Sambut Kelahiran Yesus, Hutan Pinus Ini Didesain Jadi Kampung Natal Penuh Cahaya

Sambut Kelahiran Yesus, Hutan Pinus Ini Didesain Jadi Kampung Natal Penuh Cahaya

Lori Official Writer
1444

Ide kreatif muncul dari para pemuda asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Mereka pun menyulap hutan pinus yang berlokasi di Bukit Lenong, Desa Tondok Bakaru ini menjadi wisata Natal yang unik.

Untuk melengkapi perayaan Natal di desa ini, mereka akhirnya menghiasi hutan pinus tiga tingkat seluas satu hektar itu dengan lampu kelap kelip.

Ratusan ornamen natal, seperti pohon Natal, kandang domba, perahu di atas gunung, dan ribuan lampu dipasang disekitar hutan pinus tersebut.

Karena masih dianggap baru dan begitu menarik perhatian, para pengunjung pun berdatangan. Anomali masyarakat yang cukup tinggi membuat tempat tersebut menjadi wisata baru yang diberi nama wisata kampung Natal.

Andarias, ketua panitia kampung Natal menyampaikan bahwa mereka sengaja mendesain lahan hutan pinus tersebut sebagai destinasi digital kampung Natal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan wisata di Desa Wisata Tondok Bakaru.

“Diberi nama Destinasi Digital Kampung Natal karena promosi wisata ini semuanya lewat digital, dimana jika sejumlah pengunjung berwisata ke lokasi ini tentu akan mempromosikan wisata di desa ini secara digital lewat akun media sosial yang mereka miliki sehingga orang mengenal wisata kampung Natal ini melalui jejak digital,” katanya.

Sementara para pengunjung mengaku kagum dengan ide kreatif menyulap hutan pinus dengan tampilan ornamen Natal yang meriah. Daya tarik wisatawan ke tempat inipun kebanyakan berasal dari kaum millennial.


Baca Juga:

Sambut Natal, Kemenag dan Lembaga Agama Sampaikan Pesan Penting Ini

Barapen, Tradisi Bakar Makanan Orang Papua yang Wajib Ada Saat Natal


Selain hiasan lampu yang meriah, wisata hutan pinus ini juga dinilai unik karena pemandangannya. Dimana pengunjung bisa memotret suasana puncak pegunungan dengan nuansa Natal. Bagi yang berkunjung di pagi samapi sore hari, mereka bisa menikmati keindahan pemandangan sawah yang dilengkapi dengan spot swafoto berbentuk kapal laut.


Di sana juga disediakan gazebo dan tempat bersantai untuk para pengunjung yang ingin beristirahat atau duduk sembari menikmati pemandangan hutan pinus.


Pengelolaan wisata ini sendiri melibatkan Badan Usaha Milik Desa dan beberapa komunitas pemuda. Dan rencananya, kawasan wisata Kampung Natal ini akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari 1 Desember sampai 5 Januari 2020. Mereka yang ingin berkunjung disarankan untuk datang pada pukul 16.00 sampai 23.00. Tarif masuk wisata kampung Natal sendiri dipungut biaya sebesar Rp 10.000 untuk dewasa dan khusus anak-anak diberikan gratis.

Nah, penasarankan suasana wisata kampung Natal ini? Kamu yang mungkin berasal dari kota Mamasa atau provinsi Sulawesi Barat perlu berkunjung ke tempat ini selama perayaan Natal.

Sumber : Detik.com | Jawaban.com

Ikuti Kami