Luhut Ingatkan Pemimpin Gereja Untuk Jangan Bosan Kotbahkan Tentang Disiplin di New Normal

Luhut Ingatkan Pemimpin Gereja Untuk Jangan Bosan Kotbahkan Tentang Disiplin di New Normal

Puji Astuti Official Writer
819

Indonesia saat ini sudah memasuki masa transisi kepada kenormalan baru (new normal), bukan hanya  dunia usaha, kegiatan keagamaan pun sudah mulai kembali  beraktifitas dengan normal baru ini. Dalam sebuah diskusi virtual bersama para pendeta dan pimpinan gereja, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya disiplin dalam masa-masa ini.

Luhut meminta para hamba Tuhan untuk selalu mengingatkan jemaat agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah seperti cuci tangan, pakai masker  dan jaga jarak.

"Disiplin individu, dan kolektif harus betul-betul dijalankan. Oleh sebab itu, saya sarankan jangan lelah-lelahnya kalau khotbah dikaitkan kepada disiplin ini, kaitkan kebersamaan, kaitkan seperti yang ada dalam Galatia 6:2. Karena PSBB itu sukses sangat bergantung kepada disiplin untuk jaga jarak, cuci tangan dan penggunaan masker. Jangan pernah bosan-bosannya untuk menyampaikan ini," demikian ungkap Luhut dalam dialog bertema Berubah atau Tertinggal pada Senin (1/6) lalu. 

Acara diskusi virtual tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Jubileum 70 Tahun Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Baca juga :

Sambut New Normal, Jokowi Perintahkan Pembukaan Tempat Ibadah Melalui Tahapan Ketat

New Normal Kembali Ke Kantor, Ini Protokol yang Harus di Ikuti Oleh Perusahaan

Dalam masa kenormalan baru, menurut Luhut dengan menjalankan protokol kesehatan hal tersebut telah menyelesaikan 60 persen masalah COVID-19.

"Jadi sederhana sekali. Disitulah kunci keberhasilan kita, betapa dahsyatnya penggunaan masker. Kita tidak perlu ketakutan yang berlebihan, dan juga kita perlu cek ricek agar tidak mudah menyebarkan berita-berita di media sosial yang tidak jelas sehingga menimbulkan ketakutan karena itu tidak baik," demikian tambahnya.

Selain menyoroti pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah diterapkan, Luhut juga memperlihatkan sisi positif dari dampak wabah COVID-19 saat ini, salah satunya adalah mempercepat kemandirian sector nasional seperti memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri.

"Covid-19 mempercepat kemandirian sektor nasional, seperti misalnya kita baru sadar kalau alat-alat kesehatan, obat, APD dan lainnya itu 90 persen kita impor, sekarang Presiden menekankan kita akan memakai memproduksi sendiri. Nah, saya menghimbau agar putra-putri kita di gereja terlibat untuk memproduksi di dalam negeri," demikian ajak Luhut.

Untuk itu masyarakat, termasuk umat Kristen harus terlibat dalam hal ini, salah satunya dengan bangga menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.

Gereja harus menjadi yang terdepan dalam penerapan protokol kesehatan untuk memerangai COVID-19 ini, untuk itu pendeta dan pemimpin gereja jangan jemu-jemu mengingatkan jemaatnya untuk disiplin, seperti masukan yang diberikan oleh Menko Luhut di atas.

Selain itu, untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional, ingat ya, untuk memakai produk-produk dalam negeri. Indonesia pasti bisa melalui masa-masa sulit ini, jika setiap elemen masyarakat termasuk gereja dan jemaat menjalankan setiap anjuran yang diberikan oleh pemerintah

Sumber : PGI

Ikuti Kami