Peraturan Baru Diberlakukan, Umat Kristen China Terancam Dikekang Jalankan Ibadah

Internasional / 9 January 2020

Peraturan Baru Diberlakukan, Umat Kristen China Terancam Dikekang Jalankan Ibadah
Sumber: Daily Mail
Lori Official Writer
6652

Umat Kristen China semakin terancam akan kesulitan menjalankan keyakinan agamanya karena pemerintah negara tirai bambu mulai memberlakukan aturan baru yang mengikat.

Pemerintah rencananya akan memperketat pengawasan terkait kegiatan agama. Aturan ini sendiri akan mulai diberlakukan sejak 1 Februari 2020 mendatang dengan mencakup aturan terkait pembangunan rumah ibadah, kantor dan organisasi gereja, keuangan dan proyek yang dikerjakan.

Selain itu, aturan tersebut juga meliputi pengawasan terkait kegiatan agama, dimana pihak gereja diwajibkan untuk meminta persetujuan lebih dulu dari departemen urusan agama.

Di dalam Pasal 5 dituliskan bahwa organisasi keagamaan harus mematuhi kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, mematuhi konstitusi, undang-undang, peraturan, tata cara dan kebijakan, mematuhi prinsip independensi dan pemerintahan sendiri, mematuhi arahan tentang agama di Tiongkok, dan menerapkan nilai-nilai sosialisme.

Di Pasal 17 lebih lanjut juga berisi aturan dimana organisasi keagamaan harus menyebarkan prinsip-prinsip dan kebijakan Partai Komunis Tiongkok serta hukum nasional, peraturan, aturan kepada personel agama dan warga negara untuk mendukung kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, mendukung sistem sosialis, mengikuti setiap aturan sosialisme sesuai dengan karakteristik masyarakat China.

Organisasi keagamaan yang ketahuan tidak mengantongi persetujuan dari departemen urusan agama tidak akan diberikan ijin untuk melakukan kegiatan keagamaan apapun.

Baca Juga:

Sebelum Masuk Gereja, Umat Kristen China Diwajibkan Lakukan Pemeriksaan Ini…

Sadis! Pendeta Korea Selatan Ini Tewas Dengan Luka Tikaman di Turki

Seorang Pendeta Katolik di China mengatakan kepada Asia News bahwa aturan-aturan baru itu hanya akan menimbulkan permusuhan antara Partai Komunis Tiongkok dengan semua agama yang ada.

“Dalam praktinya, agama tidak penting lagi, jika kamu beragama Budha atau Tao atau Muslim atau Kristen: satu-satunya agama yang diijinkan adalah keyakinan pada Partai Komunis Tiongkok,” ucapnya.

Kecemasan ini semakin bertambah besar setelah di akhir tahun lalu, pemerintah China menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara kepada pendeta senior Early Rain Covenant Church Wang Yi setelah dituduh melakukan makar.

Pengadilan Negeri di kota Chengdu, China bagian baratdaya menjatuhkan vonis ini karena Wang Yi dinyatakan mencoba melawan pemerintah sekaligus terbukti melakukan bisnis ilegal.

Akhirnya, pemerintah menuntut umat Protestan hanya bisa beribadah di gereja-gereja yang diakui oleh Partai Komunis.

Lembaga sosial International Christians Concern sendiri menyampaikan tindakan pemerintah China ini akan digunakan sebagai alat untuk menekan kebebasan beragama di negara itu. Sehingga organisasi keagamaan di sana menjadi tidak betah dan terpecah.

Sumber : Aljazeera.com | Christiantoday.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?