Inta

Official Writer
579


Waktu berjalan begitu cepat ketika kita menjalaninya bersama orang-orang terkasih, termasuk keluarga kecil kita. Kita punya anak, juga pasangan yang penuh kasih. Namun, seiring bertambahnya usia, kita menyadari kalau orang tua kita juga nggak lagi muda. Mereka butuh perhatian dan kasih kita.

Inilah yang kemudian membuat beberapa pasangan memutuskan agar orang tuanya bisa menghabiskan masa tua bersama dengan keluarga anak-anak mereka. Dengan kata lain, banyak pasangan menikah yang mengajak orang tuanya untuk tinggal bersama-sama dengan keluarga kecilnya.

Perubahan ini tentu bisa menjadi tantangan tersendiri buat pernikahan. Sebab, tanggungan kita bukan hanya sekedar pasangan dan anak. Kita punya tanggung jawab sebagai pasangan, orang tua, sekaligus anak. Bukankah itu cukup melelahkan?

Kalau kita sedang berada dalam posisi ini, yuk lakukan beberapa hal di bawah ini.

1.  Kelola komunikasi dengan baik

Ketika pasangan menikah memutuskan untuk mengurus orang tuanya di rumah, maka pasangan yang juga merupakan anak kandungnya cenderung merasa punya tanggung jawab yang lebih besar.  Orang tua kita mungkin tidak sekuat dahulu. Ia butuh perhatian yang lebih.

Ia tidak bisa lagi mencuci bajunya sendiri, atau membantu kita masak. Di tengah kondisi tersebut, banyak orang yang kemudian menderita frustasi dan melimpahkan emosi mereka pada pasangan. Inilah pentingnya untuk mengelola komunikasi dengan baik bersama dengan pasangan.

2. Menciptakan ruang untuk diri sendiri di tengah kebersamaan

Ketika orang tua tinggal di rumah kita, menciptakan kebersamaan itu termasuk hal yang mudah. Tambahkan saja kursi goyang untuk nenek atau kakek di ruang tengah, maka kita bisa menikmati tontonan tv bersama-sama. Yang menjadi sulit adalah menciptakan ruang untuk diri sendiri.

Misalnya, ketika kakek atau nenek menonton dengan suara yang terlalu keras. Atau ketika kita sudah sangat lelah sementara orang tua masih meminta kita sedikit bantuan.

Untuk itu, kita harus punya batasan sendiri, juga batasan buat bersama. Misalnya dengan membuat jadwal untuk masing-masing anggota keluarga. Harapannya, dengan begitu, kita jadi lebih bisa saling toleransi, mengingat kita dan pasangan, anak-anak dan orang tua berasal dari generasi yang berbeda.

3. Tetap waras dengan meluangkan waktu bersama teman

Punya tambahan anggota keluarga di rumah nggak berarti kita tidak bisa meninggalkan mereka untuk have fun. Memang, tanggung jawab kita jauh lebih besar. Nggak banyak kita yang berada di posisi ini mengorbankan kehidupan sosial agar bisa mengurusi anak dan orang tuanya sekaligus.

Kita, sebagai individu juga harus menjaga diri agar tetap waras. Misalnya dengan meluangkan waktu untuk menonton bersama teman-teman atau sekedar makan di luar. Menghabiskan waktu bersama teman bisa menjadi salah satu 'pelarian' yang bikin kita senang. Yuk mulai jadwalkan satu waktu untuk dirimu sendiri.

4. Meluangkan waktu untuk pasangan

Ketika kita lelah dengan pengasuhan anak dan orang tua sekaligus, pasangan adalah pribadi yang selalu mengingatkan kalau kita tidak sendiri. Kadang, saking sibuknya, kita nggak punya waktu khusus bersama dengan pasangan.

Kita memang punya tugas untuk menjadi orang tua dan anak yang baik. Namun, pernikahan merupakan prioritas kita. Coba buat waktu-waktu khusus dalam sehari yang bisa saling menguatkan satu dengan yang lain. Misalnya obrolan sebelum tidur atau doa berdua. Hal ini akan memperkuat pernikahan kita.

5. Mempekerjakan pendamping orang tua

Hal ini menjadi pilihan yang paling terakhir. Namun, beberapa pasangan menemukan kalau ini menjadi hal yang terbaik. Orang tua seringkali sudah memiliki berbagai penyakit, sehingga memang perlu ada orang lain yang benar-benar menjaganya.

Selain menjaga dan memperhatikan, pendamping orang tua ini biasanya akan menjadi teman mengobrol. Karena kita dan pasangan sibuk, orang tua akan senang ketika punya pendamping yang mau menjaga sekaligus menjadi teman ngobrolnya.

Memenuhi tugas kita sebagai anak dan orang tua sekaligus itu memang tidak mudah. Namun, ini bukan berarti tidak mungkin. Kita nggak boleh pelit pada diri sendiri. Contohnya, buat apa memaksakan diri untuk memasak, padahal kita sudah benar-benar capek? Kalau memang masih punya uang yang lebih, kenapa tidak memilih untuk makan di luar saja?

Apakah kamu memiliki pergumulan dengan kehidupan rumah tanggamu atau masalah hidup lainnya dan rindu pertolongan Tuhan, yuk hubungi Sahabat24 sekarang juga di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DISINI.


 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Banner Mitra Juni Week 1-2


7250

Banner Mitra Juni Week 1-2