Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

intadestria

Official Writer
318


Ada seorang ibu yang duduk sambil menahan air mata bersama seorang ibu lainnya. Ibu yang sedang sedih tadi berkata, "Maaf yaa, kok aku jadi cerita semuanya ke kamu sih. Aku tahu kok, anakku yang cuma dua orang aja udah bikin aku nangis gini. Gimana kamu yang punya 4 orang anak, ya?"

Kayaknya pembicaraan di atas nggak jarang kita dengar. Apalagi, informasi yang tersebar di internet tentang bagaimana harus menjadi orang tua rasanya sudah sangat bising di telinga kita. Sadar atau tidak, sebagai orang tua juga jadi sering membandingkan diri dengan orang tua lain.

Sebagai orang tua, memang sangat mudah rasanya buat membandingkan diri dengan orang lain. Kita pikir, kita harus jadi seperti mereka untuk bisa membesarkan anak dengan baik. Padahal, menjadi orang tua saja sudah susah, lho.

Nah, setiap kita mau mulai membandingkan diri dengan orang tua lain, yuk ingatkan dengan 3 alasan ini.

Yang kembar aja bisa beda banget, apalagi sesama orang tua yang memang kita berbeda

Pun kita punya anak yang seumuran dan jumlah anak yang sama, nggak berarti tanggung jawab atau kepribadian anak-anak tersebut bisa disamakan. Mungkin orang tua A bisa memberikan ASI secara eksklusif selama 2 tahun, sementara kita tidak.

Rasanya nggak adil banget kalau kita menyamakan apa yang orang lain rasakan dengan apa yang kita rasakan.  Anak kita baru bisa membaca pada usia 6 tahun, sementara ada anak lain yang sudah bisa membaca sejak berusia 4 tahun. Setiap anak itu unik. Dan kita, sebagai orang tua juga unik.

Kita harus memberikan jeda buat diri sendiri dan orang tua lain

Ketika kita melihat ada orang tua yang melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kita lakukan, cobalah untuk tidak berpikir buruk terhadap mereka. Contohnya, ketika ada anak merengek mainan, ibunya langsung memberikan keinginannya tersebut, kita langsung membatin, "Kok langsung dikasih, sih? Nanti anaknya jadi kebiasaan begitu, lho."

Setiap kita pasti pernah merasa menjadi orang tua gagal ketika mulai membandingkan diri dengan orang lain. Selalu ingatkan pada diri kalau nggak ada satu orang pun yang sempurna, dan nggak ada orang yang selalu benar setiap saat. Ketika sudah melakukannya, selalu ingatkan pada diri untuk terus maju dan tidak menyesal akan kesalahan yang telah dilakukan.

Daripada membandingkan, kenapa tidak memulai tindakan yang berbeda?

Saat ada anak tetangga yang datang ke rumah dan bersikap sangat sopan, nggak jarang kita membandingkannya dan menganggap kalau sikap anak kita nggak begitu baik. Padahal, ini bisa jadi arti kalau kita perlu mengajarkan soal sopan santun yang lebih kepada anak-anak.

Daripada membandingkannya dengan orang lain, dan menghakimi diri kita dengan cara yang nggak baik, kenapa nggak mulai untuk mencontoh sikap anak orang lain dan bertanya soal bagaimana bisa mendidik mereka demikian?

Mengasuh anak itu nggak mudah dan nggak akan ada orang lain yang akan mengatakan sebaliknya. Nah, salah satu cara untuk mempermudahnya adalah dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Soal pola asuh anak, tidak ada yang langsung menjadi ahli. Kita semua perlu belajar untuk bisa mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sumber : PICNICC

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ivan Sitompul 9 June 2019 - 12:36:56

Tujuan tuhan yesus naik ke surga

0 Answer

Juan Sih 31 May 2019 - 22:21:57

Apakah hari sabat yang dimaksud alkitab adalah har.. more..

0 Answer

liana 27 May 2019 - 14:56:37

menikah tanpa sex

1 Answer


Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Fun Run (1)


7261

Banner Mitra Maret Week 2