Sambut Natal, Kemenag dan Lembaga Agama Sampaikan Pesan Penting Ini

Nasional / 9 December 2019

Sambut Natal, Kemenag dan Lembaga Agama Sampaikan Pesan Penting Ini
Sumber: https://kemenag.go.id/
Lori Official Writer
5106

Melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Kementerian Agama menggelar Dialog Lintas Agama menjelang perayaan Natal di kota Yogyakarta, Senin (9/12).

PKUB sendiri turut mengundang sebanyak 60 perwakilan dari lembaga-lembaga agama di Indonesia yang diantaranya berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU), Pemuda Anshor dan Pemuda Muhammadiyah.

Ketua PKUB Kemenag Nifasri sendiri menuturkan bahwa hal dialog ini digelar di Yogyakarta sebagai upaya untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Sengaja kami menggelar dialog lintas agama ini sebagai upaya hadapi Natal dan Tahun Baru, agar tahun ini semakin aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” katanya.

Di dalam dialog tersebut, mereka secara bersama membahas terkait tantangan yang dihadapi oleh bangsa. “Yakni memudarnya budaya bangsa, adanya ancaman disintegrasi bangsa, dan melemahnya kemandirian bangsa. (Untuk itu) Kita harus membangun kerukunan nasional melalui kerukunan umat beragama. Khusus di DIY sudah membentuk FKUB sampai tingkat kecamatan,” kata Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan.

Dengan dialog ini, diharapkan PKUB dan lembaga agama bisa mendeteksi lebih awal potensi masalah yang terjadi di Yogyakarta. Selain itu, dialog ini juga diharap bisa semakin memperkuat moderasi beragama yang didasarkan pada tiga pilar utama yaitu komitmen membangun bangsa, toleransi dan semangat antiradikalisme. “Di akhir tahun ini kami juga akan menggelar Gebyar Kerukunan yang melibatkan umat lintas agama,” jelasnya.


Baca Juga: Barapen, Tradisi Bakar Makanan Orang Papua yang Wajib Ada Saat Natal


Beberapa tahun belakangan ini, Yogyakarta yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang ramah dan rukun menjadi kota yang menimbulkan banyak kasus intoleransi terhadap masyarakat minoritas. Dua tahun belakangan, beberapa rumah ibadah umat Kristiani ditolak pembangunannya. Beberapa lainnya mempersoalkan penguburan jenazah dan keberadaan warga di lingkungan masyarakat mayoritas Muslim.

Dengan dialog ini, diharapkan kasus-kasus intoleransi serupa tak lagi terjadi. Sehingga semua masyarakat yang tinggal di sana bisa hidup dengan rukun.

Mari juga berdoa supaya sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan aman dan tentram.

Sumber : Kemenag.go.id
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?