Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
873


Seribuan orang Kristen yang merupakan jemaat Gereja Shouwang di Beijing, Tiongkok harus kehilangan gedung ibadah mereka. Pekan lalu, pemerintah dan aparat kepolisian menggerebek gereja tersebut dan mengancam jemaat untuk bersumpah tidak lagi melakukan ibadah.

Gereja Shouwang merupakan gereja terbesar keempat yang ditutup oleh pemerintah Tiongkok setelah didapati tidak mendaftarkan diri sebagai gereja resmi di bawah kekuasaan Partai Komunis. Setiap minggunya, gereja ini sendiri telah dihadir oleh lebih dari 1000 jemaat.

Sayangnya, gereja ini harus ditutup karena dituduh melanggar Peraturan negara Urusan Agama dan Peraturan tentang Pendaftaran dan Pengelolaan Organisasi Sosial dimana gereja ini beroperasi tanpa sepengetahuan pemerintah.

Meski didesak untuk tidak lagi melakukan ibadah di gereja tersebut, namun ribuan jemaat Gereja Shouwang menolaknya. Dengan berani para pemimpin gereja bahkan menyampaikan akan terus melakukan ibadah dengan menyesuaikan waktu dan lokasi pertemuan.

Sementara pemerintah AS yang bertugas dalam bidang Kebebasan Beragama Internasional mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap Gereja Shouwang. Mereka bahkan menyebutkan tindakan tersebut sebagai bentuk penindasan terhadap gereja-gereja di Tiongkok.

Baca Juga :

Gara-gara Berdoa di Taman, 20 Orang Kristen China Ini Ditangkap

Open Doors Klaim 50 Juta Orang Kristen Tiongkok Alami Penganiayaan

Sementara pemimpin Gereja Early Rain yang ditahan bersama sejumlah pemimpin gereja lain pada bulan Desember 2018 silam juga mengaku terus berdoa bagi gereja-gereja yang teraniaya di Tiongkok.

“Saat kami mendengar Gereja Shouwang dianiaya lagi, dan gereja-gereja lain menghadapi berbagai tekanan dari pemerintah, kami berlutut untuk berdoa mengucap syukur dan memuji Tuhan, karena kami mempelai wanita Kristus sangat dekat dengan mempelai prianya,” kata Wang Yi, Pendeta Gereja Early Rain dalam pernyataannya.

Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Tiongkok di bawah rezim Partai Komunis memang telah berusaha menghalangi pertumbuhan gereja. Ada banyak gereja yang belum terdaftar ditutup paksa sehingga orang Kristen harus kehilangan tempat untuk melakukan ibadah. Kondisi yang dialami orang Kristen Tiongkok inilah yang menempatkan negara tersebut di peringkat ke-27 negara yang paling banyak melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. 

Sumber : Christianpost.com/Christianitytoday.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Djendri Titor 24 April 2019 - 22:22:35

Tuhan tak pernah janji langit selalu biru

0 Answer

Carmel Lita 19 April 2019 - 14:19:30

Mohon doanya untuk ayah kami Ignatius Budi agar bi.. more..

1 Answer

Maryanne 16 April 2019 - 20:03:13

Selamat malam.. saya anne. Rumahtangga sya mulai b.. more..

0 Answer


Kalvin Kristianto 24 March 2019 - 06:35:58
Shaloom, Minta doa-doanya saudara sekalian, terunt... more..

Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Banner Mitra Maret Week 4


7241

Mision Trip