Jarang Disadari, Ternyata Inilah 3 Perangkap Yang Merusak Pernikahan Kristen!

Marriage / 30 January 2020

Kalangan Sendiri
Jarang Disadari, Ternyata Inilah 3 Perangkap Yang Merusak Pernikahan Kristen!
Sumber: Psychology Today
Naomii Simbolon Official Writer
4430

Tidak satupun manusia yang sempurna, bahkan dalam pernikahan sekalipun. Kadang ada saja kesalahan yang memicu perdebatan dan perselisihan dan itu tidak bisa disalahkan. 

Tetapi kadang, pola pikir yang berbeda bisa membuat gangguan emosi yang semakin berapi-api dan membuat pernikahan itu sangat menderita. Jika tidak dirawat maka pernikahan itu bisa mati.

Itulah sebabnya kita butuh saling diskusi secara sehat, dan  membiarkan perselisihan berakhir dengan damai, pengertian di dalamnya.

Nah, dibawah ini ada beberapa rahasia perangkap yang sering diabaikan sehingga pernikahan bisa sangat berantakan.

1. "Saya layak untuk bahagia."

Nggak ada yang salah jika kamu menginginkan sebuah kebahagiaan. Siapa sih yang nggak menginginkan itu?

Tapi sayangnya banyak orang yang tidak tahu tentang defenisi kebahagiaan, sehingga kita mengejarnya dengan penuh semangat dan dalam prosesnya kita mulai melakukan semua yang kita inginkan.

Bahkan ketika pasanganmu tidak setuju dan membencinya, kamu tetap melakukannya agar kamu bahagia sendiri. Alhasil itu membuat pasanganmu kesal dan kalian ricuh lagi.

Amsal 16:18 berkata,"Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."

Janganlah sombong, pikirkan pasanganmu. Karena kamu tidak menikah dengan dirimu sendiri melainkan dengan pasanganmu.

2. "Saya tahu, saya benar."

Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, sama sekali tidak!

Kamu selalu merasa benar, padahal tidak selalu begitu. Baik dalam memberi nasihat atau diberi nasihat, kamu selalu dominan dan merasa tidak bersalah.

Kadang, dalam pernikahan kita perlu sekali merendahkan hati untuk melihat dari perspektif orang lain dan Tuhan bukan dari diri kita sendiri saja.

"Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati." (Amsal 11:2)

Ingatlah bahwa tidak satupun manusia yang sempurna, tidak kamu juga tidak suamimu. Kamu harus saling mendengar dan membuka telinga untuk bisa mengenal dan memahami lebih dalam.

BACA JUGA : Hindari Perceraian Dalam Keluarga Kristen Dengan Mendahulukan Pasangan Dibanding Anak!

3.  "Kita bisa buat sendiri kok."

Melakukan semua urusan pernikahan bersama kekasih hati adalah hal yang bagus tapi jangan sampai melupakan Tuhan.

Pasangan kamu bukanlah Tuhan yang bisa melakukan segalanya, atau yang mengerti semuanya serta yang selalu sabar untuk setiap hal.

Tuhan adalah Tuhan, yang membangun rumah tangga kamu, yang menjadi kekuatan dan tongkat untuk pernikahan kamu.

Lukas 6:49 berkata, "Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Ketika pernikahan kamu tampaknya ada masalah dalam keuangan, jangan langsung berusaha tanpa Tuhan. Berdoalah dan minta pertolongan dari Tuhan. Bila penting, berpuasa dan berdoalah karena Tuhan akan membimbing dan menyediakan semuanya.

Pernikahan yang baik itu adalah pernikahan yang mengandalkan Tuhan, pernikahan yang hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dan pernikahan yang benar-benar dikepalai oleh Kristus. Jadi, tetaplah andalkan Tuhan dalam hidupmu ya. 

Sumber : berbagai sumber
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?