Terpaksa Long Distance Mariage Karena Wabah Corona? Kamu Ngga Sendirian Kok..

Terpaksa Long Distance Mariage Karena Wabah Corona? Kamu Ngga Sendirian Kok..

Puji Astuti Official Writer
1374

Hubungan jarak jauh untuk  yang masih pacaran mungkin hal biasa ya, walau yang sudah ngalamin pasti bilang hal ini berat juga. Tapi buat yang sudah menikah, long distance marriage (LDM) adalah hal yang sangat berat untuk di jalani. 

Seorang sahabat pernah bercerita, bahwa "ada banyak hal yang sudah biasa dilakukan bersama" dan ketika dia sedang pergi jauh karena tugas atau pekerjaan, menjadi sesuatu yang bikin kangen. 

Bagi pasangan Kristen sendiri, Alkitab tidak menyarankan untuk LDM loh. Suami-isteri tidak baik hidup berjauhan dalam waktu lama karena bisa membuka celah berbagai godaan, seperti yang ditulis di 1 Koristus 7:5 ini, "Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak."

Mungkin kamu bertanya apa artinya bertarak? Bertarak menurut KBBI adalah : Menahan hawa nafsu. Jadi, buat yang sudah menikah, celah yang berbahaya dari hubungan jarak jauh adalah menjaga diri untuk tidak jatuh dalam perzinahan atau percabulan. 

Tapi dimasa wabah corona ini, beberapa orang terpaksa menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Entah itu karena pasangan yang harus menjalani isolasi, atau dia seseorang yang harus bertugas, seperti paramedis, atau petugas keamanan. 

Atau bahkan ada yang menjalani hubungan jarak jauh karena tidak sengaja, seperti terjebak di kota yang menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang membuatmu tidak bisa pulang ke rumahmu yang berada di provinsi tetangga padahal cuma berjarak beberapa jam saja. 

Lalu apa yang harus dilakukan agar hubungan tetap terjaga dengan pasangan selama menjalani LDM ini?

1# Gunakan teknologi untuk mendekatkanmu dengan dia 

Saat kalian harus berada di dua tempat yang berbeda dalamwaktu yang cukup lama, gunakan teknologi untuk mendekatkan kalian. Buatlah jadwal untuk berdoa dan menyembah Tuhan bersama keluarga, dan juga waktu untuk makan malam berdua saja (tentunya di tempat masing-masing dan video call ya).

Jadilah kreatif dengan teknologi yang tersedia saat ini. Gunakan social media untuk mengungkapkan rasa kangenmu secara terbuka. Bangunkan dia setiap pagi dengan panggilan telephone dan sampaikan kata-kata penyemangat untuknya. 

2# Jaga komunikasi, jangan berasumsi

Salah satu penyebab masalah dalam hubungan adalah asumsi, kita mencoba membaca bahasa tubuh pasangan, intonasi suara atau bahkan mungkin gaya bahasa atau icon yang dia kirim lewat pesan singkat. 

Bangunlah komunikasi yang jujur dan terbuka diantara kalian berdua, baik saat kalian hidup dibawah satu atap ataupun saat menjalani hubungan jarak jauh. Jangan ijinkan asumsi membuah imajinasimu ataupun imajinasi pasanganmu berkembang dan merusak komunikasi kalian. 

Jika muncul pertanyaan atau asumsi, maka komunikasikan dengan baik. Sampaikan dengan kasih apa yang menjadi pertanyaanmu, juga pendapatnya dan pemikirannya. Hargai sudut pandangnya, dan cobalah untuk mengerti situasinya. 

3# Jaga rasa saling percaya

Salah satu hal yang paling sulit dalam hubungan adalah menjaga rasa saling percaya. Karena rasa percaya dipengaruhi oleh banyak hal, namun yang utama dalah komitmen kepada pasanganmu. 

Untuk itu, sejak awal kalian mulai menjalani hubungan jarak jauh ini, bicarakanlah tentang komitmen kalian bersama. Apa yang penting menurut kalian, dan apa yang menjadi harapan satu sama lain. Temukan titik kompromi, dan jangan saling menuntut. 

Jujurlah tentang rasa takut atau kekuatiran kalian di masa-masa jauh satu sama lain ini. Berilah waktu untuk mendengarkan dia dengan baik, buatlah dia tahu bahwa sekalipun jarak memisahkan kalian, kamu akan selalu ada untuk mendengarkan dia. 

4# Nantikan ketika waktunya tiba untuk berkumpul kembali

Salah satu yang membuat orang bertahan dalam masa-masa sulit adalah harapan, hal tersebut berlaku juga dalam hubungan di masa wabah corona ini. Bicarakan dengannya apa yang akan kalian lakukan bersama ketika waktunya tiba untuk berkumpul kembali sebagai sebuah keluarga. 

Buatlah rencana, walau kita masih tidak tahu tanggal yang pasti masa-masa karantina seperti ini akan berakhir. Bangunlah pengharapan bahwa Tuhan pasti akan menolong kalian berdua untuk melalui masa-masa wabah corona ini. 

Hubungan jarak jauh dalampernikahan memang bukan hal ideal, namun jika kamu dan pasangan harus menjalaninya, tetaplah percaya bahwa Tuhan selalu bersamamu dan dia yang kamu kasihi. Libatkan Tuhan dalam perjalanan hidupmu saat ini, dan ingatkan pasanganmu juga bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan kalian. Tetap semangat ya sahabat. 

#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI
Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami