6 Dosa yang Sering Orang Kristen Lakukan Saat Online, Nomor 5 Bahaya Banget!

6 Dosa yang Sering Orang Kristen Lakukan Saat Online, Nomor 5 Bahaya Banget!

Lori Official Writer
1714

Ada banyak diantara kita yang tanpa sadar merasa melakukan hal benar . Padahal kalau ditelusuri ke dalam firman Tuhan, ada banyak diantaranya yang justru merupakan dosa yang kita anggap biasa saja.

Dosa ini kerap kita lakukan saat berada di dunia online. Apa saja dosa-dosa yang kita tidak sadari itu?

1. Pamer

"Hari ini aku habiskan waktu santaiku dengan duduk manis di tempat tidur, makan Pizza Rolls dan menonton Netflix selama 12 jam." Mungkin sebagian dari kita suka memamerkan apa yang kita punya dalam hidup. Itu bisa jadi tanda kalau kita mau membuktikan ke orang lain kalau kita hidup dengan bahagia.

Sayangnya, sebagai orang percaya kita harusnya bisa mengontrol diri dan menjadi lebih rendah hati. Karena kita sudah dianugerahkan Roh Kudus yang berperang melawan daging kita untuk menjaga kita dari melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan (Galatia 5: 17).

Jangan biarkan dagingmu mengendalikan tindakanmu. Jangan buang hari-harimu dengan melakukan hal-hal yang tidak menguntungkan.

“…Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.” (1 Timotius 5: 6)

2. Materialistis

Internet memberikan kita kekuatan untuk membeli apapun yang kita mau. Hanya dengan memesannya secara online, maka barang yang kita inginkan akan tiba di depan rumah. Waspadalah dengan kebiasaan membuang uang demi memenuhi keinginanmu saja.

Semakin kita terfokus pada kebutuhan kita, semakin sedikit pula keinginan kita untuk fokus pada hal-hal yang kekal. Bisa jadi inilah tanda-tanda kita sedang terjerat dalam materialisme.

Orang-orang materialistis biasanya akan memuaskan dirinya dengan hal-hal duaniwi yang dia anggap bisa mengangkat harkat dan derajatnya. Berbeda dengan orang-orang yang sudah hidup di dalam Kristus, dimana dia akan menganggap cukup dengan apa yang dia punya dan selalu bersukacita dalam kondisi apapun.

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (1 Yohanes 2: 15)

3. Angkuh

Media sosial adalah tempat yang tepat untuk pamer dengan kehidupanmu yang penuh dengan kesuksesan. Tapi hanya dengan menuliskannya dengan kalimat ‘selalu rendah hati atas kesempatan untuk…’ dan membubuhi postinganmu dengan tagar #blessed bukan berarti orang lain tidak merasa kalau kamu sedang memamerkan tentang kesuksesanmu. Kalau kamu tergoda untuk jadi sombong dan angkuh, ingatlah lebih dulu dari mana dan siapa kamu tanpa Tuhan.

Waktu kamu memposting sesuatu di media online, tanyakan lebih dulu apakah postingan itu hanya fokus pada dirimu sendiri atau kamu hanya inin mendapat perhatian dari orang lain.

Di mata Tuhan, kesombongan dan keangkuhan adalah salah satu dosa yang paling buruk karena kita tanpa sadar ingin mendapatkan pujian dan kemuliaan bagi diri kita sendiri. Jadi, jangan pernah melakukannya. Sebaliknya, jadikanlah media sosial untuk menunjukkan pekerjaan tangan Tuhan yang besar atas hidupmu.

“Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9: 23-24)

4. Memfitnah orang lain

Internet jadi tempat bagi banyak orang dengan mudah memfitnah dan mengolok orang lain tanpa takut mendapatkan balasan.

Kita biasanya jauh lebih berani melakukan tindakan itu di balik keyboard daripada bertatapan muka secara langsung.

Sebagai orang percaya, kita harus menunjukkan nilai kita sesuai dengan firman Tuhan. Jangan menjadi pengecut dengan menyerang orang lain hanya melalui layar keyboard. Sebaliknya, hindarilah kata-kata yang bersifat provocative dan sampaikanlah kata-kata yang menguatkan, memberi semangat dan penuh kasih.

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4: 29)

5. Munafik

Tanpa sadar banyak diantara kita yang bersembunyi di balik dunia online. Kita jadi pribadi yang sangat berbeda di dunia online dari realitanya. Kalau bisa dibilang hal ini persis seperti yang dilakukan oleh kaum farisi yang dituliskan dalam Alkitab.

Jadi, apakah kita mau disebut sebagai farisi-farisi online? Pastinya tidak bukan? Jadi, daripada mencoba jadi orang lain di dunia online, lebih baik menunjukkan dirimu yang sebenarnya. Gak ada kedok yang perlu kamu sembunyikan. Karena hal itu justru hanya akan jadi masalah besar buatmu ke depan.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” (Matius 23: 25)

6. Cemburu

Apakah kamu suka menghabisan waktu hanya untuk menonton semua insta story dari teman-temanmu? Tapi apakah kamu justru merasa mulai cemburu dengan kehidupan teman-temanmu? Waspadalah! Kecemburuan karena menyaksikan kehidupan orang lain di sosial media bisa jadi akar dosa yang akan tumbuh dalam hidupmu.

Kamu akan mendapati dirimu membenci orang-orang yang punya kehidupan lebih baik darimu. Kamu akan mulai komplain dan menganggap apa yang orang lain alami sama sekali gak fair dengan kehidupanmu.

Jangan biarkan sikap cemburu ini megaburkan pandanganmu tentang apa yang Tuhan rancangkan atas hidupmu. Tuhan menulis cerita hidupmu dan terimalah cerita itu.

“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yakobus 3: 16)

Bagaimana mengakui dosa-dosa ini dan meminta pertobatan kepada Tuhan?

Dalam Markus 7: 20-23 berkata, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Bertobat adalah memutuskan ikatan dosa yang ada di dunia. Dosa-dosa yang kita lakukan tentu saja sangat merusak. Karena itulah kita membutuhkan transformasi di dalam Kristus.

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” (1 Yohanes 1: 8-10)

Tuhan mau kita mengakui dosa kita dengan rendah hati. Karena dengan itulah Dia akan dengan mudah masuk ke dalam hidup kita dan mengubahkan kita sepenuhnya. Jadi sekarang, mari ambil waktu untuk menulis dosa-dosa apa yang sudah kita lakukan dan belum selesai dan akui di hadapan Tuhan. Mintalah supaya Tuhan membersihkan dan mentahirkanmu dari semua hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami