Artis-artis Kristen Ini Serukan Dukungan ‘Justice For George Floyd’ Atas Kasus Rasis AS

Artis-artis Kristen Ini Serukan Dukungan ‘Justice For George Floyd’ Atas Kasus Rasis AS

Lori Official Writer
1280

Pada 25 Mei 2020 lalu, Amerika Serikat dikejutkan dengan kasus kematian pria kulit hitam 46 tahun, George Floyd. Kematian ini sendiri dianggap tidak wajar karena dia meregang nyawa justru saat berada di tangan seorang polisi.

Kejadian ini terjadi ketika Floyd ditangkap oleh polisi di luar sebuah toko di Minneapolis, Minnesota. Dalam keadaan terborgol dan dibiarkan berbaring di jalan, polisi yang diidentifikasi bernama Derek Chauvin itu justru menekan bagian lehernya dengan lututnya dengan sangat kuat. Sehingga pada akhirnya Floyd kesulitan bernapas sampai akhirnya meninggal dunia. Padahal sebelum meninggal, Floyd merintih tak bisa bernafas dan memohon untuk dibiarkan berdiri.

Kematian Floyd pun dinilai sangat tidak manusiawi. Terlebih sebagai pria kulit hitam, Floyd diduga menjadi korban kekerasan atas dasar ras seperti banyak dialami oleh keturunan kulit hitam di Amerika Serikat (AS) sejak bertahun-tahun lamanya.

Kasus ketidakadilan inipun menyulut kemarahan warga AS, khususnya keturunan kulit hitam. Keprihatina terkait kasus kematian George Floyd pun terus meluas dan mengundang simpati dari kalangan artis dunia.

Sampai hari ini, ada begitu banyak dukungan yang datang dari kalangan selebritis, khususnya selebritis Kristen. Mereka ikut menyerukan dukungan terhadap petisi ‘Justice For George Floyd’.

Adapun beberapa selebritis Kristen yang menyampaikan keprihatinannya adalah:

Oprah Winfrey

Dalam akun Instagram-nya, Oprah Winfrey menulis perasaannya yang begitu dihantui oleh tindakan kejam Derek Chauvin.

"Aku sudah mencoba memproses apa yang bisa dikatakan atau didengar saat ini. Aku belum bisa melepaskan bayangan di kepalaku dimana lutut ditaruh di lehernya. Setiap pagi bayangan itu selalu muncul saat aku bangun da saat melakukan tugas-tugasku. Sambil menuangkan kopi, mengikat sepatu dan menarik napas, aku berpikir: Dia tidak bisa melakukan ini. Dan sekarang video dari sudut lain dimana dua petugas lainnya menahan dia. Hatiku sangat terluka. Keluarga dan teman-temannya menyampaikan dia adalah pria besar yang sangat lembut. Kematiannya menunjukkan kepada kita bahwa dia adalah pria yang berjiwa raksasa. Jadi kebesarannya ditentukan oleh pengaruhnya, George Floyd adalah sosok yang memiliki jiwa yang perkasa," tulisnya.

Vanessa Bryant, istri mendiang pebasket Kobe Bryant

Dengan mengundah satu foto yang menampilkan Kobe Bryant mengenakan kaos bertuliskan ‘I Can’t Breath’, Vanessa mengungkapkan keprihatinannya bahwa rasisme terhadap kaum kulit hitam di Amerika Serikat terus berulang.

Dia pun menyampaikan pesan perdamaian kepada semua orang bahwa akan jauh lebih baik jika setiap orang bisa saling berbagi dan merangkul.

“Suamiku mengenakan baju ini bertahun-tahun yang lalu dan sekarang kita kembali lagi. #ICANTBREATHE. Hidup ini sangat rapuh. Hidup ini sangat tidak terduga. Hidup ini sangat singkat. Hidup ini terlalu pendek. Mari kira berbagi dan merangkul kualitas dan persamaan yang indah yang kita semua bisa bagikan sebagai manusia. Usir kebencian. Ajarkan rasa hormat dan kasih untuk semua orang di rumah-rumah dan sekolah. Sebarkan kasih. Berjuanglah untuk perubahan, daftarkan dirimu ke VOTE. Jangan menggunakan nyawa yang tak berdosa sebagai alasan untuk menjarah. JADILAH CONTOH PERUBAHAN YANG KITA INGINKAN. #BLACKLIVESMATTER,” tulisnya.


Baca Juga: Justin dan Hailey Bieber Beberkan Pentingnya Menjadikan Yesus Fokus Utama Selama Pandemi


Dwyane ‘The Rock’ Jhonson

Pria yang kerap disapa The Rock ini menegaskan bahwa seorang polisi tak seharusnya bertindak sesukanya terhadap tahanan. Karena ada batasan-batasan aturan yang harus dipatuhi saat akan melakukan tindakan kekerasan terhadap tahanan.

Dia pun menyampaikan bahwa tindakan Derek Cauvin adalah bentuk kekerasan yang tidak berperasaan, tindakan rasisme dan pembunuhan.

“Beberapa hari terakhir aku terpana mencoba memahami kematian George Floyd. Video itu. Permohonan untuk bisa bernapas. Respon yang tidak berperasaan. Rasisme. Pembunuhan. Ini adalah penyakit yang terus ada pada kita. Aku punya anggota keluarga seorang polisi. Tapi dia adalah pria yang baik,” tulisnya.

Dia pun menjelaskan bahwa ada kode etik bagi seorang polisi dimana dia berwewenang untuk memakai kekerasan.

“Ada kode polis, memberi Anda wewenang untuk menggunakan kekerasan jika hidup Anda dalam bahaya. Tapi saat seorang pria diborgol, terbaring di tanah, tidak lagi menjadi ancaman, Anda dan teman-teman Anda berpelukan berdiri di sekitarnya menonton dan sementara dia berjuang untuk meminta tolong ‘aku tidak bisa bernapas’, dimana lututmu Anda taruh di lehernya..bukan punggungnya, tapi lehernya, menghentikan udara masuk. Kode etik polisi harus menjadi kode etik moral. Kode etika. Kode kemanusiaan.

“Mengetahui bahwa kalau Anda tidak ‘Tenanglah, maka orang itu akan mati. Jadi saat Anda memutuskan untuk tidak tenang, niat Anda adalah untuk membunuh. Dan itulah yang terjadi. Kata Goerge Floyd.’

“Saat dia berjuang meminta bernapas. Dia memintanya sebanyak 15 kali. Tidak sekali. Tidak dua kali. 15 kali. Para petugas ini akan dituntut, aku yakin akan hal itu. Aka nada pertanggungjawaban. Tapi dimana akuntabilitas yang lebih tinggi? Kepemimpinan yang menyembuhkan, kepemimpinan untuk KESETARAAN. Kita hanya akan menang saat kita bisa menormalkan kesetaraan. Aku sangat menyesal atas apa yang dialami keluarga Floyd. Hatiku hancur atas apa yang kalian alami. Prosesnya dimulai sekarang. #JusticeForGeorgeFloyd #NormalizeEquality.”

Justin Bieber

Sebagai keturunan kulit putih, Justin Bieber sendiri mengungkapkan bahwa kasus kematian George Floyd sangat menyedihkan. Dia pun menyerukan supaya kasus serupa semacam itu tak lagi terjadi. “INI HARUS BERHENTI,” tulisnya.

Dia mengaku tindakan polisi terhadap Floyd benar-benar menyakitkan. “Ini membuatku marah karena kematian pria itu. Ini membuatku sedih. Rasisme adalah kejahatan, kita perlu menggunakan suara kita! Menolong orang lain. Aku minta maaf GEORGE FLOYD!” lanjutnya.

Petisi Justice for George Floyd pun sudah ditandatangani oleh lebih dari 10 ribu orang. Sementara sang polisi telah dicabut tugas sebagai polisi dan menunggu pengadilan untuk melakukan proses hukum.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami