Kanker yang Hilang Tanpa Jejak

Kanker yang Hilang Tanpa Jejak

Claudia Jessica Official Writer
900

“Saya pergi ke dokter untuk mendengar tentang hasil laporan biopsi. Katanya ‘Ini sangat langka dan agresif, hampir tidak ada data tentang itu. Kamu tidak memiliki waktu.’”

Marilee tahu bahwa rasa sakit perut di bagian bawahnya ada sesuatu yang salah. Ketika duduk di kantor dokternya, nenek yang berusia 67 tahun mengetahui bahwa penyakitnya itu lebih buruk daripada yang dia bayangkan.

Dia memiliki kanker langka yang mematikan, dan dia akan membutuhkan pembedahan radikal untuk mengangkatnya, bersama dengan sebagian dari ususnya. Kankernya sudah menyebar dan dia tidak tahu apa yang akan tim medis lakukan pada tubuhnya.

Marilee berdoa. Kemudian, dia bercerita “Yang saya dengar adalah Tuhan kita yang hidup berbicara kepada saya,” Kanker bukan milikmu untuk didekap, bukan milikmu untuk dimiliki. Jangan ambil ini. Jangan dekap ini; itu bukan milikmu. Kau akan bertarung untuk hidupmu." Dia terus berkata, "Kamu akan berjuang untuk hidupmu."

Ketika dia menemui dokter untuk menjadwalkan kemoterapi yang keras dan agresif, Marilee tahu bahwa ini waktunya untuk merubah mindset nya tentang kanker. Dia berkata ketika orang mengatakan bahwa dirinya mengidap kanker, Marilee mulai mengubah kalimatnya. Tiada sakit penyakit untuk dimiliki, Yesus membebaskan kita. Yesus menyelesaikannya di kayu salib. Yesus mengubah cara Marilee merespon perkataan itu “Ini bukan milikku untuk kumiliki.” Itulah yang Tuhan selalu katakana pada Marilee. "Ini bukan milikmu untuk dimiliki, jangan menerimanya. Kamu akan berjuang untuk hidupmu."

Kemudian, Marilee setuju untuk memulai perawatan dan dia juga berpegang teguh pada janji-janji Allah dalam Alkitab. Dia memasang banyak ayat Alkitab di seluruh rumahnya.

Marilee menyadari bahwa dirinya dipagari oleh banyak doa dan dia juga tidak pernah meninggalkan Firman Tuhan. “Kamu tahu, seperti Matius 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Ketika dirinya melakukan kemo dan radiasi memburuk, Marilee menjadi sangat lemah, dia hampir tidak bisa berjalan dan hanya berbaring di sofa, tidak bisa berbuat banyak dan terkadang merasakan sakitnya sangat nyata. “Dengan penuh semangat, saya mengutip ayat Alkitab dengan lantang dan memerintahkan serta mengajukan permintaan pada kata itu. “Yang bisa saya katakan adalah Tuhan membawa kita dalam cobaan yang paling sulit dalam hidup kita.”

Setelah 7 bulan perawatan, Marilee pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Dia berkata “Saya ingin memberitahumu sesuatu. Tidak ada bukti adanya tumor, tidak ada bukti dari semua radiasi. Ini adalah keajaiban di luar kotak. Ini di luar segalanya.”

Kemudian dia melanjutkan "Saya pernah melihat dalam hidupku. Tidak ada seorang yang bisa mengambil pujian untuk ini kecuali Tuhan. Dokter berkata, 'Jika ada orang yang memeriksamu tanpa melihat laporamu, mereka tidak akan pernah tahu bahwa kamu memiliki ini dan perawatan yang kamu miliki.’ Saya sangat senang mendengar berita itu. Itu adalah kata-kata yang tidak pernah terpikirkan untuk kudengar. Tetapi Tuhan telah campur tangan. Dia setia. Firmannya setia. Firmannya hidup.”

Lebih dari 5 tahun, Marilee bebas kanker. Dia tahu bahwa semua itu terjadi berkat kekuatan doa yang berhasil membuatnya melewati hari-hari gelap kemoterapi dan radiasi.

Dia percaya bahwa “Saya tidak akan berada di sini tanpa kuasa doa atau tanpa firman Tuhan yang hidup dan nyata. Saya tidak akan berada di sini. Jangan pernah kehilangan harapan. Jangan pernah menyerah. Yesus setia. Dia hidup dan Dia nyata. Saya tahu dia melihat saya melalui itu (kanker) adalah waktu yang mengerikan dalam hidup saya tetapi Tuhan bertemu saya. Saya benar-benar sembuh. Tuhan melakukan hal yang indah.”

Sumber : CBN

Ikuti Kami