku kerohanian jemaatnya meningkat selama diberlakukannya ibadah online. Kemudian 34% gereja mengatakan sama saja dan 19.1% mengatakan kerohanian jemaat menjadi turun karena kesulitan menggunakan teknologi.

Sejak pandemi melanda, aktivitas gereja tidak lagi dibatasi oleh tembok dan lokasi fisik maupun waktu. Terkadang beberapa orang menonton ibadah online beberapa kali dalam sehari, atau seminggu, hal ini ternyata berdampak positif terhadap kerohanian jemaat.

Karena ibadah online, banyak kelompok sel yang dapat melakukan pertemuan secara virtual atau video call. Tidak sampai disana, ibadah keluarga juga meningkat.

3. Gereja menjadi garam dan terang bagi masyarakat di masa sukar

Menurut survei BRC, 94.7% gereja berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan dan 75.2% gereja peduli dengan masyarakat di luar jemaat gereja.

Yang unik, 54.5% gereja saling memberikan bantuan baik secara keuangan maupun teknologi kepada gereja lainnya dan 83.8% gereja juga mengatakan bahwa terlibat acara doa lintas gereja dalam rangka merespon pandemi yang terjadi saat ini.

Tidak berhenti di sana, ada 54.5% gereja yang mulai bekerja sama dengan pemerintah, 56.3% gereja memberikan bantuan dengan bekerja sama dengan lembaga masyarakat seperti rumah sakit, klinik, dll. Serta 49% gereja bekerja sama dengan lembaga keagamaan lain dalam menunjukkan kepedulian pada masyarakat dan bangsa.

Menurut Dr.Bambang, ada beberpa hal penting yang bisa menjadi modal dan pondasi untuk gereja  dalam menghadapi masa new normal dan krisis karena pandemi ini:

- Holistic discipleship, atau pemuridan yang utuh yang dapat menguatkan iman jemaat.

- Unity atau kesatuan serta kasih yang ditunjukkan melalui aksi atau tindakan akan menjadi kesaksian yang efektif bagi ke gereja. 

- Akses ke masyarakat di luar gereja

- Memberi di tengah kekurangan

- Next gen, atau generasi muda harus diaktifkan dalam pelayanan dan kegiatan di gereja, sehingga terjadi intergenerational leadership

- Kegerakan doa, yang menjadi bahan bakar untuk kebangkitan gereja

Webinar yang dihadiri oleh para gembala dan hamba Tuhan dari berbagai denominasi ini direspon positif, berikut adalah beberapa yang memberikan komentar dengan apa yang dibagikan.

James Punjabi: Thank you all for the sharing, semaking diberkati semua sinode dan juga BRC and CBN Jesus bless you all

Sabarmin Tarigan: tks bapak dan ibu para pembicara untuk pencerahannya. ini sangat menolong dalam memberi semangat dalam pelayanan di era new normal ini. Tuhan Yesus memberkati

Efraim Babua: Hasil Survey sungguh memberkati dan membukakan cara pikir dan kesadaran pelayanan kita semuanya.

Semoga melalui webinar ini, gereja semakin efektif melayani Tuhan dan umat bahkan masyarakat. Sekalipun kondisi dunia yang semakin sulit, gereja Tuhan tetap bersinar terang dan menjadi berkat. 

Sumber : jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

sastrapin 8 September 2020 - 04:21:18

menyembah

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Dosma Panjaitan 17 September 2020 - 16:23:12
Shalom bapak/ibu. Saya minta dukungan doa dari bap... more..

Rico Andhika 1 September 2020 - 22:45:30
Saya mohon bantuan doanya untuk diberikan jawaban ... more..

Edward Budi Setiawan 1 September 2020 - 12:24:55
Supaya Yesus, memberkati, mengurapi & menyertai se... more..

Adi Fitrio 28 August 2020 - 12:39:11
saya meminta doa dari saudara saya adi fitrio deng... more..

advertise with us


7182

advertise with us