Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
275


Tampaknya semakin hari, semakin kesini Indonesia semakin serius dalam memerangi teroris sebagai pemecah perdamaian dan kemananan masyarakat.

Itu sebabnya, Polri atau Kepolisian RI saat ini sedang berkomunikasi dan kerja sama secara intens dengan para polisi di sejumlah negara untuk menangkap para teroris dan jaringannya.

Dede Prasetyo yang adalah Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir mengatakan bahwa kerja sama ini dilakukan untuk menangkap para tersangka terorisme yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) di luar negeri.

Diketahui, para tersangka teroris bersembunyi di zona abu-abu daerah Afghanistan.

"Saat ini Densus lagi intens komunikasi dengan antiteror dari Filipina, Afganistan, Malaysia dan berkoordinasi dengan interpol melalui hubungan internasional," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7).

Tidak hanya itu, Dedi juga mengtakan bahwa kerja sama dengan aparat dari sejumlah negara ini bertujuan untuk mengejar dan menangkap para tersangka teroris yang berasal dari jaringan Jamaah Islamiah (JI) dan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang terkoneksi kepada ISIS.

Dedi juga menambahkan bahwa Polri sudah berhasil mendeteksi adanya tersangka terorisme jaringan JAD di salah satu kota Afganistan.

"DPO yang dari WNI diduga masih berada di Khurasan," ujar Dedi.

Sebelumnya polisi sempat membeberkan aliran dana ke kelompok teroris JAD di Indonesia yang diperoleh dari Saefulah alias Daniel Chaniago, seorang penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Mas'ud, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini Saefullah diyakini berada di Khurasan, Afghanistan dan tengah dalam pengejaran Densus 88 Antiteror. Saefullah diketahui menerima uang dari sejumlah orang di beberapa negara. Uang itu kemudian disalurkan ke JAD untuk kegiatan terorisme lewat Novendri yang ditangkap beberapa waktu lalu.

"Saudara Saefulah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," tutur Dedi di Mabes Polri, Selasa (23/7) lalu.

Dedi menyebut Saefulah telah menerima aliran dana untuk aksi teror itu sejak Maret 2016 hingga September 2017 melalui Western Union. Total dana yang diterima mencapai Rp413.169.857.

Sebagai umat Kristen, marilah kita terus berdoa untuk para pemipin di Indonesia ini, marilah kita berdoa untuk kesatuan para penegak hukum di Indonesia ini, sehingga Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan untuk menemukan para teroris sehingga bangsa ini dipenuhi keamanan dan kedamaian.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Anggun Nur amali 21 November 2019 - 13:56:17

Dampak jika tidak melayani pelanggan dengan baik

0 Answer

Jupry 21 November 2019 - 13:54:45

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk berju.. more..

0 Answer

Brutal Fight 21 November 2019 - 09:37:32

Pacaran yang baik menurut alkitab

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3