Lori

Official Writer
2791


Tahun 1990 adalah awal dari kesuksesan bagi seorang Zifky Priatelna. Setelah lulus dari Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan di PLP Curug, dia lalu menjalani profesinya sebagai pilot di maskapai penerbangan.

Profesi sebagai pilot membuat Zifky punya banyak uang dan bisa mendapatkan apa yang dia mau. Bisa dibilang, hidupnya benar-benar sempurna!

“Dengan menjadi seorang pilot, saya bisa memiliki banyak harta, banyak uang. Saya bisa mendapatkan apa yang saya mau. Itulah yang akan memuaskan saya dan saya akan hidup sangat-sangat bahagia, karena saya memiliki semuanya,” kata Zifky Priatelna.

Zifky pun benar-benar mendapatkan semua itu. Dengan uang yang berlimpah, dia mengejar kepuasannya sendiri.

“Saya ingin mendapatkan kepuasan. Saya berpikir bahwa ‘wow hidup saya ini betul-betul luar biasa.’ Uang ada, semuanya ada. Apa yang aku butuhkan bisa aku capai, bisa aku raih,” demikian Zifky mengisahkan.

Mengalami Titik Jenuh

Gak ada kepuasan yang tak dirasakan oleh Zifky selama menjalani profesinya sebagai pilot. Dunia malam dan minuman adalah bagian kesenangannya. Namun sayang semua kepuasan itu ternyata hanya mendatangkan kesenangan sesaat bagi dirinya.

Di satu titik, dia mulai menyadari bahwa dia tidak benar-benar bahagia dengan apa yang dia lakukan dengan uangnya.

“Di tahun 1996, saya masuk pada sebuah titik dimana ternyata apa yang saya miliki, apa yang saya bisa raih, apa yang saya bisa capai, itu sama sekali tidak mendatangkan kepuasan,” terangnya.

Di titik itulah, Zifky berada dalam kekosongan dan kehampaan. Pola pikirnya tentang kepuasan menurut definisi dunia sama sekali berubah. Menjadi pilot adalah profesi yang sejak lama diidam-idamkannya, tapi tak lagi untuk saat itu. Punya banyak uang adalah impiannya, namun tak lagi untuk saat itu.

Setelah lelah dengan apa yang dia alami, Zifky pun mencoba untuk datang mencari Tuhan. Di sebuah ibadah yang dia hadiri, dia mendengar pesan firman dari kitab Pengkhotbah yang berkata tentang hidup yang sia-sia di tengah dunia.

“Dia katakan, hidup dalam dunia ini semuanya sia-sia. Hanya dekat kepada Tuhan dan hanya takut akan Tuhan yang membuat hidup kita sesungguhnya ada di dalam kebahagiaa. Saya langsung bilang kayaknya ini yang saya cari,” jelasnya.

Zifky mulai mengambil keputusan untuk mencari kepuasan sejati yang ditawarkan oleh Tuhan yaitu kembali kepada-Nya.


Baca Juga: Kelakuan Edward Limbong, Sang Pilot yang Tega Selingkuh dan Tinggalkan Istri


Setelah saat itu, Zifky membenahi hidupnya. Mulai menghentikan segala hal yang dilakukannya, mencoba menghindari semua teman-teman yang dia ajak bergaul dan mulai aktif ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial.

“Saya menjaga diri saya. Saya sudah mulai masuk dalam pelayanan-pelayanan, terutama pelayanan-pelayanan kemanusiaan,” jelasnya.

Menjadi penginjil dan mendirikan yayasan pendidikan

Menjadi berguna bagi orang lain seperti itulah definisi kepuasan yang bisa kita petik dari kehidupan yang dijalani Zifky saat ini.

Dia pun rela meninggalkan profesinya demi mengejar kepuasan sejati tersebut.

“Terbang kemudian saya dapat ini itu tidak sebahagia kalau saya sedang duduk dan melayani. Dan disitulah saya bergumul sama Tuhan dan saya minta konfirmasi sama Tuhan. “Tuhan saya ini harus terus diprofesi saya sebagai seorang penerbang atau saya memang meninggalkan itu.” ucapnya.

Setelah berdiskusi dengan sang istri dan mendapatkan dukungan, akhirnya Zifky mantap meninggalkan profesinya sebagai pilot. Sejak saat itulah, dia sepenuhnya melayani Tuhan dan aktif di pelayanan kemanusiaan.

Setelah aktif dalam beragam pelayanan di berbagai kota di tanah air, Zifky terbeban membangun rumah berteduh bagi anak-anak miskin dan yatim piatu.

Jauh di Timur Indonesia, Zifky dan keluarga melayani anak-anak Papua dan menanamkan nilai kasih atas hidup mereka. Dengan kecintaan yang semakin kuat di dalam Tuhan, dia juga aktif mengabarkan kebenaran firman Tuhan kepada banyak orang. Dari satu pintu gereja ke pintu gereja yang lain, Zifky tampil dan menunjukkan bahwa hanya hidup di dalam Tuhan dan melakukan kehendak-Nya kita akan mengalami kepuasan yang sejati. Bukan dari uang, pekerjaan dan pergaulan.

“Saat saya berjumpa dengan Tuhan, disitu ada kepuasan sejati. Melihat orang yang hidup kekurangan, kemudian kami bisa lakukan sesuatu untuk mereka berkecukupan. Itu sebuah kepuasan,” jelasnya.

Melalui Yayasan Aviasi Berkat Indonesia, Zifky dan istri melayani lebih banyak anak-anak miskin dan kekurangan.

 

Apakah kamu merasa seperti Zifky Priatelna yang merasa hampa dan kosong meski sudah punya segalanya? Jangan putus asa, datanglah kepada Tuhan. Atau kamu bisa membagikan kondisimu dengan menghubungi konseling center Sahabat 24 kami di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DI SINI.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7241

Banner Mitra Juli 1-2