Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
320


Sejak pekan lalu, topik rencana patroli Whatsapp oleh Lembaga Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri marak dibahas oleh semua pihak. Hal ini muncul setelah Polri mengaku akan mulai melakukan patroli siber Whatsapp untuk menekan peredaran hoaks di sejumlah grup.

Meski tujuannya baik, tak semua masyarakat yang ternyata setuju dengan rencana ini. Komnas HAM, misalnya, justru mengaku kuatir jika aturan ini bisa melanggar hak privasi masyarakat dan membuat mereka kehilangan kemerdekaan dalam berkomunikasi.

“Ya, itu melanggar hal privasi dan dikhawatirkan mengurangi kemerdekaan individu, individual liberty,” kata Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, Minggu (23/6).

Ahmad menyarankan, harusnya pemerintah fokus saja kepada pihak yang diduga melakukan tindak pidana. Dengan cara ini privasi masyarakat jauh lebih terlindungi.

Senada dengan itu, Lembaga Amnesty Internasional Indonesia (AI) juga merasa jika patrol Whatsapp hanya akan bertentangan dengan HAM.

“Jika patrol WA atas nama ‘keamanan nasional’ dilakukan tanpa prosedur hukum yang demokratis, maka itu bisa jadi pelanggaran serius terhadap ruang-ruang privasi warga negara,” ucap Usman Hamid, Direktur AI Indonesia.

Alih-alih melakukan cara itu, kata Usman, akan jauh lebih baik bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat soal cara menggunakan media sosial yang baik dan benar.

Baca Juga:

Penutupan Warung Anjing di Karanganyar Bukan Soal Agama, Bupati Sebut 2 Alasan Ini...

Menengok Pesona Gereja Tua Pniel Bitung yang Penuh Sejarah

Menyikapi beragam penolakan ini, Polri menjelaskan bahwa rencana patrolI WA ini dilakukan lewat penyelidikan terhadap tankapan layar (screen capture) percakapan grup yang beredar saja. Sehingga Polri tak sembarang masuk ke grup WA orang tertentu dan mengawasi semua percakapannya.

Seperti contoh, saat percakapan Whatsapp di screen capture dan disebarluaskan ke Facebook atau Twitter. Maka Polri akan mulai menyelidiki terkait capture tersebut.

“Jadi tidak bisa begitu saja kita masuk (ke grup Whatsapp), jadi semuanya harus dalam melalui prosedur dan mekanisme hukum,” kata Kombes Asep Adi Saputra, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri.

Sementara menkominfo Rudiantara mendukung sepenuhnya rencana tersebut. Dia menilai langkah ini diambil dengan dasar hukum yang jelas.

Nah, sekarang Jawaban.com mau bertanya kepada semua pembaca. Apa kalian juga setuju dengan rencana Patroli Whatsapp ini? Yuk, sampaikan alasanmu di kolom komentar di bawah artikel ini.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7274

Banner Mitra Agustus Week 3