Serang Pendeta Berkulit Hitam, 5 Orang Ini Dituntut dengan Tindakan Kebencian di Virginia

Serang Pendeta Berkulit Hitam, 5 Orang Ini Dituntut dengan Tindakan Kebencian di Virginia

Claudia Jessica Official Writer
555

Aparat penegak hukum di daerah Shenandoah, Virginia, Amerika Serikat  menangkap lima orang karena keterlibatan mereka dalam serangan terhadap seorang pendeta kulit hitam.

Pada tanggal 1 Juni, Pastor Leon McCray dari Lighthouse Church & Marketplace Ministries International memperhatikan ada dua orang menyeret lemari es ke tempat sampah di sebuah kompleks apartemen yang ia miliki.

“Saya meminta mereka untuk meninggalkan property itu, karena mereka masuk tanpa izin dan mereka menjadi sangat marah,” kata McCray.

Terlepas dari kemarahan mereka, dua orang itu pergi tetapi mereka kembali bersama dengan tiga orang lainnya. Pendeta itu mengatakan bahwa mereka menyerangnya sehingga dia mengambil senjata untuk melindungi diri dan memanggil polisi.

“Pada saat yang sama, mereka semua mengancam akan membunuhku dan melakukan semua jenis penghinaan rasis. Bahkan itu mencapai titik terburuk,” kata McCray.

“Aku tidak bisa pergi, aku tidak bisa melakukan apapun, dan dengan ancaman mereka, aku merasa harus menyelamatkan hidupku, aku harus menarik senjataku.”

Ketika polisi tiba, hanya satu yang berbicara dengan McCray tetapi tidak meminta cerita melalui perspektifnya. Mereka mengambil senjatanya dan menangkapnya karena mengacungkan senjata api.

“Betapa memalukan, betapa tidak manusiawinya. Melihat orang-orang yang tadi mengancamku bersorak sambil melambaikan tangannya ketika saya dibawa pergi ke penjara,” katanya kepada The Northern Virginia Daily.

“Dan mereka mengambil senjataku, dan di depan lima orang kulit putih ini yang masih mengancam hidupku.”

Menyusul penangkapannya, Kepala Polisi Daerah Kabupaten Shenandoah Timothy Carter menemui sang pendeta dan memutuskan bahwa tuduhan terhadap McCray ‘benar-benar tidak tepat’.

“Saya memberi tahu Mr McCray, jika saya dihadapkan dengan keadaan yang serupa, saya mungkin akan melakukan hal yang sama," kata Kepala Polisi Daerah Carter selama konferensi pers yang direkam.

"Saya ingin orang-orang di Wilayah Shenandoah tahu saya dan staf Kantor Polis Daerah menghargai dan peduli dengan komunitas minoritas, dan terutama komunitas kulit hitam kami, di wilayah Shenandoah," tambah Carter.

"Juga, saya terus mendukung dan mengakui pentingnya hak-hak Konstitusional, terutama hak Amandemen ke-2 kalian untuk melindungi diri dan keluarga kalian."

Kepala Polisi mengundang McCray untuk berbicara dengan stafnya dan menyampaikan pandangannya tentang kesetaraan ras.

McCray mengatakan dia ingin melihat perubahan di kantor kepolisian dan dia percaya Carter mulai mengambil langkah-langkah ke arah itu.

Kelima orang yang terlibat dalam insiden itu didakwa dengan penyerangan secara bersama-sama dan kejahatan rasial. Kelompok itu ditahan tanpa jaminan ketika pihak kepolisian melanjutkan penyelidikannya. Mereka akan muncul di pengadilan bulan depan.

Sebagai orang percaya yang mengasihi Tuhan tentu saja kita tidak boleh melakukan seperti yang dilakukan oleh lima orang tadi. Setiap orang berharga dan mulia, tidak perduli latar belakangnya dan warna kulitnya. Untuk itu kita harus saling mengasihi dan memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:1).

Sumber : CBN

Ikuti Kami