Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
353


Seorang teman punya bos yang cukup disegani. Saat itu, teman bertugas untuk konfirmasi soal insentif yang akan didapatkan oleh bosnya tersebut.

Usai tandatangan, Pak Bos langsung berkata, “Nanti uangnya tolong tunai atau diamplopin saja, ya.” Tentu saja teman saya langsung berkata tidak bisa, karena memang kebijakan perusahaan bahwa insentif dan gaji harus dilakukan dengan cara transfer, bukan tunai.

Tanpa sadar, Pak Bos ini berkata, “Duh, kalau transfer, nanti istri saya tahu.”

Kayaknya memang hal sederhana, tetapi ternyata nggak jarang ada suami atau istri yang belum bisa buka-bukaan soal keuangannya. Apalagi ketika istri memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Beberapa suami memilih untuk cukup memberikan jatah bulanan tanpa transparan soal keuangan lainnya.

Perlu diketahui, keuangan adalah salah satu penyebab utama yang membuat banyak pasangan cek-cok, lho. Nah, kalau pasangan mulai nggak transparan soal keuangan sama kita, 4 hal di bawah ini mungkin bisa dicoba.

1. Sadar akan posisi kita dan pasangan

Sebagai pasangan yang sah, kita seharusnya saling bahu-membahu membangun sebuah keluarga yang harmonis. Untuk mendapatkan hal itu, tentu saja kita perlu mencukupi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan dan pakaian yang cukup.

Pernikahan mempersatukan kita dengan pasangan. Hal ini berarti, kita akan berbagi semua hal bersama-sama, termasuk soal keuangan. Jangan sampai pasangan kita berdarah-darah untuk mencukupi kebutuhan kita tanpa diketahui siapa pun.

2. Ketahui tanggung jawab kita secara finansial

Suami sudah sepantasnya bekerja untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga, karena suami adalah kepala rumah tangga. Sebagai penolong, istri juga harus bisa menolong suami dalam segala hal. Termasuk bersedia untuk bekerja kalau memang kebutuhan finansial dirasa kurang.

Kalaupun istri memilih untuk berada di rumah, pastikan kalau istri jadi pribadi yang cerdas dalam mengatur keuangan. Tidak hanya soal bagaimana menghabiskan jatah bulanan, tetapi juga cerdas dalam melihat peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Tunjukkan kalau kita juga ikut andil dan bertanggung jawab dalam keluarga dan pernikahan. Tidak hanya menunjukkan, tetapi juga kita ikut membagi tanggung jawab sesuai dengan keterampilan pribadi kita.

3. Lebih rajin untuk menggali informasi

Bisa aja pasangan tidak membagikan soal keuangan karena memang malas untuk berbagi. Kalau sudah begitu, berarti tugas kita adalah untuk rajin-rajin bertanya kepadanya. Perbincangan soal keuangan adalah hal yang cukup serius. Untuk itu, biasakan untuk mencari waktu yang tepat untuk bertanya.

Mengetahui akun-akun bank pasangan juga sangat disarankan, lho. Sebab kita tidak tahu soal apa yang terjadi di masa yang akan datang. Jangan sampai kita tidak tahu soal asset atau hutang yang dimiliki oleh pasangan.

Kita dan pasangan harus bisa bekerja sama dengan baik. Khususnya dalam hal keuangan. Nggak ada hukum pakem yang harus dipegang oleh kita. Namun, komunikasi soal keuangan itu seharusnya bukan menjadi hal yang tabu, lho.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Niketut Blegur 19 May 2019 - 22:01:49

menurut perjanjian lama kurban dibagi menjadi 2 ya.. more..

0 Answer

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:48:01

apakah saya bisa membawa suami dan anak- anak saya.. more..

0 Answer

Helen Ho 18 May 2019 - 23:39:20

Bebas dari utang dan kartu kredit

0 Answer


Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Kopdar Superyouth


7245

Testify20