Sambut Paskah, Gereja-gereja Bakal Rayakan Dengan Cara Berbeda

Sambut Paskah, Gereja-gereja Bakal Rayakan Dengan Cara Berbeda

Lori Official Writer
891

Perayaan Paskah sudah di depan mata. Gereja-gereja di Indonesia gak ketinggalan sudah mempersiapkan berbagai hal untuk merayakannya.

Namun persiapan paskah kali ini akan sangat jelas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menyusul kekuatiran dunia terhadap penyebaran wabah corona. Karena itulah gereja-gereja memutuskan untuk tidak merayakan Paskah seperti pada umumnya.

Beberapa gereja menyampaikan bahwa ibadah dan perayaan Paskah yang biasanya dirayakan dengan meriah setiap tahunnya akan ditunda untuk kali ini mengingat masih diberlakukannya tanggap darurat terhadap penanganan virus corona.

Gereja Katolik Surabaya sendiri menyampaikan bahwa perayaan Paskah yang jatuh pada Rabu (1/4) hanya akan digelar di beberapa tempat yang diijinkan oleh Keuskupan Surabaya saja. Dari sana, pihak gereja akan menyiarkannya secara online.

"Sebagai pengganti akan dilaksanakan Perayaan Ekaristi pada tempat-tempat yang telah mendapat izin dari Keuskupan Surabaya," kata Uskup Surabaya Monsinyur Vincentius Sutikno Wisaksono pada Kamis, 26 Maret 2020.

Namun Vincensius mendorong semua imam gereja untuk tetap hadir di pastoral atau paroki yang akan ditutup untuk umum. Selanjutnya perayaan Ekaristi akan ditayangkan secara online baik di Youtube, Instagram dan media sosial lainnya.

Setelah perayaan Jumat Agung, puncak Paskah yang jatuh pada 12 Maret mendatang juga akan digelar dengan cara yang sama. Para imam akan hadir secara langsung di paroki atau gereja dan perayaan akan kembali disiarkan secara online.


Baca Juga: Selamat! Kamu Telah Menerima Hadiah Paskah Terbesar Ini..


Hal serupa juga akan dilakukan oleh gereja-gereja di Sulawesi Utara dan Tengah. Seperti diketahui rencana ibadah Paskah yang melibatkan 13 sinode di Sulawesi Utara dan Tengah akan dibatalkan.

“Penundaan ini berkaitan dengan masih berlakunya tanggap darurat sampai 29 Mei 2020 dan surat edaran MPH PGI bahwa kegiatan peribadatan dilaksanakan di rumah,” kata Ketua Komisi Kegiatan Remaja Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi Utara dan Tengah, Penatua Drs Tenni Assa.

Meski begitu, gereja-gereja menekankan bahwa perayaan Paskah tetap aka nada. Tapi untuk kali ini akan dilakukan oleh setiap keluarga di rumah masing-masing.

“Jadi yang dibatalkan kegiatan bersama yang mengakibatkan orang banyak (berkumpul). Ibadah Paskah tetap dilaksanakan bersama keluarga di rumah,” kata Penatua Drs Tenni.

Sementara Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah mengumumkan bahwa semua kegiatan gereja masih akan ditunda, termasuk perayaan Paskah yang akan digelar dari 10-12 April 2020 mendatang. Keputusan ini sudah disampaikan melalui Surat Keputusan Nomor 170/3.5.1.2/ 2020 yang berisi bahwa semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan orang banyak akan ditiadakan untuk sementara waktu.

Tahun ini, perayaan Paskah memang akan tapak berbeda. Karena secara teknis, umat Kristiani tidak bisa merayakannya secara bersama-sama dalam satu tempat. Tapi mari memandang perayaan Paskah dengan cara yang berbeda yaitu bukan hanya sekadar berkumpul tapi merefleksikan secara pribadi makna pengorbanan Yesus secara lebih mendalam. Inilah waktunya bagi umat Tuhan untuk mencari Dia lebih dekat lagi.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami