Lori

Official Writer
1738


Seribuan orang Kristen yang merupakan jemaat Gereja Shouwang di Beijing, Tiongkok harus kehilangan gedung ibadah mereka. Pekan lalu, pemerintah dan aparat kepolisian menggerebek gereja tersebut dan mengancam jemaat untuk bersumpah tidak lagi melakukan ibadah.

Gereja Shouwang merupakan gereja terbesar keempat yang ditutup oleh pemerintah Tiongkok setelah didapati tidak mendaftarkan diri sebagai gereja resmi di bawah kekuasaan Partai Komunis. Setiap minggunya, gereja ini sendiri telah dihadir oleh lebih dari 1000 jemaat.

Sayangnya, gereja ini harus ditutup karena dituduh melanggar Peraturan negara Urusan Agama dan Peraturan tentang Pendaftaran dan Pengelolaan Organisasi Sosial dimana gereja ini beroperasi tanpa sepengetahuan pemerintah.

Meski didesak untuk tidak lagi melakukan ibadah di gereja tersebut, namun ribuan jemaat Gereja Shouwang menolaknya. Dengan berani para pemimpin gereja bahkan menyampaikan akan terus melakukan ibadah dengan menyesuaikan waktu dan lokasi pertemuan.

Sementara pemerintah AS yang bertugas dalam bidang Kebebasan Beragama Internasional mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap Gereja Shouwang. Mereka bahkan menyebutkan tindakan tersebut sebagai bentuk penindasan terhadap gereja-gereja di Tiongkok.

Baca Juga :

Gara-gara Berdoa di Taman, 20 Orang Kristen China Ini Ditangkap

Open Doors Klaim 50 Juta Orang Kristen Tiongkok Alami Penganiayaan

Sementara pemimpin Gereja Early Rain yang ditahan bersama sejumlah pemimpin gereja lain pada bulan Desember 2018 silam juga mengaku terus berdoa bagi gereja-gereja yang teraniaya di Tiongkok.

“Saat kami mendengar Gereja Shouwang dianiaya lagi, dan gereja-gereja lain menghadapi berbagai tekanan dari pemerintah, kami berlutut untuk berdoa mengucap syukur dan memuji Tuhan, karena kami mempelai wanita Kristus sangat dekat dengan mempelai prianya,” kata Wang Yi, Pendeta Gereja Early Rain dalam pernyataannya.

Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Tiongkok di bawah rezim Partai Komunis memang telah berusaha menghalangi pertumbuhan gereja. Ada banyak gereja yang belum terdaftar ditutup paksa sehingga orang Kristen harus kehilangan tempat untuk melakukan ibadah. Kondisi yang dialami orang Kristen Tiongkok inilah yang menempatkan negara tersebut di peringkat ke-27 negara yang paling banyak melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen. 

Sumber : Christianpost.com/Christianitytoday.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7244

Banner Mitra Juli 1-2