Sebelum Masuk Gereja, Umat Kristen China Diwajibkan Lakukan Pemeriksaan Ini…

Sebelum Masuk Gereja, Umat Kristen China Diwajibkan Lakukan Pemeriksaan Ini…

Lori Official Writer
1787

Dari waktu ke waktu pemerintah China semakin memperketat penjagaan terhadap gereja-gereja dan aktivitas orang Kristen.

Seperti belum lama ini dikabarkan kalau pemerintah negri tirai bambu ini mulai memberlakukan pemeriksaan terhadap umat Kristen yang hendak memasuki gereja. Mereka menyediakan mesin pemindai biometrik di pintu masuk Gereja Muyang di Hubei.

“Pada tanggal 6 Oktober, Gereja Muyang di provinsi pusat Hubei, yang juga merupakan pusat dari Dua Dewan Kristen China di kota Huangshi, memiliki dua perangkat biometik yang dipasang di lantai dua. Sejak itu, anggota sidang harus antri supaya wajah dan sidik jari mereka dipindai sebelum diijinkan masuk gereja,” demikian laporan dari Bitter Winter, organisasi yang mengeksplorasi hak asasi manusia dan kebebasan beragama di Tiongkok.

Mereka yang hendak menjalani ibadah diwajibkan untuk memindai wajah dan sidik jari mereka di pintu masuk.

Tindakan yang terkesan dipaksakan ini membuat banyak jemaat merasa tidak nyaman. Karena mereka merasa pemerintah sudah terlalu jauh ikut campur dalam urusan keyakinan seseorang.

Sayangnya, tak ada pilihan selain megikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah. Karena takut akan berdampak pada anggota keluarga mereka yang bekerja di pemerintahan.

Tindakan pemindaian inipun telah diterapkan di beberapa provinsi. Bahayanya, cara ini semakin mempermudah pemerintah dalam melacak keberadaan umat Kristen.

Baca Juga:

Gereja Dibongkar & Jemaat Disuruh Keluar, Tindakan Kejam Pemerintah China ke Umat Kristen!

Krisis Generasi Penerus, Umat Kristen Jepang Kuatir Punahnya Kekristenan Setelah Mereka

Umat Kristen China percaya kalau ini adalah bentuk lain dari peningkatan kekuasaan pemerintah.

Pengawasan negara atas gereja bukanlah hal baru di China. Apa yang disebut Proyek Sharp Eyes sudah lama hadir di gereja-gereja yang dikelola pemerintah, dengan kamera ditempatkan bahkan di toilet gereja untuk memantau gerak gerik jemaat gereja.

Di awal tahun ini, gereja-gereja yang dikelola negara di kota Qingdao di provinsi timur Shandong diminta untuk berhenti menyanyikan lagu-lagu penyembahan rohani. Mereka malah diminta untuk menyanyikan lagu yang hanya diijinkan oleh negara saja.

Pengawasan yang semakin ketat ini rencananya akan diterapkan secara merata di semua wilayah di China pada tahun 2020. Pemerintah akan memasang alat pemantau di setiap sudut tempat.

Jika kamu berharap supaya umat Kristen China bisa mengalami kemerdekaan dalam mendeklarasikan iman mereka, yuk dukung mereka lewat doa.

Sumber : Faithwire.com | CP

Ikuti Kami