Lori

Official Writer
1053


Berawal dari live Instagram, Barry Likumahuwa memberikan pengaruh kepada banyak orang untuk fokus memuji Tuhan lewat pujian dan penyembahan di masa-masa pandemi Covid-19.

Dia mengaku bahkan ide ini dia dapatkan ketika sedang bercakap-cakap dengan sang istri Adinda di suatu hari. Lalu keduanya sepakat untuk memilih tidak fokus pada krisis yang terjadi akibat pandemi tetapi hanya akan fokus kepada Tuhan.

"Waktu minggu-minggu pertama pandemi, saya bikin live worship sama istri saya. Kita berdua cuman main gitar sambil nyanyi. Bisa satu jam bisa setengah jam tergantung. Jadi kita gak atur waktu, kita cuman natural aja. Kita pengen seminggu full kita praise dan worship. Karena kita pikir daripada cuman baca berita yang bikin kita pusing, baca berita yang begini nanti situasinya begini. Ekonomi bakal jatuh apa segala macam, pokoknya semua hal yang gak asyik yang kita baca di berita,  lets just keep the focus. Kita fokus sama Tuhan aja gitu. Lalu dari situ mulai banyak yang bilang ‘Kak, please bikin tiap malem. Kita terberkati banget.’" terang Barry.

Meski begitu, putra dari musisi Jazz Benny Likumahuwa ini mengaku bahkan sekalipun respon-respon itu tidak ada. Dia akan tetap melakukannya karena hal itu bukan bicara tentang bagaimana memotivasi orang lain untuk memuji Tuhan. Tapi sebaliknya, bahwa Tuhan memang layak dipuji dan disembah.

“Buat saya, even misalnya gak ada yang bersaksi seperti itu, saya akan tetap lakuin ini. Karena saya lebih prefer inspirasi orang aja. Kalau saya memotivasi orang, saya harus paksa-paksa dia untuk worship Tuhan. Buat saya gak. Its all about inspiration. Saya worship Tuhan karena Dia memang layak ditinggikan  dan Tuhan baik buat hidup saya. Jadi kalau temen-temen yang liat saya, mereka ngalamin hal yang sama why not kita gather, sama-sama kita worship. Walaupun situasinya kita gak bisa ngumpul. Tapi kita bisa di rumah masing-masing, let’s worship God,” ungkapnya.


Baca Juga:

Cerita Natashia Nikita Soal Penjarah yang Bertobat Karena Lagu Rohaninya, Unik Tapi Nyata!

Gideon Simanjuntak: Ditinggal Pergi Papa Bikin Aku Hidup dalam Kebencian


Namun di sisi lain, bassist kenamaan Indonesia inipun sebenarnya  juga melakukan hal serupa bersama rekan-rekannya dari Sound of Hope, yang dibentuknya sejak tahun 2015 silam. Mereka pun mulai mengadakan pujian penyembahan secara online selama masa-masa pandemi ini.

“Kita (Sound of Hope) memang biasa mengadakan ibadah setiap bulan di hari Senin dari tahun 2015 masih berjalan sampai sekarang. Cuma semenjak pandemi ini, di bulan Maret dan April kita putuskan untuk kita beralih ke online fellowship, online service. Karena pertama kita juga mau taat sama peraturan pemerintah. Dan juga di sisi lain ini menjadi kesempatan sama orang yang ada di luar kota untuk bisa menikmati ibadah kita juga,” terangnya.

Sama seperti apa yang dia sampaikan sebelumnya bahwa panggung pujian penyembahan online ini bukan semata-mata untuk memotivasi orang lain untuk memuji Tuhan. Tapi lebih dari itu, dia menegaskan bahwa Sound of Hope dibentuk sejak awal sebagai bentuk persembahan untuk Tuhan. Karena sebagai musisi, mereka kerap mendapatkan pujian dari banyak orang. Dan Barry berpikir sudah seharusnya mereka mengembalikan pujian itu untuk Tuhan.

“Dari awal visi dari Sound of Hope itu, kita musisi-musisi yang terbiasa ada dipanggung, kita biasa dapat tepuk tangan, kita biasa dapat pujian. Tapi kita memutuskan untuk berkumpul kita bilang semua pujian itu harusnya bukan untuk kita tapi kita kasih lagi ke yang nyiptain kita. Karena Dia yang kasih kita semuanya, kemampuan kita bermusik sampai hari ini even buat saya pribadi, saya bisa sampai kayak sekarang, semata-mata hanya karena kasih karunia. So that’s the main idea of Sound of Hope. Kita pengen jadikan pujian dan penyembahan sebagai esensi, sebagai napas utama dari komunitas ini,” pungkasnya.

Barry berharap Sound of Hope bisa menghadirkan harapan bagi semua orang melalui pujian dan penyembahan. Dan di tengah masa-masa pandemi ini, mereka berharap panggung pujian ini bisa mengubah fokus orang-orang kepada Tuhan.

Dia pun mendorong semua orang untuk mengubah fokus kepada Tuhan dengan penyembahan di dalam Roh dan kebenaran dan bukan berdasarkan perasaan atau situasi yang terjadi di sekeliling. Menyembah Tuhan itu seharusnya tidak hanya dilakukan saat keadaan baik-baik saja, tapi juga bagaimana kita tetap setia menyembah Tuhan saat dalam keadaan buruk sekalipun.


Apakah kamu merasa diberkati dengan tayangan kesaksian ini? Mari bagikan kisah ini kepada orang-orang terdekatmu supaya mereka ikut diberkati. Mari dukung pelayanan CBN dengan terus berdoa dan berpartisipasi menjadi mitra kami dengan mengklik link   di sini.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7243

Banner Mitra Juli 1-2