Naomii Simbolon

Official Writer
615


Pihak berwenang Australia akhirnya berhasil menangkap 183 orang yang menyulut kebakaran hutan di New South Wales (NSW), Queensland, Victoria, Australia Selatan dan juga Tasmania.

Polisi di negara bagian Queensland melaporkan bahwa ada 103 titik api yang sengaja di nyalakan oleh pelaku.

Menurut laporan The Australian yang dikutip dari Christian post, dari sekian banyak pelaku yang diduga, akhirnya 101 orang yang sudah diidentifkasi, dimana 32 diantaranya orang dewasa dan 69 adalah remaja.

Sejak 8 November 2019 yang lalu, di NWS sendiri polisi sudah berhasil menangkap 24 pelaku.

"Sejak November, polisi juga sudah mengambil tindakan hukum terhadap 53 orang karena gagal mematuhi larangan api total dan kepada 47 orang juga diberi peringatan karena sudah membuang rokok yang masih menyala atau korek api di darat, " Syndey Morning Herald melaporkan.

Akibat pembakaran hutan tersebut, 25 orang diketahui tewas dan ribuan rumah hancur serta ratusan juta hewan dan ternak mati terbakar.

Dilansir dari Christian post, saat ini ada banyak anak remaja yang berusaha menyelamatkan beruang koala yang terkena dampak kebakaran tersebut.

Sementara itu, menurut James Ogloff, Direktur Ilmu Perilaku Forensik di Universitas Swinburne, sekitar 50 persen kebakaran hutan di lakukan oleh anak-anak remaja yang dipinggiran jalan.

"Mereka mungkin orang-orang putus sekolah sejak dini, yang hidup di tepi masyarakat, yang cenderung menganggur dan dikucilkan. Dalam kebanyakan kasus, mereka sebenarnya tidak berniat menyebabkan kekacauan ini, dan mungkin mereka hanya ingin merepotkan," katanya.

Foto-foto kebakaran hutan di Austalia ini sudah menyebar dimana-mana, dan tampaknya sangat mengerikan sekali sehingga banyak penduduk Australia yang terkena asap dan juga korban harus mengungsi ke pantai demi keselamatan mereka.

Melihat kejadian ini, Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump tidak tinggal diam. Dia menghubungi Perdana Menteri Australia yaitu Scott Morrison Senin (6/01/2020)  kemarin dan menawarkan sejumlah bantuan kepada pemerintah Australia untuk membantu memerangi kebakaran.

BACA JUGA : Demi Kebangkitan Rohani 2020, Pemimpin Kristen AS Ajak 1 Juta Anak Muda Berpuasa. Ikut Yuk

Kepada Trump, Morisson pun mengucapkan terima kasih atas dukungan, simpati dan persahabatan yang kuat yang terus dibangun atas bangsa Australia selama musim kebakaran tersebut.

Akhirnya, Perdana Menteri Australia berkomitmen untuk memberikan bantuan lebih dari 1.4 milliar selama dua tahun ke depan untuk membantu Austalia, dan para korban untuk upaya pemulihan.

Sampai hari ini, diketahui 1558 rumah hancur terkena kobaran si merah.

Seperti yang kita ketahui, di Australia ada banyak orang Indonesia yang merantau dan banyak gereja yang luar biasa disana. Sebagai orang Kristen, marilah kita berdoa untuk semua korban dan bangsa Australia tanpa terkecuali, agar Australia tetap aman di tangan Tuhan.

Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi. Amin.

 

Sumber : christianpost/ jawaban


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7252

Banner Mitra Juni Week 1-2