Tunda Pembukaan Gereja Katolik Sampai Juli, Ini Alasan Keuskupan Agung Jakarta

Tunda Pembukaan Gereja Katolik Sampai Juli, Ini Alasan Keuskupan Agung Jakarta

Lori Official Writer
967

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) memilih untuk memakai waktu selama bulan Juni 2020 sebagai masa persiapan pembukaan gereja untuk umum.

Meskipun pemerintah sudah secara resmi mengumumkan izin pembukaan rumah ibadah sejak 5 Juni yang lalu. Namun KAJ menilai penting untuk membuka rumah ibadah secara bertahap pada bulan Juli 2020 mendatang.

Di masa persiapan ini, KAJ akan membuat serangkaian aturan new normal peribadatan di gereja-gereja Katolik di wilayah Jakarta. Diantaranya, melakukan penjagaan ketat oleh petugas yang dibentuk secara khusus selama masa pandemi sampai penyediaan sarana dan prasarana selama pelaksanaan misa sesuai pedoman KAJ.

Selain itu, KAJ akan membatasi jumlah jemaat yang bisa hadir di misa mingguan dan harian. Pembatasan ini juga berlaku untuk pelaksaaan Misa Biara atau Misa Komunitas Religius.

Selama bulan ini, Keuskupan sendiri akan menyiarkan rangkaian ibadahnya lewat Live Streaming Youtube dan juga siaran langsung di stasiun televisi nasional TVRI.


Baca Juga:

Rumah Ibadah Bakal Dibuka Minggu Ini, PGI Ajak Gereja Menahan Diri

Sebelum Rumah Ibadah Dibuka, PGI Himbau Gereja dan Jemaat Kristen Patuhi Panduan Ibadah Ini...


Berbeda halnya dengan KAJ, Keuskupan di wilayah lain justru sudah siap kembali melakukan ibadahnya di gedung gereja mulai minggu ini. Hal ini tampak dari persiapan gereja-gereja Katolik di Jawa Timur dan juga di Jawa Tengah.

Di wilayah Keuskupan Malang, Jawa Timur sendiri terdapat 31 gereja Katolik. Izin pembukaan puluhan rumah ibadah ini sudah dikeluarkan oleh Uskup Malang Mgr Henricus Pidyarto. Kendati begitu, dia menekankan bahwa izin itu bukan bentuk paksaan, melainkan tawaran. Jadi ada kemungkinan gereja yang menunda pembukaan dan ada pula yang akan segera membukanya untuk umum.

Namun uskup tetap menghimbau supaya gereja-gereja yang mulai beribadah di gedung bisa menjalankannya sesuai dengan aturan baru dari pemerintah. Beberapa diantaranya meliputi izin pembukaan dari Gugus Tugas Covid-19 di daerah setempat, menyediakan fasilitas kebersihan seperti masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengukur suhu, penyemprot disinfektan dan pembatasan jarak tempat duduk jemaat.

Sementara Gereja Santo Yosep Purwokerto, Jawa Tengah sudah melakukan persiapan maksimal untuk menyambut ibadah tatap muka pada Minggu mendatang. Bahkan hampir semua protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah sudah dipenuhi oleh gereja. Yang berbeda adalah gereja ini akan membuat pembatasan jumlah jemaat hanya untuk 120 orang saja. Mereka bahkan juga harus lebih dulu emndaftarkan diri melalui google form.

Bukan hanya Gereja Katolik, tetapi gereja-gereja Protestan di seluruh Indonesia juga sedang membenahi diri untuk pelaksanaan ibadah tatap mukanya sejak minggu ini. Melalui PGI, gereja-gereja dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.

Untuk diingat bahwa penerapan protokol kesehatan ini dianggap sangat penting. Karena risiko penularan virus covid-19 masih sangat besar. Sehingga gereja-gereja diharapkan bisa mematuhi peraturan ini sebaik mungkin selama masa-masa pandemi ini masih berlangsung.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami