PGI Ungkapkan Duka Mendalam Atas Meninggalnya BJ Habibie, dan Menyebutnya Negarawan Sejati

PGI Ungkapkan Duka Mendalam Atas Meninggalnya BJ Habibie, dan Menyebutnya Negarawan Sejati

Puji Astuti Official Writer
852

Mewakili gereja Tuhan di Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas meninggalnya mantan Presiden ke 3 Indonesia, BJ Habibie. 

"Gereja-gereja di Indonesia mengungkapkan dukacita mendalam atas berpulangnya Bapak BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan sejati, yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia," demikian pernyataan pers tertulis dari Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom, Kamis (12/9/2019). 

Walau hanya menjabat sebagai presiden dalam waktu yang cukup singkat, PGI berpendapat bahwa jasa BJ Habibie sangat besar untuk Indonesia. Sebab di masa Habibie menjabat, banyak regulasi yang menghambat proses demokrasi dicabut. Sebagai contoh adalah diwujudkannya kebebasan pers, pembebasan tahanan politik orba, dan juga bagaimana Habibie mengawali dialog tentang masalah Papua. 

"Beliau satu-satunya pemimpin bangsa Indonesia yang pada 1998 percaya pada laporan 'masyarakat anti kekerasan' tentang adanya kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa selama kerusuhan Mei '98," demikian jelas Gomar Gultom. 

Saat itu, selain menyatakan permintaan maaf, Habibie juga membuat Keppres untuk pendirian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

"Sebagai seorang negarawan, walau sudah tidak menjabat sebagai presiden, beliau tetap menunjukkan pengabdiannya yang tulus bagi bangsa. Dalam berbagai kontestasi pilkada maupun pilpres, kehadirannya selalu menenteramkan semua pihak. Beliau seorang yang non-partisan sehingga kehadirannya diterima oleh semua pihak," tambah Gomar. 

Untuk itu, PGI juga merasakan kehilangan yang besar atas wafatnya Habibie, “Kita sungguh kehilangan beliau. Semoga amal baktinya diterima di sisi Tuhan."

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami