Inta

Official Writer
536


Dalam pekerjaan, kita punya pencapaian yang pasti. Kita punya tujuan dengan angka yang jelas. Semuanya sifatnya obyektif. Namun, beda dengan perasaan. Sifatnya subyektif, alias tergantung versi siapa.

Apa yang dianggap cukup buat orang lain, belum tentu cukup buat kita. Hal ini kemudian yang memantik api dalam diri kita, kenapa sih kita merasa kurang, tidak seperti si A atau B? Sebelum kita menyalahkan diri sendiri dan dibuat stres karenanya, yuk ulik diri dengan mengenali 3 pemicu ini.

1. Materi, popularitas, dan cinta

Faktanya, nggak sedikit orang yang berpikir bahwa materi yang berlimpah merupakan sumber kebahagiaan. Padahal, kita tahu kalau yang namanya materi itu nggak pernah mengenal kata cukup.

Selain materi, kita juga cenderung mencari pengakuan dari orang lain. Kita berlomba-lomba mengumpulkan pujian atau jabatan. Kita menganggap kalau saat dunia mengakui kehadiran dan siapa kita, maka kita akan bahagia. Kita tahu dengan pasti bahwa selama kebahagiaan kita letakkan pada masunia, maka kita akan terus merasa capek dan kekurangan.

Cinta. Apakah cinta itu cukup? Katanya, nggak ada cinta, ya nggak hidup. Cintalah yang memberikan pengharapan, juga kebahagiaan. Tapi, nggak semua cinta itu sejati. Kita sering keliru membedakan mana cinta dan mana nafsu.

2. Membandingkan diri dengan orang lain

Jujur aja deh, siapa sih yang nggak pernah begini? Apalagi kita kenal sama yang namanya media sosial. Dengan mudah, kita bisa melihat apa yang dimiliki dengan seseorang, pun kita jadi iri karenanya. Kita tahu kalau di kehidupan ini, nggak ada orang yang sempurna. Mau tampak sesenang apa pun mereka di dunia maya, tetap saja mereka pernah mengalami yang buruk.

Tahukah kita kalau dengan membandingkan diri dengan orang lain, kita sudah bersikap tidak adil pada diri sendiri? Kita tidak sepenuhnya hidup dengan kondisi dan ujian yang sama. Seharusnya, inilah yang kita tanyakan, "Sudahkah aku menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin?"

3.  Memang nggak punya rasa cukup

Sebagaimana rasa kurang, rasa cukup pun sikapnya sangat subyektif. Kita bisa menilai sesuatu itu cukup saat kita berkata kalau itu cukup. Tahukah kamu kalau salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan merasa cukup dengan apa yang dimiliki?

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Tuhan itu sangat baik kepada kita. Ketika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, itu artinya Tuhan punya rencana yang indah buat hal itu. Jadi, apa yang membuat kita merasa kekurangan sekarang? 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer

Ning Ng 21 April 2020 - 01:06:59

Kesaksian mendapat anak

0 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra April Week 3


7259

Banner Mitra Maret Week 3