Tak Cuma Ikut Bina Pra Nikah, Calon Pasangan Menikah Kristen Wajib Ikut Sertifikasi

Tak Cuma Ikut Bina Pra Nikah, Calon Pasangan Menikah Kristen Wajib Ikut Sertifikasi

Inta Official Writer
1414

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy merencanakan program sertifikasi persiapan perkawinan berupa kelas atau bimbingan pranikah bagi pasangan yang hendak menikah. Rencananya, program sertifikasi ini baru akan berlaku pada tahun 2020 mendatang. Seluruh peserta sertifikasi ini tidak akan dipungut biaya apa pun alias gratis.

Peraturan ini diperuntukkan bagi seluruh pasangan yang hendak menikah, terlepas dari apa pun agama yang dianutnya. Deputi VI Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Darmaputra menjelaskan bahwa rencana ini bertujuan untuk mengentas angka kemiskinan sekaligus memperbaiki kualitas manusia dari hulu.

Terkait dengan kelasnya nanti, Muhadjir menjelaskan bahwa akan melibatkan kementrian yang terkait, salah satunya bidang kesehatan dan reproduksi.

“Dan kemudian pencegahan terhadap berbagai macam penyakit, terutama yang berkaitan dengan janin, anak-anak usia dini dan seterusnya itu bisa diantisipasi oleh kementerian kesehatan," katanya.

Program ditujukan bagi calon pasangan menikah tanpa memandang agama nya

Bagi orang Kristen, pembinaan pra nikah bukanlah sesuatu yang baru. Bina pra nikah merupakan salah satu syarat bagi pasangan Kristen yang mau melangsungkan pemberkatan pernikahan. Program sertifikasi ini berlaku bagi semua pasangan yang menikah, apa pun agamanya.

"Nantinya ini berlaku untuk semua yang akan menikah, tidak melihat agamanya," ujar Ghafur.

Mengenai hal ini, sertifikasi pembekalan pranikah tidak ditujukan untuk mengatur seseorang boleh atau tidaknya menikah. Harapannya, program ini dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana membangun rumah tangga yang baik, bukan untuk meluluskan atau melarang orang menikah.

"Itu (pembekalan) penting memang untuk adanya istilahnya itu memberikan pelatihan pada pranikah. Karena supaya ketika dia nikah itu dia sudah siap mental dan fisik, terutama dalam menghadapi kemungkinan pencegahan stunting," ujar Ma'ruf di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami