6 Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan untuk Mendukung Seseorang yang Memiliki Depresi

6 Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan untuk Mendukung Seseorang yang Memiliki Depresi

Claudia Jessica Official Writer
910

Perlu diketahui bahwa kita tidak dapat memperbaiki masalah teman kita. Tepapi daripada fokus kepada hal ini, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.

Mungkin terkadang kita memperhatikan teman kita atau mungkin orang kita sayangi kemudian kita merasa adanya perubahan dalam diri mereka. Kita tidak tahu apakah mereka mengalami depresi atau hanya sekedar hari yang melelahkan.

Dikutip dari clevelandclinic ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.

Bagaimana kita mengetahui bahwa orang itu depresi atau tidak?

Lebih dari 10 juta orang di Indonesia mengalami depresi. Baik mereka mengalaminya secara pribadi atau juga memengaruhi orang yang mereka kenal.

Kita tidak mungkin dapat langsung mengetahui apakah seseorang sedang berada dalam masa depresi atau tidak. Namun kita bisa melihatnya dengan mengamati perubahan perilaku yang tidak sesuai dengan teman kita.

·         Kurangnya keterlibatan: Mereka kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya mereka sukai atau kurang bergaul.

·         Perubahan dalam pola komunikasi: Biasanya kalian mengobrol atau menghabiskan waktu bersama, dan sekarang mereka tidak lagi melakukannya.

·         Perubahan dalam pola kebersihan dan tidur: Mereka akan kurang tidur. Kerapihan dan kebersihan mereka pun tidak lagi jadi menjadi perhatiannya.

·         Menampilkan kesedihan atau kemarahan: Mereka akan cenderung menjadi lebih mudah marah dan terlihat lebih murung dari biasanya.

·         Menarik diri: Jika biasanya mereka melakukan ini dan itu, kini mereka akan mulai menarik diri dari kebiasaanya.

Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan jika menemukan temanmu yang sedang dalam depresi:

Berlatih komunikasi asertif

Jangan membuat depresi tampak tabu, bicarakan secara terbuka kepada temanmu tentang kekhawatiranmu. Dr. Adam Borland, PsyD seorang psikolog klinis merekomendasikan untuk mengembangkan komunikasi asetif: yaitu keadaan dimana kamu mengambili kepemilikan atas perasaan dan kekhawatiranmu tanpad menunjuk dengan jari, dengarkan mereka dan berikan dukungan emosional tanpa syarat.

Caranaya adalah latihlah perkataanmu dengan ‘saya’ atau kamu bisa menggunakan ‘aku’ juga tidak masalah. Mulailah kalimatmu dengan ‘Saya khawatir’ atau ‘saya perhatikan’ lalu jelaskan kekhawatiranmu kepada mereka.

Hindari kalimat yang dapat menciptakan pertahanan pada diri mereka seperti: ‘Kamu tidak terlihat seperti dirimu sendiri,' atau 'Kamu belum bergaul seperti biasanya.'

Tunjukkan empati

Tempatkan dirimu pada posisi temanmu dengan cara yang tidak menghakimi. Pikirkan bagaimana kamu akan merasa jika kamu mengatasi gejala depresi dan bagaimana kamu ingin teman-teman untuk bereaksi.

Pertahankan kontak mata saat mendengarkan, dan ucapkan hal-hal seperti, “Kedengarannya sulit. Aku minta maaf bahwa kamu akan melalui ini.” Dan “Aku selalu di sini untukmu."

Dengan menanggapi temanmu secara terbuka dan empatik, kamu menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak membebani.

Tetapkan batas

Tidak masalah untuk menjadi terbuka kapan ketika kamu bisa atau tidak untuk menemaninya. Misalnya beri tahu temanmu untuk lebih baik berbicara setelah urusanmu yang lain selesai dan jangan terima perilaku atau kata-katanya yang kasar.

Pantau kesehatan dan kesejahteraanmu sendiri sehingga kamu memiliki sesuatu untuk diberikan ketika keadaan menjadi semakin sulit.

Mendukung seseorang yang depresi dapat mengambil banyak hal dari padamu. Pelajari batasan dirimu dan kapan saatnya mengisi ulang bateraimu.

Berasabar

Proses pemulihan membutuhkan waktu. Kamu mungkin cenderung frustrasi, atau menyerah pada temanmu jika kamu terus menerus memantaunya.

Namun ada juga hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan, yaitu:

Berpikir bahwa kamu bisa memperbaikinya

Ketahuilah bahwa mendukung temanmu bukan berarti memperbaiki masalah mereka. Seseorang dengan depresi sering membutuhkan perawatan untuk melihat peningkatan - dan itu adalah sesuatu yang hanya dapat diberikan oleh seorang profesional medis.

Menyerah

Tetapi bagaimana jika temanmu menolak upayany bahkan ketika kamu telah melakukan semua hal yang benar?

“Penolakan mereka mungkin merupakan mekanisme pertahanan. Mereka menyadari bahwa kamu mengenali gejala-gejalanya dan mereka tidak dapat menyembunyikannya dengan baik.” Jelas Dr. Borland.

“Sangat mudah untuk bereaksi negatif terhadap teman yang tidak mau mendapat bantuan. Tetapi tetap dengan mereka dan menjaga komunikasi. Lanjutkan untuk memeriksa temanmu dan mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan.”

Tidak lupa juga untuk kita untuk menawarkan mereka berdoa bersama atau juga bisa menjadi mentor baginya. Tidak sampai disana, terus juga dukung mereka dalam doa agar mereka mampu melewati masa-masa ini dan juga berdoa untuk dirimu sendiri atau terdekat mereka agar dapat membantunya menjalani masa-masa sulit ini bersama.

Sumber : health.clevelandclinic.org

Ikuti Kami