Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1350


Seribuan orang Kristen yang merupakan jemaat Gereja Shouwang di Beijing, Tiongkok harus kehilangan gedung ibadah mereka. Pekan lalu, pemerintah dan aparat kepolisian menggerebek gereja tersebut dan mengancam jemaat untuk bersumpah tidak lagi melakukan ibadah.

Gereja Shouwang merupakan gereja terbesar keempat yang ditutup oleh pemerintah Tiongkok setelah didapati tidak mendaftarkan diri sebagai gereja resmi di bawah kekuasaan Partai Komunis. Setiap minggunya, gereja ini sendiri telah dihadir oleh lebih dari 1000 jemaat.

Sayangnya, gereja ini harus ditutup karena dituduh melanggar Peraturan negara Urusan Agama dan Peraturan tentang Pendaftaran dan Pengelolaan Organisasi Sosial dimana gereja ini beroperasi tanpa sepengetahuan pemerintah.

Meski didesak untuk tidak lagi melakukan ibadah di gereja tersebut, namun ribuan jemaat Gereja Shouwang menolaknya. Dengan berani para pemimpin gereja bahkan menyampaikan akan terus melakukan ibadah dengan menyesuaikan waktu dan lokasi pertemuan.

Sementara pemerintah AS yang bertugas dalam bidang Kebebasan Beragama Internasional mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap Gereja Shouwang. Mereka bahkan menyebutkan tindakan tersebut sebagai bentuk penindasan terhadap gereja-gereja di Tiongkok.

Baca Juga :

Gara-gara Berdoa di Taman, 20 Orang Kristen China Ini Ditangkap

Open Doors Klaim 50 Juta Orang Kristen Tiongkok Alami Penganiayaan

Sementara pemimpin Gereja Early Rain yang ditahan bersama sejumlah pemimpin gereja lain pada bulan Desember 2018 silam juga mengaku terus berdoa bagi gereja-gereja yang teraniaya di Tiongkok.

“Saat kami mendengar Gereja Shouwang dianiaya lagi, dan gereja-gereja lain menghadapi berbagai tekanan dari pemerintah, kami berlutut untuk berdoa mengucap syukur dan memuji Tuhan, karena kami mempelai wanita Kristus sangat dekat dengan mempelai prianya,” kata Wang Yi, Pendeta Gereja Early Rain dalam pernyataannya.

Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Tiongkok di bawah rezim Partai Komunis memang telah berusaha menghalangi pertumbuhan gereja. Ada banyak gereja yang belum terdaftar ditutup paksa sehingga orang Kristen harus kehilangan tempat untuk melakukan ibadah. Kondisi yang dialami orang Kristen Tiongkok inilah yang menempatkan negara tersebut di peringkat ke-27 negara yang paling banyak melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. 

Sumber : Christianpost.com/Christianitytoday.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Anggun Nur amali 21 November 2019 - 13:56:17

Dampak jika tidak melayani pelanggan dengan baik

0 Answer

Jupry 21 November 2019 - 13:54:45

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk berju.. more..

0 Answer

Brutal Fight 21 November 2019 - 09:37:32

Pacaran yang baik menurut alkitab

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3