Ga Selalu Buruk, Ada Juga Hutang yang Positif. Ini Bedanya Hutang Konsumtif dan Produktif

Ga Selalu Buruk, Ada Juga Hutang yang Positif. Ini Bedanya Hutang Konsumtif dan Produktif

Claudia Jessica Official Writer
555


Sering kali kita mengartikan bahwa hutang adalah sesuatu yang buruk, mengerikan, akibat hidup boros bahkan kita juga menganggap hutang adalah sesuatu yang menjerat manusia dan tidak pernah bisa terbebas darinya.

Tapi, tahukah kamu bahwa hutang itu tidak selalu buruk, bahkan ada juga hutang yang baik? Jika kamu dapat mengolahnya dengan bijak, hutang yang kamu miliki bisa menjadi langkah awal untuk membantumu mendapatkan penghasilan. Ini disebut dengan hutang produktif.

Jika kamu beranggapan bahwa hutang selalu disebabkan karena gaya hidup tinggi atau foya-foya, maka kamu perlu mengtahui perbedaan antara hutang konsumtif dan hutang produktif.

Melui webinar solusi talks yang diadakan bersama Juhono Sudirgo, kita akan membahas perbedaan antara hutang konsumtif dan hutang produktif.

Hutang Konsumtif dan Hutang Produktif.

Hutang konsumtif artinya kita berhutang sesuatu untuk yang kita habiskan, yang tidak menghasilkan apa-apa sedangkan produktif adalah hutang yang dilakukan untuk mendatangkan penghasilan lebih.

Hutang konsumtif tidak menghasilkan pendapatan namun mengeluarkan bunga dan cicilan. Ini adalah jenis hutang yang berbahaya.

Contoh hutang konsumtif yaitu ketika kita membeli ponsel baru dengan menggunakan cicilan namun, kita tidak menghasilkan apa-apa.

Namun, ketika ponsel yang kita beli digunakan dengan baik dan menghasilkan berbagai macam hal seperti membuat konten video untuk di post di sosial media, atau membuat ulasan untuk tempat tertentu dan dapat menghasilkan, itu disebut dengan hutang produktif.

Contoh hutang produktif yaitu kamu membeli rumah untuk disewakan atau membeli mobil dan digunakan untuk menghasilkan uang kembali sehingga kita dapat kembali membayar hutang kita, itulah hutang produktif.

Kapan kita boleh berhutang?

Hutang konsumtif memiliki dua sifat, konsumtif dan investasi. Juhono S. Sudirgo mengatakan bahwa “Tidak benar jika kita memulai investasi awal dari hutang.”

Sebelumnya Juhono pun mengatakan bahwa jika melakukan investasi awal untuk memulai suatu bisnis, ada kemungkinan bahwa bank sekalipun tidak akan memberikan pinjaman.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan hutang invetasi?

Sebagai mantan banker, Juhono memberikan nasihat kepada para calon nasabah bahwa untuk 3 tahun pertama menjalankan bisnis, sebaiknya menggunakan modal pribadi terlebih dahulu.

Kemudian, untuk untuk pengembangan usaha atau ekspansi baru bisa menggunakan hutang bank. Hal yang sama berlaku ketika kita hendak melakukan investasi pada kendaraan ataupun tempat tinggal.


Baca juga:

Cara Atasi Hutang & Menambah Penghasilan, Rahasianya Diungkap di Webinar Solusi Talks Ini

Solusi Talks Financial, Menjadi Jawaban di Masa Krisis

Penyebab Hutang Konsumtif

Kemudian, dari banyaknya konseling keuangan yang ditangani oleh Juhono, beliau menemukan 3 penyebab utama hutang konsumtif, diantaranya:

1. Salah gaya hidup

2. Salah investasi

3. Musibah tanpa asuransi

Sering kali kita terperangkap hutang karena 3 masalah di atas. Kita perlu tahu dan menyadari apa faktor yang membuat kita terjatuh sehingga kita bisa lebih waspada sekaligus mengatasi ‘lubang kita’.

Sumber : Solusi Talks | Juhono S. Sudirgo

Ikuti Kami