Menag Sebut Gak Ada Alasan Bupati Minahasa Tolak Ijin Musala yang Dirusak Warga

Menag Sebut Gak Ada Alasan Bupati Minahasa Tolak Ijin Musala yang Dirusak Warga

Lori Official Writer
1097

Kasus pengrusakan ruang Balai Pertemuan Umat Muslim pada Rabu, 29 Januari 2020 itu mendapat perhatian dari Menteri Agama (Menag) Fachri Razi.

Dia mengatakan jika persoalan keberatan warga terkait pendirian musala harus diselesaikan. Dari dialog yang sudah diputuskan bersama Bupati dan berbagai pihak, Menag Fachri mendorong ijin pendirian bangunan tersebut harus segera dikeluarkan. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan untuk menolak ijinnya mengingat permohonan IMB-nya sendiri sudah mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara, yang tertuang dalam surat nomo B-263/KK.23.13.2/BA.00.1/01/2020 yang dibubuhi tanda tangan Kepala Kantor Kemenag Minahasa Utara Anneke M. Purukan.

“Izin resmi pendirian masjid tersebut akan diajukan pada Senin, 3 Februari 2020, dan akan dikawal oleh Kapolres Minahasa Utara dan Dandim. Sehingga, segera diterbitkan izinnya oleh Bupati dan dibantu pembangunannya,” kata Fachrul dalam situs resmi Kemenag, Senin (3/1).

Seperti diketahui, ruang balai pertemuan umat Muslim itu dirusak oleh sekelompok warga karena merasa keberatan digunakan sebagai rumah ibadah. Namun, setelah menemukan kesepakatan bersama wargapun mengalah.

“Tokoh agama, masyarakat, dan tokoh adat, semua turun tangan mengatasi keadaan. Hari ini dan kemarin sudah ada kesepakatan atau deklarasi damai. Mereka semua minta maaf, berjanji dan betul-betul tidak akan terulang lagi. Musala sudah diperbaiki, dapat dipakai untuk salat,” katanya.

Penyelesaian insiden pengrusakan ini sendiri dianggap cukup singap. Karena itu, Fachrul mengapresiasi sejumlah pihak yang terlibat di dalamnya seperti pihak kepolisian, pemda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, adat dan masyarakat di Sulawesi Utara. Dia menilai semua pihak sudah berkerja sama dengan baik untuk mencari solusi atas persoalan ini.

“Ini menunjukkan kerukunan beragama kita yang luar biasa. Ini juga menunjukkan betapa toleransi dan kerukunan sebagai amanah dari Tuhan telah tertanam di jiwa kita semua sebagai ketaatan dan ketakwaan kita kepada-Nya, dan kecintaan kita pada bangsa dan negara,” kata Fachrul.

Saat ini, musala yang dirusak tersebut sudah diperbaiki dan bisa kembali digunakan untuk ibadah.

Untuk tahu lebih jelas soal duduk persoalan pengrusakan musala ini, bisa baca artikel berikut: Pengrusakan Musala di Sulut Rupanya Salah Kaprah, Ini Faktanya! 

Sumber : Cnn Indonesia | Detik.com

Ikuti Kami