Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
529


Seorang teman punya bos yang cukup disegani. Saat itu, teman bertugas untuk konfirmasi soal insentif yang akan didapatkan oleh bosnya tersebut.

Usai tandatangan, Pak Bos langsung berkata, “Nanti uangnya tolong tunai atau diamplopin saja, ya.” Tentu saja teman saya langsung berkata tidak bisa, karena memang kebijakan perusahaan bahwa insentif dan gaji harus dilakukan dengan cara transfer, bukan tunai.

Tanpa sadar, Pak Bos ini berkata, “Duh, kalau transfer, nanti istri saya tahu.”

Kayaknya memang hal sederhana, tetapi ternyata nggak jarang ada suami atau istri yang belum bisa buka-bukaan soal keuangannya. Apalagi ketika istri memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Beberapa suami memilih untuk cukup memberikan jatah bulanan tanpa transparan soal keuangan lainnya.

Perlu diketahui, keuangan adalah salah satu penyebab utama yang membuat banyak pasangan cek-cok, lho. Nah, kalau pasangan mulai nggak transparan soal keuangan sama kita, 4 hal di bawah ini mungkin bisa dicoba.

1. Sadar akan posisi kita dan pasangan

Sebagai pasangan yang sah, kita seharusnya saling bahu-membahu membangun sebuah keluarga yang harmonis. Untuk mendapatkan hal itu, tentu saja kita perlu mencukupi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan dan pakaian yang cukup.

Pernikahan mempersatukan kita dengan pasangan. Hal ini berarti, kita akan berbagi semua hal bersama-sama, termasuk soal keuangan. Jangan sampai pasangan kita berdarah-darah untuk mencukupi kebutuhan kita tanpa diketahui siapa pun.

2. Ketahui tanggung jawab kita secara finansial

Suami sudah sepantasnya bekerja untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga, karena suami adalah kepala rumah tangga. Sebagai penolong, istri juga harus bisa menolong suami dalam segala hal. Termasuk bersedia untuk bekerja kalau memang kebutuhan finansial dirasa kurang.

Kalaupun istri memilih untuk berada di rumah, pastikan kalau istri jadi pribadi yang cerdas dalam mengatur keuangan. Tidak hanya soal bagaimana menghabiskan jatah bulanan, tetapi juga cerdas dalam melihat peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Tunjukkan kalau kita juga ikut andil dan bertanggung jawab dalam keluarga dan pernikahan. Tidak hanya menunjukkan, tetapi juga kita ikut membagi tanggung jawab sesuai dengan keterampilan pribadi kita.

3. Lebih rajin untuk menggali informasi

Bisa aja pasangan tidak membagikan soal keuangan karena memang malas untuk berbagi. Kalau sudah begitu, berarti tugas kita adalah untuk rajin-rajin bertanya kepadanya. Perbincangan soal keuangan adalah hal yang cukup serius. Untuk itu, biasakan untuk mencari waktu yang tepat untuk bertanya.

Mengetahui akun-akun bank pasangan juga sangat disarankan, lho. Sebab kita tidak tahu soal apa yang terjadi di masa yang akan datang. Jangan sampai kita tidak tahu soal asset atau hutang yang dimiliki oleh pasangan.

Kita dan pasangan harus bisa bekerja sama dengan baik. Khususnya dalam hal keuangan. Nggak ada hukum pakem yang harus dipegang oleh kita. Namun, komunikasi soal keuangan itu seharusnya bukan menjadi hal yang tabu, lho.

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Enda Napitupulu 19 January 2020 - 12:18:53

Bolehkan kita bekerja di lembaga syariah?

0 Answer

Supkariadi 19 January 2020 - 05:57:54

Hidup berjemaat yang baik itu seperti apa ?

0 Answer

Supkariadi 19 January 2020 - 05:52:15

Pengertian berjemaat dalam sebuah gerejs

0 Answer


Ika Wiji 20 January 2020 - 17:14:09
Mohon bntuan doa dan dukungannya. Saat ini saya se... more..

King Wardi 16 January 2020 - 20:07:08
Saya mohon didoakan, agar saya mendapatkan pekerja... more..

Dianawaty 16 January 2020 - 15:05:05
apa yg harus ak lakukan hununganku dengan kakak yg... more..

sea_regardz 16 January 2020 - 10:12:26
Shalom bapak/ibu terkasih. Mohon sekali doa-doany... more..

Banner Mitra januari 3


7266

advertise with us