Naomii Simbolon

Official Writer
1063


"Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (Lukas 6:34-35)

Menurut kamu, apa sih perbedaan antara cara dunia berurusan dengan masalah pinjam alias hutang dan cara Alkitab dalam hal meminjam atau meminjamkan uang?

Asal kamu tahu saja, bahwa Firman Allah menentapkan sebuah standar yang jauh lebih tinggi bagi orang percaya mengenai hal ini loh. Baik itu dari sisi meminjam atau meminjamkan.

Meminjamkan uang, dengan membuat bunga dalam hutang tersebut tampaknya sudah dipraktikkan oleh umat manusia selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Bagi siapapun yang nggak berpengalaman dalam Firman Tuhan, maka bakalan mudah banget terjerumus dan menjadi mangsa untuk mempraktikkan cara duniawi yang tidak menghormati Tuhan atau orang lain.

Yuk, kita belajar lebih dalam mengenai hal ini, supaya kita bisa bertindak dan lebih percaya diri ketika meminjam atau pun meminjamkan uang.

1. Apakah hutang itu dosa? Apa tanggung jawab kita sebagai peminjam uang?

Firman Allah nggak pernah bicara bahwa hutang adalah dosa, tapi ada referensi yang jelas bahwa hutang adalah sebuah perbudakan.

Uang pinjaman sama sekali nggak pernah dianjurkan dalam Firman Allah, dan ketika Musa bicara kepada orang-orang Israel, pinjaman dicatat sebagai konsekuensi dari pembangkangan.

Kalau begitu, parameter apa yang harus kita jalani ketika minjam uang?

Dengan Jelas, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa ketika kita memutuskan untuk meminjam uang, maka kita harus membayarnya kembali sampai lunas.

"Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali..." (Mazmur 37:21)

Jadi, sudah jelaskan bahwa firman Allah menegaskan kita demikian?

Sebagai peminjam kita harus melakukan kewajiban kita dalam membayar hutang dengan lunas.

2. Jangan pernah membiayai keingina kamu dengan hutang

Terlalu banyak dari kita yang rela berhutang demi  membiayai keinginan kita. Ini benar-benar tidak baik!

Karena ketidakmampuan kita membeli barang keinginan kita, akhirnya kita menempatkan diri kita atau keluarga kita dalam tekanan keuangan yang sangat besar.

Sebaiknya, sebelum kamu benar-benar berhutang, duduklah dan pastikan kamu bisa mengelola utang tersebut dengan baik. Jika tidak, berdoa dan percayalah kepada Tuhan untuk penyediaan dariNya. Beri Dia kesempatan untuk bertindak atas namamu daripada mencari solusi dari manusia.

3. Sekarang, apakah kewajiban kita sebagi pemberi pinjaman?

Baik dalam Perjanjian Lama ataupun Baru, semuanya bicara tentang memberi pinjaman dan mengatasi penyalahgunaan dengan praktik pinjaman. Sebagai orang percaya, kita diperingatkan untuk memberi pinjaman kepada mereka yang memang membutuhkan, memberi pinjaman kepada orang miskin, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Dalam Lukas 6:34 dikatakan, "Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak."

Ketika kita meminjamkan uang, maka motif kita harus murni. Ketika mereka meminjam uang dan tidak membayar kembali kepada kita, maka kita harus membebaskan mereka dari beban utang dan nggak menyimpan dendam. Meski itu sulit dilakukan, tapi itulah cara Tuhan, sangat berbeda dengan cara dunia.

BACA JUGA :

Hutang Numpuk Bikin Stres? Gampang Bayarnya Kok, Misalnya Seperti Cara di Bawah Ini!

4. Bisakah kita membungakan hutang?

Keluaran 22:25, "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya."    

Ada banyak referensi yang kita bisa temukan bagaimana kita nggak seharusnya membungakan hutang saudara Kristen yang mungkin berhutang kepada kita. Lantas gimana kalau yang berhutang itu bukan bagian dari tubuh Kristus?

Baca Lukas 6:35 yuk,"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat."

Saat kita meminjamkan uang atau meminjamkan uang, marilah kita berhati-hati untuk tidak melakukan keduanya berdasarkan praktik yang diterima secara umum saat ini.

Berkonsultasilah dengan Firman Tuhan dan menghormati Tuhan melalui proses meminjam atau meminjamkan uang. Itulah yang harus kita lakukan.                      

Sumber : crosswalk | Jawaban


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7235

Kanan Agustus