Lori

Official Writer
613


Hampir setiap negara mulai mengumumkan pembukaan kembali di segala sector pasca pandemi Covid-19 mulai mereda. Bukan hanya di Amerika, tapi negara-negara di Eropa dan Asia sudah mengambil langkah pemulihan ekonomi dengan kembali menjalani akvititas normal per Juni 2020.

Terkait kabar ini, sebagian gereja pasti merasa senang karena kembali bisa berkumpul dengan sesama rekan sepelayanan. Tapi di sisi lain justru merasa ragu dengan kebijakan pembukaan rumah ibadah yang dianggap terlalu dini.

Dari dua pandangan berbeda ini, timbul satu pertanyaan yaitu apakah gereja benar-benar sudah siap dibuka kembali?

Di tengah pandemi Covid-19 yang sebenarnya masih belum pulih secara total ini, ada banyak orang yang takut jika ternyata pembukaan ini bisa menimbulkan gelombang kedua pandemi di berbagai negara. Namun dengan mempertimbangkan hal itulah, gereja-gereja mulai memikirkan cara aman selama pembukaan awal ini.

Sebagian gereja sudah berpikir untuk menyusun langkah-langkah terbaik dan teraman untuk diterapkan selama proses ibadah minggu yang akan datang.

Ada banyak gereja yang memilih untuk tetap menerapkan jarak sosial bagi jemaatnya serta pembatasan jumlah kehadiran di gereja, dimana maksimalnya dibatasi sampai 25% dari jumlah total jemaat.

Bahkan gereja-gereja yang terdiri dari berbagai latar belakang memilih untuk melakukan pola ibadah yang berbeda. Diantaranya ada yang akan menggelar ibadah di luar gereja, berkumpul di dalam ruangan gereja dan ada pula yang berencana melakukan dengan membiarkan jemaat beribadah di dalam mobil mereka yang diparkirkan di halaman gereja.


Baca Juga:

Rumah Ibadah Bakal Dibuka Minggu Ini, PGI Ajak Gereja Menahan Diri

Rencana Pembukaan Makam Suci Yerusalem Ternyata Ditunda Karena Alasan Iniā€¦


Namun secara protokol kesehatan dari pemerintah, gereja-gereja diizinkan untuk melakukan ibadah di dalam ruangan dengan catatan memenuhi beberapa aturan ini:

1. Mengatur kursi bagi setiap jemaat, dimana setiap kursi diberi jarak minimal 1 meter dari jemaat lain.

2. Gereja juga diminta untuk melakukan pendaftaran kehadiran seminggu sebelum ibadah digelar. Hal ini bertujuan untuk membatasi kehadiran.

3. Gereja memastikan setiap jemaat memakai masker dan menyediakan tempat pencuci tangan dan hand sanitizer di depan pintu masuk gereja.

4. Gereja wajib menghapus setiap aktivitas yang mengharuskan jemaat bersentuhan secara fisik.

5. Gereja juga diminta untuk mengurangi waktu layanan sehingga ibadah bisa dilakukan jauh lebih singkat.

Aturan-aturan ini tentu saja membuat gereja sedikit kesulitan. Namun, hal ini penting dilakukan demi menjaga supaya jemaat tetap merasa aman dan nyaman selama ibadah. Selain itu, gereja juga bertindak untuk mendukung pemerintah dalam pencegahan selama masa pembukaan awal.

Sumber : Christianheadlines.com | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7241

Banner Mitra Juli 1-2