Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
559


Sungguh mengerikan, keluarga-keluarga Kristen di sebuah negara bagian di India kelaparan karena penduduk desa tidak memperbolehkan mereka bekerja dan bahkan tidak mau menjual makanan kepada orang-orang Kristen.

Orang Kristen dari berbagai desa di negara bagian Chhattisgarh, India harus mengalami kelaparan, bahkan anak-anak kecil dan para bayi. Menurut berita pada 23 Mei 2019 lalu, setidaknya 25 orang dari desa Bodiguda, Distrik Sukma diusir oleh penduduk desa beragama mayoritas dan kini menjadi mereka tidak memiliki tempat berteduh, diantara mereka terdapat empat orang bayi.

“Rumah mereka hancur,” demikian pernyataan pendeta di area itu, Philip Veeti kepada Morning Star News.

“Mereka menghancurkan persedian gandum yang dapat memberi makan orang-orang Kristen itu sepanjang tahun. Kini keluarga-keluarga itu sulit untuk bisa makan dengan keterbatasan persediaan makanan yang mereka memilik,” demikian tambahnya.

Para penduduk desa mengancam agar orang Kristen meninggalkan imannya atau mereka akan dibunuh. Ketika tiga keluarga menolak meninggalkan iman mereka, gerombolan penduduk desa berjumlah sekitar 150 orang menyerbu rumah mereka dan menghancurkan semua yang mereka miliki.

Hanya para pencari nafkah bagi keluarga-keluarga itu yang akhirnya melarikan diri ke desa lain yang berjarak sekitar 22 kilometer, karena takut dibunuh. Sedangkan sisa anggota keluarga mereka masih di Bodiguda dan hanya berlindung di bawah pohon saat India sedang menghadapi cuaca panas ekstrim. Anak-anak yang hanya dibaringkan diatas daun-daun banyak yang menderita sakit karena cuaca panas tersebut.

Mereka mencoba mencari perlindungan ke polisi, namun pihak kepolisian malah berpihak kepada penduduk desa dan menyarankan agar keluarga Kristen tersebut mengikuti permintaan dewan desa untuk menjalankan ritual agama mayoritas tersebut.

Di desa yang lain, yaitu desa Charama, di daerah Kanker, India, orang Kristen tidak bisa belanja makanan karena iman mereka. Pada 2 Mei 2019 lalu, tetua desa tersebut mengumumkan bahwa orang Kristen di desa tersebut di kucilkan.

“Sejak pengumuman 2 Mei itu, pemilik toko di desa tidak mau menjual bahkan  hal mendasar bagi kami,  bahkan untuk tepung gandum,” demikian pernyataan Vishweshwar Sahu, kepada Morning Star News.

Karena hal ini, Sahu mengambil jalur hukum. Pasalnya tindakan mengkucilkan dirinya ini bukan pertama kalinya ia alaminya. Pada 14 tahun lalu, ia juga dilarang untuk hadir dalam pertemuan sosial. Bahkan saat anak perempuannya menikah, penduduk desa melakukan boikot, beruntung orang Kristen dari desa tetangga membantunya. Hal sama juga terjadi saat pernikahan putranya.

Akibat ancaman dan tekanan yang dilakukan oleh masyarakat, tidak sedikit akhirnya orang Kristen yang memilih untuk menjalani ritual kembali ke agama nenek moyang mereka, untuk menyelamatkan nyawanya dan anak-anaknya.

Menjadi pengikut Yesus bukanlah jalan yang mudah dan mulus, ancaman dan aniaya adalah bagian dari memikul salib kita. Sebab Rasul Petrus menuliskan, “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” (1 Petrus 4:12-14).

Untuk itu, yuk kita berdoa bagi umat Kristen di India agar mereka tetap teguh dan bersukacita sekalipun harus menghadapi berbagai aniaya. Doakan agar dalam kelemahan dan ketidakberdayaan yang mereka alami, mereka melihat tangan Tuhan bekerja dan bahkan menolong mereka dengan berbagai tanda-tanda mukjizat. Sebab saat penganiayaan semakin kuat, maka Injil akan semakin luas diberitakan.

Baca juga : 

Ngeri banget, Puluhan Alkitab Dibakar Di India Ini. Motifnya Apa ya?

Gara-gara Doakan Orang Sakit, 6 Orang Kristen India Ini Dianiaya dan Dipenjara

Sumber : Morning Star News

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Yones 25 August 2019 - 01:13:05

Upah mengikut Yesus

0 Answer

Gelatik Senja 22 August 2019 - 23:33:40

Cara mengendalikan hawa nafsu

0 Answer

Samu Vastro 22 August 2019 - 23:11:21

Hormati

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 4


7271

Banner Mitra Agustus Week 4