Bikin Takjub! Jokowi Setuju Ada Terowongan Antara Masjid Istiqlal & Gereja Katedral Loh

Bikin Takjub! Jokowi Setuju Ada Terowongan Antara Masjid Istiqlal & Gereja Katedral Loh

Lori Official Writer
793

Menyusul rencana renovasi Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi rupanya setuju dengan ide pembangunan terowongan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral yang berada di seberangnya.

Presiden Jokowi pun mengaku setuju dengan usulan tersebut karena terowongan ini nantinya akan jadi simbol kerukunan antarumat beragama.

"Tadi sudah saya setujui sekalian. Sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi, tidak kelihatan berseberangan tapi silaturahmi terowongannya," kata Presiden saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal pada Jumat, 7 Februari 2020 lalu.

Saat ini, proses renovasi masjid memang sudah mulai dilakukan dan akan ditargetkan selesai sebelum hari raya Idul Fitri 2020 mendatang. Renovasi ini sendiri baru dilakukan saat ini setelah 41 tahun yang lalu. Karena itu perombakan akan dilakukan di bagian interior dan sejumlah bagian eksterior masjid seperti sungai, taman dan lahan parkir. 

“Ini adalah renovasi besar sejak 41 tahun yang lalu karena anggaran yang diperlukan untuk ini cukup gede, Rp 475 miliar, yang itu dipakai untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, mengganti lighting, mengganti sound system, semuanya,” terang Jokowi.

Meskipun semua proses ini sedang berjalan. Namun ada saja pihak yang tidak setuju dengan presiden. Khususnya dengan proses pembangunan terowongan silaturahmi tersebut.


Baca Juga: Gereja Katedral Mundurkan Ibadah Untuk Umat Muslim Salat Ied


Seperti disampaikan oleh Pengamat Politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati yang menilai bahwa terowongan tersebut hanyalah sebuah simbol yang tidak punya pengaruh besar. Karena pembangunan itu hanya sebatas mempermudah warga untuk menyeberang dari Istiqlal ke Katedral dan sebaliknya. Namun, makna silaturahmi antarumat beragama yang ingin disampaikan melalui terowongan ini belum tentu bisa ditangkap oleh semua masyarakat. 

“Kalau digunakan untuk menyeberang antar-dua umat beragama ya memang, tapi itu simbol saja, substansinya tidak dapat,” kata Wasito. 

Dia menilai jika pembangunan terowongan ini hanyalah pengalihan isu dari beragam intoleransi yang terjadi di tanah air. Masalah seperti penolaka ijin mendirikan rumah ibadah, persekusi di kalangan minoritas sampai keterbatasan ruang berekspresi bagi umat beragama tidak akan bisa selesai hanya dengan membangun simbol agama saja. Harus ada langkah kongkrit supaya tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan untuk beribadah. Dia juga menegaskan bahwa negara harus menjamin kebebasan menjalankan ibadah bgi setiap umat beragama.

Memberikan hak yang sama bagi semua umat beragama adalah hal yang paling mendesak untuk dilakukan pemerintah ketimbang hanya membangun terowongan bawah tanah. 

“Negara mestinya benar-benar hadir mmebangun kedamaian dan harmoni antarumat beragama,” katanya.

Ya, walaupun di satu sisi ide pembangunan ini terdengar cukup baik. Tapi akan selalu ada pihak yang berusaha untuk menyadarkan pemerintah bahwa ada begitu banyak hal yang lebih penting untuk dikerjakan ketimbang hanya berfokus pada sesuatu yang tidak terlalu penting. Dan kita menyepakati hal itu, dimana sebagai warga negara kita punya hak untuk memberikan pandangan soal prioritas mana yang harusnya lebih diutamakan oleh pemerintah.

Sumber : Cnn Indonesia | Jawaban.com

Ikuti Kami