Naomii Simbolon

Official Writer
1071


Semua orang pasti tahu bahwa anak-anak merupakan sosok yang ceria, enerjik, dan menyenangkan. Tapi, akan ada momen di mana anak akan merasa murung dan sedih, dan ini adalah hal yang umum terjadi.

Namun, ketika si kecil terlalu lama berlarut di dalam kesedihan maka itu bisa menganggu aktivitasnya lho dan dia bisa menjadi depresi.

Karena itu, sebagai orangtua penting sekali bagi kita untuk mengenali gejala dan tanda depresi pada anak agar  bisa mengatasi dan membuat kondisi psikologisnya membaik.

Nah, sementara di bawah ini ada beberapa tanda depresi yang kadang sulit dibedakan dengan perasaan umum yang dialami anak. Jadi orangtua harus mengetahuinya ya :

1. Anak merasa sedih dan menjadi sensitif sepanjang hari.

2. Anak kehilangan minat pada hal-hal yang biasa dia senangi.

3. Anak kehilangan energi dalam melakukan kegiatan bahkan kegiatan sederhana.

4. Anak mengalami perubahan berat badan yang sangat signifikan, bisa naik maupun turun.

5. Anak sering menyendiri dan nggak ingin ditemani oleh siapapun baik itu keluarga atau teman.

6. Anak merasa rendah diri, dan merasa nggak berharga.

7. Anak sulit fokus dan bisa berdampak kepada performa akademisnya.

8. Anak tidak memiliki harapan di masa depan.

9. Anak bahkan melakukan pencobaan bunuh diri.

Sementara itu, orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan psikologi anak ini. Jika orangtua melakukan pola asuh yang salah atau abusif, maka psikologi anak akan terganggu lho. Dan kondisi ini lambat laun akan membuatnya depresi.

Beberapa hal dibawah ini adalah hal yang bisa membantu akan tidak depresi :

 BACA JUGA : Imlek Kan Tiba, Ajarkan Anak Mengatur Angpao Dengan Cara Ini Yuk!

1. Kehangatan dari orangtua adalah yang mereka inginkan.

Kehangatan yang diberikan oleh orangtua menjadi faktor kunci dalam mencegah terjadinya depresi pada anak.

Orangtua yang mampu mendekatkan diri dengan anak bisa membuat anak lebih terbuka dan memiliki pemikiran positif.

Hal ini bisa mengurangi kemungkinan anak untuk mengalami depresi. Orangtua yang memiliki hubungan yang erat dengan anak akan membuat anak menceritakan segala kesulitannya kepada orangtua lho.

2. Konflik dalam rumah tangga

Konflik dalam rumah tangga sangat berperang besar dalam perkembangan psikologi anak. Konflik yang terjadi bisa mempengaruhi kerentanan emosional yang dialami anak pas dia remaja lho.

Banyaknya konflik antara anak dan orangtua akan memyebabkaan terjadinya komunikasi yang baik antara keduanya asal orangtua tau caranya gimana ngobrol dan minta maaf kepada anak.

Selain itu, dengan konflik dalam keluarga ini akan membentuk anak dalam mengkontrol emosinya.

Nah, jika anak kamu mengalami depresi, maka apa yang bisa kamu lakukan adalah memberinya perhatian dan mengerti kondisinya. Berikan dia kesempatan untuk bercerita mengenai perasaannya dan kejadian yang membuatnya sedih, baik dirumah, di sekolah maupun dilingkungan sekitarnya.

Dukungan dan kedetakan emosional dengan anak sangatlah berperan penting dalam pendekatan pada anak yang sedang depresi.

Selain itu, ajaklah dia bergabung dalam komunitas gereja dan biarkan dia bertumbuh disana dan memiliki teman, sehingga dia tidak merasa depresi dan sendirian.

 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7241

Banner Mitra Juli 1-2