Lori

Official Writer
728


Serombongan pemimpin Gereja Katolik Roma berjubah cokelat berjalan melewati Yerusalem yang sudah kosong dan sepi menuju Gereja Makam Suci, tempat perayaan Paskah yang setiap tahunnya ramai.

Mereka diikuti oleh Pendeta Francesco Patton yang merupakan penjaga Tanah Suci dan bertanggung jawab melindungi situs-situs suci di Yerusalem.

Mereka pun berdoa di depan pintu terkunci Gereja Makam Suci Yerusalem yang sudah sepi dan kosong. Sementara seremoni para pemimpin gereja di sepanjang jalan salib via dolorosa ini memang sudah menjadi tradisi gereja setiap kali perayaan Paskah. Namun kali ini menjadi berbeda karena acara jalan salib yang menggambarkan peristiwa penyaliban Yesus ini tidak disaksikan dan melibatkan banyak orang.

"Kita hidup di hari-hari yang aneh. Biasanya pada saat ini Kota Tua penuh dengan peziarah yang datang untuk Pekan Suci," kata Patton.

Dia melanjutkan, meskipun merasa sedih karena tanah suci sama sekali kosong. Tapi dj percaya bahwa ada banyak orang yang berjalan melintasi via dolorosanya secara pribadi.

"Sekarang sedikit sedih melihat bahwa tidak ada yang bisa berjalan (di via dolorosa). Tapi kita tahu bahwa pada saat ini banyak orang yang berjalan di via dolorosa pribadi, saat aku memikirkan mereka yang ada di rumah sakit dan di rumah mereka berjuang melawan virus corona," ucapnya.

Sementara para pemimpin Gereja Katolik Roma ini berdoa, mereka tetap mengatur jarak sosialnya. Mereka pun berhenti di perhentian ke-14 dimana Yesus dikuburkan.


Baca Juga: Ditutup Selama Wabah COVID-19, Peziarah Bisa Rayakan Paskah di Yerusalem Secara Virtual


Mereka pun mendoakan orang-orang sakit akibat wabah virus corona di seluruh dunia.

"(Mereka) terdorong untuk berdoa di tempat dimana Yesus menaklukkan kematian, berdoa bagi semua orang yang saat ini sedang menghadapi kematian," terangnya.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pada Selasa (7/4) supaya warga Israel tidak melakukan perjalanan liburan Paskah kemanapun. Dia menghimbau semua orang untuk merayakannya di rumah saja.

Umat Kristiani di berbagai belahan negara memang harus menerima kenyataan bahwa perayaan Paskah tahun ini sangat berbeda. Hal ini terjadi karena penyebaran wabah virus corona yang masih belum terkendali. Meski begitu, mari merayakan Paskah dengan tetap khusyuk dan menjadikannya sebagai momen untuk merenungkan kembali rencana Tuhan atas dunia ini melalui pengorbanan Yesus.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us