#FaktaAlkitab – Paulus, Rasul Bagi Orang Kafir (Part 1)

#FaktaAlkitab – Paulus, Rasul Bagi Orang Kafir (Part 1)

Puji Astuti Official Writer
1430

Rasul Paulus adalah sosok yang sangat berpengaruh pada masa gereja mula-mula. Walau ia bukan murid Yesus secara langsung, namun ia mengklaim dirinya sebagai rasul bagi bangsa-bangsa non-Yahudi atau yang disebut oleh masyarakat Yahudi saat itu sebagai orang kafir. 

Karena pengaruhnya, surat-surat Rasul Paulus dijadikan acuan pengajaran oleh gereja hingga saat ini. Padahal sebelumnya dia dikenal sebagai penganiaya jemaat loh.

Siapakah Rasul Paulus ini dan bagaimana  proses pertobatannya?

1.  Nama Saulus tidak diubah Tuhan menjadi Paulus

Banyak orang percaya bahwa nama Saulus yang sebelumnya penganiaya umat Tuhan dirubah menjadi Paulus setelah ia bertobat. Namun faktanya setelah Saulus mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam perjalanannya menuju Damsyik, Alkitab menyebutnya beberapa kali tetap dengan nama Saulus. 

Sebenarnya nama Saulus atau Saul adalah namanya dalam Bahasa Ibrani, sedangkan nama Paulus adalah namanya dalam  bahasa Yunani. "Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia.." (Kis 13:13:9)

2.  Asal-usul Paulus

Rasul Paulus lahir dengan nama Ibrani, Saul yang merujuk pada raja pertama Israel yaitu Raja Saul yang juga dari sukunya, yaitu suku Benyamin. Saulus lahir di kota Tarsus, yang saat ini lokasinya berada  wilayah Turki (Kisah Para Rasul 9:11; 11:25). 

Walaupun Paulus seorang  Ibrani, ia menggunakan bahasa Yunani sebagai bahasa ibu, karena ia adalah diaspora Yahudi yang lahir dan besar di wilayah Asia Kecil. Ia sendiri memiliki kewarganegaraan Roma (Kis 16:37).

3.  Dia adalah murid Rabi Gamaliel dan jadi anggota kelompok Farisi

Saulus muda saat itu berada di Yerusalem untuk belajar dari Rabi Gamaliel, yang merupakan pemimpin dari Sanhedrin (dewan tertinggi Yahudi). Semangat muda Saulus dan pengaruh dari pemikiran gurunya membuatnya menjadi salah satu orang yang giat untuk menganiaya dan menghancurkan pengikut Kristus saat itu (Kisah Para Rasul 22:3). 

Selain sebagai salah satu murid terbaik Gamaliel, ia juga merupakan anggota dari Farisi, sebuah kelompok keagamaan yang  juga berpengaruh dalam bidang politik dan sosial di Yerusalem di masa penjajahan Romawi kala itu. 

4.  Paulus memiliki postur tubuh pendek dan berkepala botak

Di Alkitab sendiri tidak ada tulisan yang menggambarkan perawakan Paulus, namun sebuah tulisan dari abad ke 2 berjudul “the Acts of Paul and Thecla” menggambarkan dia sebagai seorang pria pendek dengan kepala botak, berkaki busur (bengkok), tubuh yang kuat, alis lebar dan hidung agak bengkok. 

5.  Saulus menjadi saksi kematian Stefanus

Kematian Stefanus menjadi salah satu catatan kelam sepak terjang Saulus muda dalam menganiaya pengikut Kristus. Dicatat dalam Kisah Para Rasul 7:58, “Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.” Lalu dalam pasal 8:1a, dituliskan bahwa, “Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.”

Para ahli mempercayai  bahwa kata “setuju” disini adalah tindakan aktif dimana Paulus saat itu sebagai murid dari Gamaliel memiliki otoritas untuk melegalkan pembunuhan terhadap Stefanus. 

Setelah membunuh Stefanus, Saulus secara aktif menyeret orang-orang yang percaya Yesus dan memenjarakan mereka (Kis 8:3). Hal ini menjadi permulaan penganiayaan yang membuat para pengikut Kristus tersebar ke berbagai tempat untuk melarikan diri sambil tetap memberitakan Injil. 

6.  Dijumpai Yesus dalam kemuliaan hingga mengalami kebutaan

Sewaktu ditengah jalan menuju ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Jalan Tuhan, Paulus mengalami sesuatu yang tak terduga, yaitu Yesus sendiri menampakkan diri kepadanya (Kis 9:4-7) dalam rupa kemuliaan, yang ditandai dengan sinar terang yang mengelilinginya hingga Paulus mengalami kebutaan selama tiga hari (ayat 9). 

Paulus mengklaim bahwa dalam penglihatan itu, Tuhan memberikan panggilan kepadanya untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi (Galatia 1:16-17). 

7.  Disembuhkan dan dibabtis oleh Ananias

Setelah perjumpaan dengan Yesus itu, Paulus mengalami kebutaan, hingga Tuhan mengirimkan Ananias  untuk menyembuhkan matanya. Namun tidak hanya untuk membuat Paulus  bisa melihat kembali, saat itu Ananias juga menyatakan bahwa kedatangannya adalah untuk berdoa agar Paulus dipenuhi oleh Roh Kudus (Kis 9:17). 

Setelah sembuh, Paulus langsung dibabtis yang kemungkinan besar dilakukan oleh Ananias juga. 

8.  Setelah pertobatan, Paulus pergi ke Arab dan kemudian menetap di Damsyik

Setelah ia disembuhkan dan melihat kembali, Paulus tidak langsung kembali ke Yerusalem untuk menemui  para rasul yang lain. Dalam Galatia 1:17-18, Paulus menyatakan ia pergi ke Arab dan kemudian kembali ke Damsyik dan menetap di sana, baru tiga tahun kemudian ia kembali ke Yerusalem. 

Damsyik dimana Paulus tinggal di awal pertobatannya ini adalah kota Damaskus di masa kini yang merupakan ibu kota negara Suriah. Jadi, tidak heran jika wilayah Suriah merupakan tempat berkembangnya dan pusat dari Kekristenan Timur hingga saat ini. Walau keberadaan orang Kristen Suriah sekarang berada di ambang kepunahan karena perang. 

Nah   itulah 8 Fakta Alkitab tentang Rasul Paulus mulai dari latar belakangnya hingga masa pertobatannya. Nantikan seri Fakta Alkitab selanjutnya yang akan membahas Perjalanan Pelayanan Rasul Paulus Hingga Kematiannya. 

Pastikan kamu mengunjungi JC Channel untuk video-video menarik lainnya ya. God bless you. 

Baca juga : 

#FaktaAlkitab – Kisah Tentang Murid-murid Yesus, Rasul Yohanes

#FaktaAlkitab – Seri Kisah Murid-murid Yesus dan Kematian Mereka, Rasul Petrus

#FaktaAlkitab – Seri Kisah Murid-murid Yesus dan Kematian Mereka, Rasul Andreas

Sumber : JC CHANNEL

Ikuti Kami