Tetap Tenang! Bijak Sikapi Berita Tentang  Ibadah Di Rumah yang Dibubarkan RT

Tetap Tenang! Bijak Sikapi Berita Tentang Ibadah Di Rumah yang Dibubarkan RT

Puji Astuti Official Writer
700

Sebuah video viral tentang ibadah di rumah sebuah keluarga di Cikarang yang dibubarkan oleh dua orang yang disebut-sebut sebagai ketua RT (Rukun tetangga-red) dan seorang pemuka agama. Banyak orang yang marah, karena menurut mereka keluarga tersebut melakukan anjuran pemerintah untuk ibadah di rumah.

Kejadian pelarangan ibadah tersebut berada di Kampung Rawasentul, Cikarang Pusat Bekasi, Jawa Barat pada hari Minggu (19/4/2020) kemarin. Pemilik rumah mengaku bahwa ibadah di rumah tersebut hanya dihadiri oleh keluarga inti. Namun dua orang dalam video tersebut tetap melarang.

Meresponi kejadian ini, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan menyatakan bahwa kejadian itu tidak berhubungan dengan sentiment agama, namun berkaitan dengan pembatasan social berskala besar (PSBB).

"Kemarin itu nggak ada kaitan dengan agama. Kemarin masalah PSBB. Itu aja," demikian pernyataan Hendra yang dirilis Detik.com, Senin (20/4/20).

Kombes Hendra juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memediasi kedua belah pihak.

"Intinya supaya tidak mispersepsi adalah adanya kesalahpahaman kedua pihak dan sudah dimediasi oleh pihak kepolisian dan hasil mediasinya akan terjalin lebih erat lagi komunikasi kedua pihak khususnya toleransi beragama. Itu aja, jangan aneh-aneh. Ini masalahnya tahu sendiri kan," demikian tambahnya.

Senin pagi pun telah beredar video tentang mediasi kedua pihak, yaitu antara KH Imam Mulyana dan Keluarga Jamin Sihombing.

Kedua pihak sepakat untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kerukunan dalam menjalankan peribadatan dengan mengedepankan komunikasi dan kordinasi, demikian penggalan tulisan surat kesepakatan kedua belah pihak.

Menanggapi peristiwa ini, setiap orang harus bijaksana, termasuk orang Kristen. Jangan mudah terprovokasi dan emosi, karena negara melindungi hak warga negaranya untuk menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

Mari tetap saling mengasihi dan menghormati, sebab Indonesia dibangun dalam kebhinekaan. Jangan biarkan provokasi merusak kesatuan dan persatuan di bangsa ini, terlebih saat ini setiap unsur di bangsa ini tengah bekerja keras menangani wabah corona.

Dari pada saling tunjuk dan mengumbar amarah, yuk kita saling bantu dalam melewati masa-masa sulit ini. 

#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami