Tuhan Gak Pernah Terburu-buru, Percayalah Waktu-Nya Gak Akan Meleset!

Tuhan Gak Pernah Terburu-buru, Percayalah Waktu-Nya Gak Akan Meleset!

Lori Official Writer
1134

Bersabarlah dengan Tuhan dan juga dengan diri kita sendiri. Karena agenda atau waktunya Tuhan memang pasti akan selalu berbeda dengan agenda atau waktu yang kita buat sendiri.

Waktu kita merasa harus melakukan sesuatu secepatnya, maka Tuhan berpikir sebaliknya. Gak heran kalau kondisi yang berjalan dengan sangat lambat dan pelan ini pun akan membuat kita frustrasi.  

Ingatlah bahwa Tuhan gak pernah terburu-buru, tapi juga selalu tepat waktu.

Di Titus 1: 1-3, Paulus mengingatkan kita kalau Allah itu gak pernah berdusta. Janji-janji-Nya tepat dan gak pernah meleset. Karena itu kita perlu memperlambat langkah dan menunggu sampai waktuNya tiba untuk semua hal dalam hidup kita.

Waktu kita menunggu, kita tetap di tempat sembari mempersiapkan diri untuk mendapatkan apa yang kita harapkan terjadi. Menunggu sambil mempercayai Tuhan berarti tetap dalam kesiapan atau antisipasi sampai kita melihat pekerjaan Tuhan. Sementara waktu terburu-buru, kita berharap semua hal bisa diselesaikan dengan cepat. Kita mencari jawaban atau penyelesaian yang hanya membuatku tenang. Kita akan mulai merasa resah saat kita harus menunggu.

Di Kejadian 12: 1-25 dikisahkan bahwa di usia 75 tahun Tuhan berjanji kepada Abraham untuk menjadikan keturunannya jadi sebuah bangsa yang besar. Di usia 90 tahun Abraham justru baru mendapatkan seorang anak. Tapi selama masa itu, Abraham tetap menunggu dan percaya pada janji Tuhan.

"Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4: 18-21)

Selain Abraham, Alkitab juga menulis tentang proses panjang yang harus dilalui Musa untuk melayani Tuhan. Dia butuh 80 tahun untuk siap, dimana 40 tahun dia harus berkelana di padang belantara dan selama 14.600 hari dia menunggu dan bertanya, ‘Apakah ini sudah waktunya?’ Tapi Tuhan berkata, ‘Belum’.

Orang-orang besar dibentuk lewat proses menunggu yang panjang, lewat badai dan musim penderitaan. Jadi, jangan mencoba untuk keluar dari sebuah kondisi atau keadaan sebelum waktunya. Biarkan proses bekerja dalam hidupmu untuk mendatangkan pekerjaan baik.

“Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1: 4 )

Bahkan dalam kasus Habakuk, ada banyak dari kita mungkin berpikir kalau Tuhan bertindak terlalu cepat. Tapi Dia menekankan bahwa segala sesuatu yang dilakukanNya gak seharipun meleset dari rencana.

“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2: 3)


Baca Juga: 6 Dosa yang Sering Orang Kristen Lakukan Saat Online, Nomor 5 Bahaya Banget!


Sikap terburu-buru dalam hal ini juga berlaku atas tindakan atau reaksi kita dalam menghadapi masa pandemi ini. Kita bisa lihat ada banyak orang yang mulai resah karena tindakan sekelompok orang yang sangat terburu-buru ingin bepergian ke berbagai tempat dan ruang publik sementara kondisinya bisa dibilang masih benar-benar belum baik. Karena itulah kita perlu bimbingan dan arahan Tuhan untuk tahu persis kapan waktu terbaik Tuhan untuk kita tetap diam di rumah dan kembali ke ruang publik. Apakah Dia benar-benar sudah mengizinkan kita untuk berkeliaran bahkan di masa-masa yang masih sangat riskan ini? Semua kembali kepada hubungan kita dengan Tuhan. Apakah kita memilih untuk menjalankan agenda kita sendiri dan memenuhi hal yang kita inginkan sesuai dengan waktu yang kita buat? Atau apakah kita memilih menahan diri sampai Tuhan benar-benar berkata ‘Sudah waktunya.’

Mari sama-sama merenungkan hal ini di masa-masa ini. Kita memang menghadapi banyak proses yang tidak mengenakkan, tapi maukah kita taat menunggu dan mempersiapkan diri untuk mendapatkan apa yang kita harapkan terjadi? 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami