Persekusi di India Meningkat, Remaja Kristen Ini  Dibunuh  Kerena Sentimen Agama

Persekusi di India Meningkat, Remaja Kristen Ini Dibunuh Kerena Sentimen Agama

Puji Astuti Official Writer
895

Seorang remaja Kristen di India tewas dengan tragis ditangan sekelompok orang Hindu fanatik. Anak laki-laki berusia 14 tahun tersebut diculik dan dimutilasi dengan motif sentimen keagamaan, dan bukan pertama kalinya terjadi di desa tempat ia tinggal.

Samaru Madkami, remaja yang masih di kelas tujuh tersebut tinggal di desa Kenduguda, Provinsi Odisha, India yang lokasinya cukup terpencil. Ia tinggal hanya bersama ayahnya dan saudara perempuannya, karena sang ibu telah meninggal dunia.

Pada Kamis malam (4/6/2020) lalu, sekelompok orang mengajak Samar u ke hutan dan membunuhnya dengan sadis. Setelah mengubur tubuhnya, kelompok itu kembali ke desanya dan sekitar jam 12 malam mendatangi sepupu Samaru, yaitu Unga dan membawanya ke hutan dibawah ancaman pisau, namun ia berhasil melarikan diri dan langsung melapor ke kantor polisi.

"Waktu itu, para fanatic mencoba mengikatku di dalam karung goni dan melemparkanku ke  sungai," jelas Unga kepada organisasi pemerhati persekusi terhadap umat Kristen, Persecution Relief.

Sewaktu kejadian, ayah Samaru sedang mengantarkan anak perempuannya ke rumah sakit. Ayah Samaru sendiri adalah seorang penatua di sebuah gereja Bethel  dan telah beberapa kali mendapatkan ancaman pembunuhan.

Pada tanggal 5 Juni 2020, sekitar selusin orang ditangkap dan diinterogasi oleh polisi, dan esok harinya pada tangga 6, pelaku menunjukan tempat pembunuhan dan dimana korban dikuburkan.

Keluarga Samaru baru menjadi Kristen sekitar 3 tahun lalu, demikian keterangan yang diberika Pendeta Bijay. Sekalipun masih remaja, menurut Pendeta Bijak sosok Samaru adalah anak yang sangat bersemangat bagi Kristus.

“Dia selalu membagikan firman Tuhan kepada anak-anak dan remaja di desanya,” demikian kenang Pendeta Bijay.

Baca juga : 

Setelah Menyanyikan Lagu ‘I Have Decided To Follow Jesus’ Keluarga India Ini Dibunuh!

India Cegah Pemurtadan Dengan Larang Lembaga Nirlaba Dapat Dana Dari Luar Negeri

Pendiri Persecution Relief, Shibu Thomas menyatakan bahwa apa yang terjadi pada Samaru Madkami ini adalah kasus yang paling mengerikan yang pernah ia lihat dari 1500an kasus persekusi umat Kristen yang pernah ia tangani selama karirnya.

“Kebencian dan agresi di benak para fanatik agama dan sifat brutal dari kejahatan ini membuat saya tercengang!” demikian ungkap Shibu Thomas.

Dampak fanatisme agama sangat mengerikan, hingga membuat orang melakukan sesuatu yang brutal dan diluar rasa kemanusiaan. Ujaran kebencian terhadap umat Kristen pun terjadi di berbagai pelosok India. Pada  triwulan pertama 2020 saja, Persecution Relief mencatat sudah ada  187 kasus persekusi terhadap umat Kristen.

India sekarang berada di urutan ke 10 dalam daftar negara-negara terburuk yang melakukan persekusi kepada umat Kristen menurut Open Doors Amerika. Sejak Partai Bharatiya Janata berkuasa di tahun 2014, Open Doors mencatat jumlah persekusi terhadap umat Kristen terus meningkat.

Mari terus berdoa bagi umat Kristen India agar mereka tetap diberikan iman yang teguh dan keberanian untuk terus memberitakan Injil. Juga lepaskan berkat dan hujan pertobatan untuk negara yang menduduki urutan ke dua  penduduk terbanyak di dunia, kiranya kasih Tuhan melawat India. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami