Berambisi Menikah Segera Mungkin Untuk Mendapatkan Rasa Aman? Kamu Harus Tahu Ini

Berambisi Menikah Segera Mungkin Untuk Mendapatkan Rasa Aman? Kamu Harus Tahu Ini

Claudia Jessica Official Writer
1125

Berapa banyak dari kita yang mengatakan ingin segera menikah karena merasa sudah cukup usia? Atau mungkin tidak mau menikah tua sehingga mendesak pasangan untuk segera menikahimu?

Tahukah kamu bahwa ada banyak suami istri yang berjuang mengahadapi masalah mereka lebih keras daripada para lajang? bahkan Paulus telah menyebutkan beberapa dari hambatan itu (1 Korintus 7: 32-35).

Alkitab mengatakan sesuatu yang jauh berbeda dari apa yang dikatakan masyarakat tentang hubungan. Kita harus mendapatkan keamanan dan nilai kita dari Tuhan dan bukan dari manusia yang tidak sempurna yang kebetulan menunjukkan kasih sayang kepada kita.

Jadi bagaimana menemukan rasa aman kita di dalam Allah dan bukan dari orang lain? Kita aka mambahas beberapa cara untuk mengingat identitas kita sebagai ank Allah.

1. Ingat siapa kamu

Laki-laki dan perempuan, Allah menciptakan kita serupa dengan gambaran-Nya. Tidak ada makhluk lain yang memiliki kehormatan ini. Bahkan hewan paling kuat atau paling cantik sekalipun tidak dapat mengklaim hal ini.

Tuhan juga menciptakan seluruh alam semesta, dan seluruh isinya. Jelas bahwa Tuhan tidak bergantung pada apapun, tapi ciptaan-Nya lah yang bergantung pada-Nya. Seperti manusia yang membutuhkan oksigen untuk hidup, Tuhan tidak perlu bertahan hidup dengan oksigen.

Ketika kita bergantung padanya, dia tidak akan mengecewakan kita. Karena manusia tidak seharusnya menyelamatkan kita, Yesus seharusnya.

2. Ingat pernikahan surgawimu

Banyak dari kita yang bermimpi memiliki pernikahan yang diidamkan bukan? Tentu, tidak semua orang Kristen akan menikah atau tetap menikah di bumi. Kita akan kehilangan orang yang dicintai karena kematian atau mungkin perceraian, atau Tuhan mungkin tidak berniat untuk kita menikah sama sekali selama waktu kita di sini.

Namun, kami masih bisa berpartisipasi dalam pernikahan terbesar sepanjang masa. Mempelai laki-laki kita tidak akan meninggalkan kita, mengecewakan kita, dan mencintai kita tanpa batas.

Pernikahan ada untuk menunjukkan refleksi dari pernikahan surgawi antara Kristus dan gereja. Pernikahan merupakan kesempatan untuk mencintai tanpa syarat agar kita memahami cinta Tuhan bagi kita. Juga untuk membantu kita maju dalam pertumbuhan rohani. Kendati demikian, Tuhan adalah tujuan akhir dari pernikahan.

3. Ingat kamu tidak berjalan sendiri

Kamu mungkin pernah berpikir takut akan berakhir sendirian tanpa menikah, tanpa memiliki anak atau keluargamu sendiri. Perlu diingat kembali bahwa Roh Kudus hidup di dalam diri kita, kita tidak bisa menjalani hidup kita sendiri. Itu tidak mungkin (Roma 8: 35-39).

Jika kita berusaha memenuhi rasa ‘kesepian’ dengan menikah dengan manusia yang tidak sempurna, kita mungkin akan berakhir lebih kesepian. Manusia tidak pernah dimaksudkan untuk menemukan kelengkapan dan pemenuhan mereka melalui satu sama lain.

Kita bisa mengalami cinta tanpa syarat dari Tuhan (agape) dan cinta persaudaraan untuk orang percaya lainnya (phileo). Kita tidak akan pernah berakhir sendirian karena kami tidak sendirian untuk memulai.

Kita hanya butuh Tuhan.

Sumber : crosswalk.com

Ikuti Kami