Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
383


Sabtu pagi, 13 Juli 2019 lalu, sebuah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo menjadi sorotan yang ramai dibicarakan di berbagai media. Dengan memilih sebuah tempat yang tidak biasa, yaitu gerbong MRT, terlihat Pak Jokowi dan Pak Prabowo mengobrol dengan akrabnya.

Suasananya sangat cair dan hangat, sungguh menyejukkan. Tanpa ada lagi pertarungan sengit, nggak ada kompetisi yang melelahkan untuk merebut hati rakyat Indonesia di Pilpres 2019 lalu. Pertemuan mereka di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta ini ternyata mengantarkan kita pada berbagai pelajaran soal sebuah hubungan.

Selain beralasan karena Pak Prabowo yang belum pernah sama sekali menaiki MRT, ternyata ada banyak arti yang bisa kita pelajari dari kedua pertemuan ini.

1.  Tetapkan tujuan

Baik Pak Prabowo maupun Pak Jokowi sama-sama bekerja untuk Indonesia, punya cita-cita yang sama, untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Lewat pertemuan mereka di MRT, kendaraan yang baru dan cepat, diharapkan kita bisa melakukan percepatan untuk Indonesia yang maju dan adil, dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai relnya.

Tujuan kita sebagai orang percaya jauh lebih besar daripada sebuah prestasi, karir, atau ambisi. Paulus mengatakan kalau hidup kita ini adalah untuk Kristus. Memuliakan Allah adalah tujuan utama kita hidup. Cara kita memuliakan Allah adalah lewat setiap hal yang kita kerjakan saat ini. Dengan begitu, kita bisa membangun kedekatan dengan Kristus.

2. Menghapus kebencian dengan sikap yang dewasa

Sejak awal tahun 2019 ini, kita udah banyak dihadapkan dengan banyak ujaran kebencian yang memihak. Setelah disuguhkan potret akrab di MRT, kita juga diperlihatkan foto mereka berdua yang sedang mengobrol dengan hangat di meja makan. Inilah sebuah komitmen dari kedua belah pihak, dimana mereka akan bekerja bagi rakyat, sesuai dengan porsinya masing-masing.

Kini, lewat foto akrab mereka berdua, kita menyadari kalau kebencian nggak akan membawa kita kemana pun. Yang ada, hanya akar pahit yang bersarang dalam hati. Kebencian nggak cuma merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

3. Pengharapan mengantarkan kita pada hasil yang tidak mengecewakan

Kita mengetahui kalau kehidupan ini nggak akan selalu mudah. Setiap tujuan pasti punya perjalanannya masing-masing. Ada yang jauh, atau dekat. Selama kita bisa menikmati proses perjalanannya, maka percayalah kalaui hasil itu tidak akan mengkhianati proses.

Ketika kita sudah mengetahui tujuan yang jelas, kita menyadari betul jalan yang harus di tempuh. Tentu saja, dalam perjalanan itu, kita belajar untuk menaruh pengharapan pada Kristus, dimana ketika kita menaruh setiap masalah di kaki Kristus, semua hal tidak akan menjadi sia-sia.

 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer

Medina Simbolon 11 November 2019 - 14:18:02

Jln keluar. Sudah 1 thn saya menderita miom sudah .. more..

0 Answer

Ronny Lie 10 November 2019 - 08:11:12

Imam

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 1


7272

Banner Mitra November Week 1